Kehadiran yang Dinanti
Lapangan utama Sports Center Limboto dipadati ribuan petani dan nelayan yang sejak pagi sudah menunggu momen bersejarah ini. Begitu terlihat iring-iringan kendaraan Presiden, teriakan nama "Prabowo" langsung membahana. Tepuk tangan dan seruan antusias menyatu, menciptakan suasana yang begitu meriah.
Berdasarkan laporan di lapangan pada Rabu (24/6/2026), Prabowo tiba tepat pukul 11.30 Wita dengan penampilan khasnya: kemeja safari cokelat muda berpadu dengan topi biru dongker yang menutupi kepalanya. Sorak-sorai kian mengeras ketika sang presiden melangkah turun dari kendaraan dan melambaikan tangan ke arah massa.
"Pak Prabowo! Pak Prabowo! Bisa foto, Pak!"
Momen Kedekatan Langka
Apa yang terjadi selanjutnya sulit diantisipasi oleh petugas protokoler. Gelombang manusia bergerak cepat mengerubung Presiden. Para petani dan nelayan yang sudah berbaris rapi di kiri kanan jalan setapak tak lagi bisa menahan diri. Mereka maju mendekat, ponsel terangkat, jemari sibuk mengarahkan kamera. Satu per satu awak media kami mencatat puluhan ponsel yang beradu dalam gerakan berebut swafoto.
Seorang petani jagung asal Pohuwato yang berhasil merapat mengaku bangga bisa berfoto langsung dengan orang nomor satu di Indonesia. "Ini kesempatan yang tak mungkin saya lewatkan. Jarang-jarang presiden mau datang ke acara kami," katanya sambil memamerkan hasil fotonya ke rekan-rekannya.
Prabowo tak menunjukkan tanda-tanda enggan. Ia menoleh ke berbagai arah, sesekali tersenyum dan melambaikan tangan. Dalam beberapa kesempatan, ia berhenti sejenak untuk menyalami para petani yang mengenakan caping dan nelayan dengan topi pantainya, menunjukkan gestur persahabatan yang tulus.
Makna Penas bagi Petani-Nelayan
Pekan Nasional Petani dan Nelayan (Penas) ke-XVII bukan sekadar ajang pameran dan temu bisnis bagi komunitas agraris dan maritim. Acara ini menjadi ruang bagi mereka untuk menyuarakan aspirasi langsung ke pemerintah pusat. Kehadiran Prabowo sebagai presiden semakin menguatkan arti penting forum ini.
Banyak peserta yang sudah menyiapkan usulan dan harapan. Mulai dari kemudahan akses pupuk, perbaikan harga komoditas, hingga pengembangan infrastruktur pelabuhan kecil. Antusiasme hari ini adalah cermin bahwa para petani dan nelayan menempatkan harapan besar pada kepemimpinan Prabowo di sektor-sektor yang menjadi tulang punggung pangan nasional.
Setelah sesi swafoto yang cukup padat, Presiden melanjutkan kegiatannya ke panggung utama untuk meresmikan puncak acara. Namun, pengalaman bertemu dan berfoto dengan ribuan petani dan nelayan di hari itu jelas menjadi magnet tersendiri. Kehangatan sambutan ini adalah modal penting dalam membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat di lapangan. Sementara laporan ini disusun, tim media kami masih terus memantau jalannya puncak acara Penas XVII untuk informasi lebih lanjut. Saksikan terus beritanya di Lurusin.com.
Comments (0)