Mendagri Ungkap Fakta Sejarah Atambua sebagai Titik Transit Penerbangan Perintis Dunia

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan fakta historis yang mungkin belum banyak diketahui publik, yakni bahwa Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, memi

Jul 07, 2026 - 23:30
0 0
Mendagri Ungkap Fakta Sejarah Atambua sebagai Titik Transit Penerbangan Perintis Dunia

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan fakta historis yang mungkin belum banyak diketahui publik, yakni bahwa Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, memiliki peran penting dalam tonggak sejarah penerbangan dunia. Dalam keterangannya, Tito mengungkapkan bahwa kota yang terletak di perbatasan Indonesia-Timor Leste itu pernah menjadi penghubung vital antara Australia dan Eropa di masa awal perkembangan transportasi udara.

Menurut Tito, Atambua tercatat sebagai salah satu titik transit krusial dalam penerbangan jarak jauh pertama dari Inggris menuju Australia dalam ajang Great Air Race pada tahun 1919. Sejauh pengetahuannya, pesawat terbang pertama kali ditemukan oleh Wright Bersaudara asal Amerika Serikat pada tahun 1903. Hanya berselang 16 tahun dari penemuan revolusioner tersebut, dunia penerbangan langsung mencatatkan sejarah dengan digelarnya penerbangan jarak jauh dari London menuju Darwin, Australia, yang melewati sejumlah titik transit sepanjang rute perjalanannya, dan Atambua menjadi salah satu di antaranya.

Titik Transit Bersejarah

"Atambua sudah menjadi titik transit untuk penerbangan pertama, setelah industri penerbangan pesawat ditemukan pada tahun 1903," ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima media kami, Senin (29/6/2026).

"Atambua sudah menjadi titik transit untuk penerbangan pertama, setelah industri penerbangan pesawat ditemukan pada tahun 1903."

Pernyataan Mendagri ini tentu menjadi perspektif baru yang menarik, mengingat selama ini nama Atambua lebih dikenal sebagai kota administratif di perbatasan. Dengan terungkapnya fakta bahwa wilayah ini pernah menjadi bagian dari rute penerbangan perintis dunia, Atambua memiliki nilai sejarah yang tidak dimiliki oleh banyak kota lain di Indonesia, bahkan di dunia. Great Air Race 1919 sendiri merupakan kompetisi penerbangan paling bergengsi di eranya, di mana para penerbang dari berbagai negara berlomba menaklukkan jarak hampir 18.000 kilometer dari Inggris ke Australia dengan pesawat yang teknologinya masih sangat sederhana kala itu.

Fakta bahwa Atambua menjadi salah satu lokasi persinggahan dalam rute tersebut menunjukkan bahwa secara geografis dan strategis, kota ini sudah dilirik oleh para perintis penerbangan dunia sejak lebih dari satu abad yang lalu. Hal ini pula yang menurut Tito menjadi landasan sejarah yang kuat bagi pembangunan dan pengembangan wilayah Atambua ke depannya, mengingat potensi besar yang dimilikinya sejak zaman kolonial. Laporan dari media kami akan terus memantau perkembangan dan respons dari pemerintah daerah setempat terkait pengakuan bersejarah dari Pemerintah Pusat ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User