Mantan Presiden Francisco Guterres Wafat, Timor Leste Berkabung Sepekan

Kabar duka menyelimuti Timor Leste. Mantan Presiden Francisco "Lu-Olo" Guterres meninggal dunia pada akhir pekan di sebuah rumah sakit di Malaysia. Pria yang akrab disapa Lu-Olo itu mengembuskan napa

Jul 08, 2026 - 00:07
0 0
Mantan Presiden Francisco Guterres Wafat, Timor Leste Berkabung Sepekan

Kabar duka menyelimuti Timor Leste. Mantan Presiden Francisco "Lu-Olo" Guterres meninggal dunia pada akhir pekan di sebuah rumah sakit di Malaysia. Pria yang akrab disapa Lu-Olo itu mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 71 tahun, meninggalkan warisan penting bagi perjalanan demokrasi dan kemerdekaan negara yang pernah menjadi provinsi ke-27 Indonesia tersebut.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, pemerintah Timor Leste melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (22/6/2026) menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari. Penghormatan terakhir ini berlaku efektif segera setelah kabar wafatnya Guterres dikonfirmasi. Seluruh gedung pemerintahan, kantor publik, hingga Kedutaan Besar serta Konsulat Timor Leste di luar negeri diperintahkan untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai simbol duka mendalam rakyat Timor Leste.

Perjalanan Politik Sang Gerilyawan

Francisco Guterres menjabat sebagai Presiden Republik Demokratik Timor Leste selama periode 2017–2022, terpilih setelah memenangkan pemilihan umum sebagai kandidat dari partai oposisi saat itu, Fretilin. Sebelum menjadi kepala negara, Guterres dikenal sebagai tokoh kunci dalam perjuangan kemerdekaan Timor Leste. Ia menghabiskan bertahun-tahun sebagai pejuang gerilya di hutan-hutan pegunungan Timor selama masa pendudukan Indonesia, bergabung dengan sayap militer Fretilin, Falintil. Setelah referendum 1999 yang membawa kemerdekaan, ia melanjutkan karier politiknya sebagai Ketua Parlemen Nasional periode 2002–2007, sekaligus berperan dalam penyusunan konstitusi pertama negara itu.

"Hari ini kita kehilangan seorang putra terbaik bangsa, seorang pemimpin yang rendah hati dan setia kepada rakyatnya. Warisan perjuangannya akan terus menjadi inspirasi generasi muda Timor Leste."

Pernyataan itu disampaikan oleh seorang pejabat tinggi kantor kepresidenan dalam konferensi pers di Dili, merespons suasana berkabung yang telah menyelimuti ibu kota. Jenazah mendiang diperkirakan akan dipulangkan dari Malaysia dalam waktu dekat, untuk kemudian disemayamkan dan dimakamkan secara kenegaraan di Taman Makam Pahlawan di Metinaro, sesuai dengan aturan protokol pemakaman mantan kepala negara.

Meninggalnya Guterres terjadi di tengah masa pemulihan hubungan bilateral Timor Leste dengan beberapa negara tetangga, termasuk Indonesia dan Malaysia. Selama masa kepemimpinannya, Lu-Olo dikenal vokal mendorong penyelesaian batas maritim permanen dengan Australia serta memperjuangkan hak sumber daya minyak dan gas di Laut Timor. Dedikasinya pada kedaulatan ekonomi negara muda itu membuatnya dihormati lintas partai, bahkan oleh lawan-lawan politiknya.

Warga Dili mulai memasang pita hitam di pagar rumah dan kendaraan pribadi sebagai bentuk spontan partisipasi publik dalam masa berkabung nasional. Beberapa komunitas diaspora Timor Leste di Australia, Portugal, dan Indonesia juga dilaporkan menggelar doa bersama malam ini. Media kami akan terus memantau perkembangan prosesi kepulangan jenazah dan rencana upacara kenegaraan yang akan digelar dalam beberapa hari ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User