Bahlil Targetkan Tak Ada Lagi Desa Gelap 2029
Jakarta – Pemerintah menargetkan seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati aliran listrik paling lambat tahun 2029. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, saa
Jakarta – Pemerintah menargetkan seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati aliran listrik paling lambat tahun 2029. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, saat ini masih terdapat lebih dari 10 ribu titik di berbagai pelosok negeri yang belum teraliri listrik. Ia menegaskan, percepatan penyediaan listrik itu merupakan komitmen langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Dalam rapat bersama Komisi XII DPR yang digelar Senin (15/6/2026), Bahlil menyampaikan bahwa program penerangan desa dan dusun terpencil akan menjadi salah satu prioritas utama kementeriannya. Ia optimistis target ambisius tersebut bisa tercapai asalkan mendapat dukungan penuh dari legislatif.
Perintah Presiden dan Dukungan DPR
Bahlil menekankan bahwa target penyelesaian ini bukan sekadar keinginan sektoral, melainkan arahan langsung dari kepala negara. Menurutnya, seluruh aparatur pemerintahan harus bahu-membahu memastikan tidak ada lagi daerah yang hidup dalam kegelapan pada ujung dekade ini.
"Kita akan dorong, kita akan bangun, dan perintah Bapak Presiden tahun 2029-2030, semua listrik di desa-desa atau dusun-dusun yang belum ada, insyaallah doakan mohon dukungan dari Bapak-Ibu anggota Komisi XII untuk bisa kita selesaikan agar mereka juga merasakan bagian daripada kemerdekaan Republik Indonesia,"
ujarnya seperti dikutip media kami, Selasa (16/6/2026).
Menteri Bahlil juga mengingatkan bahwa kemerdekaan sesungguhnya belum sepenuhnya dirasakan jika sebagian warga masih kesulitan mengakses listrik. Ia menyebut penyediaan listrik sebagai fondasi dasar pembangunan yang akan mendorong tumbuhnya ekonomi lokal dan peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan di wilayah tertinggal.
Tantangan Lebih dari 10 Ribu Titik Gelap
Data dari Kementerian ESDM menunjukkan bahwa ribuan titik tanpa listrik tersebar di berbagai pulau, terutama di kawasan timur Indonesia. Laporan terbaru menyebut, target utama pemerintah bukan hanya menyambung jaringan PLN ke permukiman baru, tetapi juga memanfaatkan sumber energi terbarukan setempat seperti surya, angin, dan mikrohidro agar solusi yang dihadirkan sesuai dengan kondisi geografis tiap daerah.
Optimisme Bahlil disambut baik oleh anggota Komisi XII DPR. Beberapa wakil rakyat mengingatkan bahwa penyediaan infrastruktur listrik harus diiringi dengan pendampingan teknis dan pemberdayaan masyarakat agar keberlanjutan pasokan listrik tetap terjaga. Mereka juga mendesak pemerintah menyusun peta jalan yang transparan terkait pendanaan dan penanggung jawab di tiap titik prioritas.
Hingga tahun 2027, pemerintah menargetkan lebih dari 60 persen titik gelap sudah bisa teraliri listrik. Angka tersebut diharapkan menjadi fondasi percepatan menuju target akhir 2029-2030. Bahlil mengimbau seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, BUMD, dan swasta, untuk berkolaborasi mewujudkan target nihil desa gelap pada akhir dekade ini.
Comments (0)