Manado — Dokter PPDS RSUP Kandou Meninggal di Rumah Orang Tua, Jenazah ke Morowali

Manado, Liputan6.com — Seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, d

Jul 09, 2026 - 08:50
0 0
Manado — Dokter PPDS RSUP Kandou Meninggal di Rumah Orang Tua, Jenazah ke Morowali
Manado, Liputan6.com — Seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, ditemukan meninggal dunia di kediaman orang tuanya. Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Malalayang Satu Barat, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara. Dokter yang dikenal dengan nama Adrian tersebut kemudian jenazahnya dibawa oleh pihak keluarga ke Morowali, Sulawesi Tengah, untuk prosesi pemakaman. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun manajemen RSUP Kandou terkait penyebab pasti kematian yang bersangkutan.

Kronologi Penemuan

Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com di lapangan, serangkaian peristiwa berlangsung sebagai berikut:

  1. Pada hari Minggu, 11 Mei 2025, warga di sekitar Jalan Malalayang Satu Barat mengonfirmasi adanya aktivitas yang tidak seperti biasanya di rumah orang tua dokter Adrian.
  2. Pihak keluarga yang pertama kali menemukan dokter Adrian dalam kondisi tidak bernyawa di salah satu ruangan rumah, langsung menghubungi pihak berwenang setempat.
  3. Tim kepolisian dari Polresta Manado serta unit Inafis tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan area sekitar.
  4. Hasil pemeriksaan awal petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab kematian belum dapat dipastikan sebelum ada hasil visum atau autopsi dari rumah sakit rujukan.
  5. Jenazah dokter Adrian selanjutnya diserahkan kepada keluarga. Proses evakuasi berlangsung singkat dan tidak menimbulkan hambatan bagi lingkungan sekitar.

Respons dan Langkah Selanjutnya

Manajemen RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou melalui bagian humas menyatakan tengah mengumpulkan data internal terkait status kepegawaian dan riwayat tugas dokter Adrian. “Kami turut berduka cita mendalam. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan program studi terkait untuk melengkapi kronologi dari sisi institusi,” ujar seorang pejabat rumah sakit yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, keluarga besar dokter Adrian telah memutuskan untuk segera membawa jenazah ke Morowali, tempat asal leluhur mereka. Proses pemindahan dilakukan melalui jalur udara dengan menggunakan maskapai penerbangan komersial dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, pada Senin, 12 Mei 2025. Rencananya, jenazah akan disemayamkan di rumah duka keluarga di Morowali sebelum dikebumikan di pemakaman keluarga.

Pihak kepolisian masih membuka kemungkinan untuk meminta keterangan tambahan dari rekan sejawat dokter Adrian di RSUP Kandou guna memastikan tidak ada faktor eksternal yang berkontribusi terhadap kematian tersebut. Publik diimbau untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil investigasi resmi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User