Irfan Hakim Rayakan 19 Tahun Pernikahan dan Khitan Anak Bungsu
Hari itu, kediaman Irfan Hakim berubah menjadi panggung dua peristiwa sakral sekaligus. Di salah satu sudut, dekorasi pernikahan bertabur bunga putih dan e
Hari itu, kediaman Irfan Hakim berubah menjadi panggung dua peristiwa sakral sekaligus. Di salah satu sudut, dekorasi pernikahan bertabur bunga putih dan emas menandai 19 tahun perjalanan rumah tangga sang pembawa acara. Di sudut lain, ruang khusus khitanan dengan ranjang kecil dan perlengkapan medis sederhana menanti putra bungsunya. Irfan Hakim, figur publik yang dikenal lewat layar kaca, memilih untuk tidak memisahkan rasa syukur itu. Ia menggelar dua momen penting pada hari yang sama: peringatan ulang tahun pernikahan ke-19 dan prosesi khitanan anak laki-lakinya yang berusia sembilan tahun, Abyan Malik Hakim.
Informasi ini pertama kali terungkap melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @irfanhakim75. Dalam foto yang dibagikan, tampak Irfan berdiri di samping istrinya, Della Sabrina, mengenakan busana senada bernuansa pastel, sementara Abyan terbaring dengan wajah sedikit tegang namun tersenyum. Tidak ada pemberitaan resmi sebelumnya, sehingga unggahan itu langsung menjadi pusat perhatian publik dan rekan selebritas.
Dua Ibadah dalam Satu Bingkai
Dengan menyatukan dua momen ini, Irfan seperti tengah mengajukan sebuah narasi: syukur tidak harus dipisah-pisahkan. Menurut pantauan Lurusin, unggahan tersebut memuat tiga foto. Foto pertama menampilkan keluarga kecil itu lengkap dengan dua anak lainnya, Aisha dan Khadijah, berpose di depan hiasan pernikahan. Foto kedua menunjukkan Abyan yang baru saja menjalani khitan sambil memegang balon berbentuk pedang. Foto ketiga adalah potret close-up tangan Irfan dan Della yang saling menggenggam, dengan latar cincin kawin mereka.
"19 tahun secara resmi tidak terasa. Terima kasih Allah masih memberikan kami kesempatan membersamai Abyan di momen sunat ini," tulis Irfan dalam caption.
Kalimat itu merangkum dua rasa yang bertemu: perjalanan panjang dalam pernikahan dan doa abadi bagi anak. Tidak ada kesedihan, hanya kegembiraan yang dikemas sederhana. Tidak terlihat kemewahan berlebihan. Dekorasi bersahaja dan makanan yang disajikan hanya untuk lingkaran terdekat. Namun, kesan hangat justru menjalar ke kolom komentar, di mana para penggemar dan kolega berlomba mengucapkan doa.
Khitanan dengan Konsep Minim Trauma
Satu hal yang mencuri perhatian dalam prosesi khitanan Abyan adalah pendekatan yang tampaknya dipilih orang tuanya: khitan dengan teknik terkini yang meminimalkan rasa sakit dan perdarahan. Meski Irfan tidak menyebutkan metode detail, dari foto terlihat Abyan bisa tersenyum dan bermain ponsel segera setelah prosedur. Sejumlah komentar dari tenaga medis di kolom unggahan menyebutkan kemungkinan penggunaan metode klem atau laser, yang populer di kalangan keluarga selebritas karena masa pemulihan yang singkat.
Lurusin mencatat, Abyan lahir pada 2015 dan merupakan anak ketiga sekaligus bungsu. Ia kerap muncul di konten media sosial ayahnya, dikenal sebagai anak yang humoris dan ekspresif. Khitanan di usia sembilan tahun bukanlah yang termuda, tetapi Irfan dan Della tampaknya menunggu hingga sang anak siap secara psikologis. Ini adalah fakta yang sering terabaikan dalam tradisi sunat massal — kesiapan mental anak.
19 Tahun, Bukan Sekadar Angka
Pernikahan Irfan dan Della terhitung langgeng di industri hiburan. Mereka menikah pada 15 Oktober 2004. Dengan menggelar perayaan sederhana di tengah prosesi khitanan, Irfan justru menolak narasi bahwa pernikahan panjang butuh perayaan mewah. Data dari unggahan Instagram menunjukkan tidak ada pesta besar. Hanya ada kue kecil bertuliskan "19" dan sekotak kado yang belum terbuka di atas meja. Bagi Irfan, makna pernikahan terletak pada kebersamaan dalam momen-momen genting seperti mendampingi anak menghadapi jarum bius.
Reaksi rekan selebritas pun mengalir. Raffi Ahmad menulis, "MasyaAllah, selamat ya bang sekeluarga." Sementara Luna Maya menambahkan, "Sehat selalu Abyan, happy anniversary kalian berdua." Komentar-komentar ini mengonfirmasi bahwa publik figur di Indonesia masih mengandalkan Instagram sebagai kanal utama komunikasi personal, tidak melalui siaran pers resmi.
Simbolisasi Keluarga dalam Satu Bingkai
Jika ditarik lebih dalam, momen ganda ini sebenarnya adalah strategi naratif yang cerdas. Dengan memublikasikan sunat dan ulang tahun pernikahan bersamaan, Irfan membangun citra keluarga sebagai unit yang bergerak bersama. Anak tidak dipisahkan dari urusan rumah tangga orang tua. Tidak ada sekat antara perayaan pribadi dan ibadah anak. Bagi publik, ini adalah gambaran keluarga ideal yang kerap diidamkan: tetap mesra setelah 19 tahun, dan tetap sigap mengurus anak di tengah jadwal syuting.
Namun, ada satu pertanyaan yang belum terjawab: mengapa tidak ada acara terpisah? Apakah ini keputusan spontan atau telah direncanakan? Hingga berita ini diturunkan, Irfan belum memberikan wawancara lebih lanjut. Pihak manajemen yang dihubungi Lurusin juga belum memberikan respons.
"Kita jalani saja apa yang ada di depan mata. Yang penting anak bahagia dan istri tetap tersenyum," tulis Irfan di unggahan selanjutnya, seolah menjawab rasa penasaran publik.
Kalimat itu menegaskan bahwa bagi keluarga ini, perayaan bukan tentang panggung, melainkan tentang kehadiran penuh di setiap fase kehidupan: dari mengucap janji sehidup-semati hingga mendampingi anak melewati rasa sakit pertama yang bermakna ibadah.
Comments (0)