Prilly Latuconsina Belajar Bahasa Arab dan Gelapkan Kulit demi Film Baru

Dunia perfilman Indonesia kembali dikejutkan oleh dedikasi seorang aktris. Prilly Latuconsina, yang dikenal lewat berbagai sinetron dan film komedi romanti

Jul 09, 2026 - 14:50
0 0
Dunia perfilman Indonesia kembali dikejutkan oleh dedikasi seorang aktris. Prilly Latuconsina, yang dikenal lewat berbagai sinetron dan film komedi romantis, kali ini memilih jalur berbeda dengan berperan dalam film religi Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki. Demi menghidupkan karakter perempuan keturunan Arab bernama Amina, Prilly melakukan transformasi total: mempelajari bahasa Arab hingga level percakapan dan menggelapkan warna kulitnya. Hal ini ia ungkapkan dalam jumpa pers pra-rilis film di Jakarta, Senin (12/5). Proses Belajar Bahasa Arab Bagi Prilly, bahasa Arab bukan sekadar alat komunikasi dalam film. Ia ingin dialognya terdengar alami dan penuh penghayatan. Oleh karena itu, ia mengambil kursus intensif selama dua bulan dengan seorang tutor asli dari Yaman. Setiap hari selama tiga jam, Prilly berlatih pengucapan huruf-huruf yang asing di lidahnya, seperti ‘ain dan ghain. “Awalnya lidah saya terasa kaku. Huruf-huruf itu seperti olahraga vokal,” ceritanya sambil tertawa kecil. Namun, kerja keras itu membuahkan hasil. Saat syuting, dialog bahasa Arab Prilly tidak perlu banyak di-dubbing, menghemat waktu pascaproduksi. Transformasi Fisik: Penggelapan Kulit Tidak hanya suara, penampilan fisik juga menjadi fokus. Karakter Amina memiliki kulit sawo matang khas keturunan Hadhrami, sementara warna kulit asli Prilly terbilang putih. Untuk mencapai tampilan tersebut, tim tata rias menggunakan teknik airbrush tanning dengan formula khusus yang mengandung DHA alami, bukan pewarna berbahaya. Proses ini dilakukan setiap dua hari sekali selama masa syuting, dengan pengawasan dokter spesialis kulit. Prilly mengaku butuh waktu untuk beradaptasi dengan penampilan barunya. “Saat pertama kali bercermin, saya sempat kaget. Tapi lama-kelamaan saya justru merasa lebih menyatu dengan karakter,” ungkapnya. > “Saya ingin total. Kalau hanya setengah-setengah, saya tidak akan bisa menyampaikan emosi karakter dengan jujur,” tegas Prilly. Kontroversi dan Pembelaan Keputusan menggelapkan kulit menuai kritik di linimasa, dengan sejumlah warganet mengaitkannya dengan isu blackfishing. Menanggapi hal ini, sutradara Andi Rizki menjelaskan bahwa proses produksi sudah melalui riset antropologis dan konsultasi dengan tokoh masyarakat Arab-Indonesia. “Kami tidak asal comot. Transformasi ini adalah bagian dari artistic interpretation yang bertujuan menghormati representasi budaya,” ujar Andi. Seniman tata rias senior, Retno Sulistyorini, juga menyatakan bahwa teknik yang digunakan aman dan lazim dalam industri film global. Pengalaman Spiritual di Balik Hijab Selama syuting, Prilly juga harus mengenakan hijab. Awalnya ia merasa gerah dan terbatas, namun perlahan ia menemukan makna di baliknya. “Saya jadi lebih menghargai perempuan yang berhijab. Ini bukan hanya soal penampilan, tapi juga tanggung jawab moral,” katanya. Film ini sendiri akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada hari pertama Lebaran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User