Jakarta — Wika Salim Tampil di Istana Sambut Kunjungan PM India
Di tengah protokol kenegaraan yang ketat, lantunan musik dangdut menggema dari area Istana Kepresidenan. Peristiwa itu terekam jelas dalam unggahan di akun
Di tengah protokol kenegaraan yang ketat, lantunan musik dangdut menggema dari area Istana Kepresidenan. Peristiwa itu terekam jelas dalam unggahan di akun Instagram resmi penyanyi dangdut Wika Salim pada Jumat (24/1/2025). Wika Salim, pemilik nama lengkap Wika Salim Wijaya, tampil dalam jamuan kenegaraan menyambut Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Penampilan penyanyi berusia 33 tahun itu menjadi sorotan karena menempatkan musik populer Tanah Air di pusat panggung diplomasi tingkat tinggi.
Diplomasi Budaya Lewat Musik Dangdut
Kehadiran Wika Salim bukan sekadar hiburan. Protokol Istana Kepresidenan menunjukkan bahwa penyelenggaraan jamuan kenegaraan kerap menyertakan elemen budaya sebagai bentuk diplomasi lunak (soft diplomacy). Dalam konteks ini, musik dangdut—yang lahir dari akulturasi budaya Melayu, India, dan Timur Tengah—menjadi simbol jembatan historis antara Indonesia dan India. Rekaman video pendek yang diunggah di Instagram memperlihatkan Wika Salim membawakan sejumlah lagu, disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan PM Modi beserta para delegasi.
Sumber di lingkungan Istana, yang enggan disebutkan identitasnya, menyebut penampilan tersebut merupakan bagian dari rangkaian jamuan makan malam kenegaraan. "Pemilihan Wika Salim sudah melalui kurasi panitia. Dangdut dianggap relevan karena memiliki sentuhan musik India yang familiar bagi tamu negara," ujarnya. Namun, belum ada pernyataan resmi tertulis dari Sekretariat Presiden mengenai detail pemilihan pengisi acara.
Rekam Jejak Penyanyi Multitalenta
Wika Salim bukan nama baru di industri musik Tanah Air. Ia memulai karier dari ajang pencarian bakat “D’Academy” musim pertama pada 2013, dan sejak itu membangun basis penggemar yang solid. Dengan karakter vokal yang khas dan kemampuan membawakan genre koplo, ia telah merilis sejumlah singel populer seperti “Jangan Lama-Lama” dan “Jangan Ganggu Pacarku”. Penampilannya di Istana Kepresidenan menambah daftar apresiasi terhadap konsistensinya di jalur musik dangdut modern.
Keterlibatan Wika Salim dalam acara kenegaraan ini juga mencatatkan sejarah personal. Dalam unggahannya di Instagram, ia menuliskan, “Menyanyi di hadapan Presiden dan Perdana Menteri sahabat adalah kehormatan tak terduga. Semoga pertemuan ini membawa manfaat bagi rakyat Indonesia.” Unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 50 ribu tanda suka dalam waktu singkat, menandakan antusiasme publik yang besar.
Konteks Strategis Kunjungan PM India
Kunjungan Narendra Modi ke Jakarta berlangsung pada 24-25 Januari 2025, dalam rangka penguatan kemitraan strategis Indonesia—India. Kedua negara menandatangani sejumlah nota kesepahaman di bidang perdagangan, investasi, pertahanan, hingga kerja sama maritim. Pertemuan bilateral tersebut juga membahas isu keamanan kawasan dan peran negara berkembang dalam tata kelola global. Dalam suasana serius itu, penampilan Wika Salim ibarat jeda yang mengingatkan bahwa relasi antarnegara juga dapat dirajut melalui seni dan budaya.
Observasi independen di lokasi mencatat, penampilan berlangsung sekitar 20 menit setelah sesi makan malam. Wika Salim tampil dengan busana panggung bernuansa merah—warna yang kerap diasosiasikan dengan keberanian dan semangat dalam budaya Indonesia. Pencahayaan panggung disesuaikan dengan suasana hangat resepsi kenegaraan. Tidak ada gangguan teknis yang dilaporkan.
Respons Publik dan Media
Momen langka ini langsung menjadi perbincangan di media sosial. Tagar #WikaSalimDiIstana sempat masuk jajaran topik tren di platform X (sebelumnya Twitter). Sejumlah komentar warganet mengapresiasi pemerintah yang dianggap memberi ruang kepada musisi dangdut di panggung internasional. Di sisi lain, muncul pula pertanyaan skeptis tentang besaran honor yang diterima, meski hal tersebut tidak dikonfirmasi oleh pihak terkait.
Sementara itu, pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Widjajanto, melalui wawancara terpisah dengan media nasional, menilai inklusi budaya pop dalam acara kenegaraan sebagai strategi efektif.
"Diplomasi tidak melulu soal perjanjian. Ketika kita menghadirkan elemen budaya yang bisa dirasakan, itu menciptakan ikatan yang lebih personal antar-pemimpin negara,"ujarnya. Pendapat ini memperkuat legitimasi penampilan Wika Salim sebagai bagian dari perangkat diplomasi modern.
Dengan demikian, kehadiran Wika Salim di Istana Kepresidenan tidak sekadar berita hiburan; ia merepresentasikan persinggungan antara budaya populer, agenda kenegaraan, dan pengelolaan kesan di mata tamu strategis. Dokumentasi resmi acara diharapkan dapat diakses publik melalui kanal Sekretariat Presiden dalam waktu dekat.
Comments (0)