Lombok Barat, 10 Juli 2026 — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan

Spesifikasi Teknis dan Data Konstruksi Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bendungan Meninting dibangun dengan tipe bend

Jul 10, 2026 - 21:35
0 0
Lombok Barat, 10 Juli 2026 — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan

Spesifikasi Teknis dan Data Konstruksi

Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bendungan Meninting dibangun dengan tipe bendungan urugan zonal inti tegak. Tinggi puncak bendungan mencapai 62 meter dari dasar sungai, dengan panjang puncak total 401 meter. Volume tampungan total bendungan tercatat sebesar 12,9 juta meter kubik, menjadikannya salah satu bendungan terbesar di kawasan Nusa Tenggara.

Proyek ini dikerjakan dalam dua paket utama dengan total anggaran mencapai Rp1,4 triliun. Pelaksana konstruksi adalah kontraktor nasional PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT Nindya Karya (Persero) melalui skema kerja sama operasi (KSO). Masa konstruksi berlangsung selama kurang lebih 48 bulan, dimulai pada 2022 dan rampung sesuai target di pertengahan 2026.

Manfaat Strategis untuk Lombok Barat dan Sekitarnya

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa bendungan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari kedaulatan pangan dan air nasional. “Kita tidak boleh lagi bergantung pada air musiman. Bendungan Meninting akan menjamin pasokan air sepanjang tahun, baik untuk petani, rumah tangga, maupun industri. Ini wujud janji saya, mewujudkan infrastruktur yang langsung menyentuh kehidupan rakyat,” ujar Presiden di hadapan ratusan warga dan pemangku kepentingan yang hadir.

“Bendungan ini akan menjamin pasokan air sepanjang tahun, baik untuk petani, rumah tangga, maupun industri.” — Presiden Prabowo Subianto

Secara terperinci, manfaat Bendungan Meninting terbagi atas tiga sektor utama:

  • Irigasi: Layanan irigasi seluas 1.559 hektare lahan pertanian di Kabupaten Lombok Barat dan sebagian Lombok Tengah. Dengan sistem irigasi teknis dari bendungan, indeks pertanaman di wilayah ini diproyeksikan naik dari semula 100—130 persen menjadi 170—200 persen per tahun, sehingga produksi padi dan palawija akan meningkat signifikan.
  • Air Baku: Kapasitas penyediaan air baku mencapai 150 liter per detik yang dialirkan ke wilayah Gunungsari, Lingsar, dan sekitarnya. Estimasi penduduk yang terlayani sekitar 80.000 jiwa.
  • Pengendalian Banjir: Dengan tampungan mati dan tampungan efektif yang besar, bendungan mampu mereduksi debit banjir Sungai Meninting hingga 60 persen, melindungi kawasan permukiman seluas 450 hektare di hilir yang selama ini menjadi langganan banjir musiman.

Selain tiga fungsi utama, kawasan bendungan juga direncanakan sebagai destinasi ekowisata dan konservasi daerah tangkapan air. Dinas Pariwisata NTB telah menyiapkan masterplan pengembangan kawasan wisata waduk dengan fasilitas jalur sepeda, area piknik, dan kampung wisata terapung yang akan dikelola oleh BUMDes setempat.

Dampak Sosial dan Respon Penerima Manfaat

Pembangunan Bendungan Meninting turut melibatkan penanganan dampak sosial berupa pembebasan lahan seluas 320 hektare yang melibatkan 237 kepala keluarga. Kementerian PUPR mencatat, seluruh tahap pemukiman kembali dan ganti rugi lahan telah diselesaikan secara lunas per Januari 2025, tanpa konflik terbuka yang berarti. Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I, I Ketut Jayada, menjelaskan bahwa program pemberdayaan masyarakat terdampak telah dijalankan paralel dengan konstruksi, termasuk pelatihan ketrampilan dan prioritas tenaga kerja lokal dalam proyek. “Hampir 60 persen tenaga kerja selama konstruksi berasal dari desa sekitar bendungan,” ucapnya.

Sutriani, seorang petani dari Desa Bukit Tinggi, menyampaikan kelegaannya. “Biasanya kalau kemarau, sawah kami cuma bisa tanam sekali. Sekarang bisa dua kali panen. Semoga harga pupuk juga ikut murah,” katanya. Pernyataan senada disampaikan oleh para petani lain yang mengaku mulai merasakan dampak aliran air yang lebih stabil dari saluran primer yang baru diuji alirkan sejak Maret 2026.

Dukungan terhadap Ketahanan Pangan dan Ekonomi NTB

Bendungan Meninting merupakan bagian dari Program 60 Bendungan Nasional yang menjadi andalan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memperkuat infrastruktur air. Di NTB sendiri, Bendungan Meninting menjadi bendungan keempat yang beroperasi setelah Bendungan Bintang Bano (Sumbawa Barat), Bendungan Tanju, dan Bendungan Mila (Dompu). Dengan lokasi strategis yang dekat dengan pusat pertumbuhan ekonomi Mandalika dan kawasan pariwisata Senggigi, kehadiran bendungan ini diproyeksikan mampu menopang peningkatan kebutuhan air untuk sektor perhotelan dan restoran yang terus bertumbuh.

Badan Pusat Statistik NTB mencatat, sektor pertanian di Lombok Barat menyumbang sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten. Peningkatan produktivitas yang dimungkinkan oleh irigasi bendungan berpotensi mendorong kenaikan kontribusi tersebut hingga 2—3 persen dalam dua tahun mendatang.

Komitmen Pemeliharaan dan Keberlanjutan

Pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I menetapkan unit pengelola bendungan (UPB) mandiri yang bertanggung jawab atas operasi, pemeliharaan, dan pengamanan aset. Anggaran pemeliharaan tahunan dialokasikan sebesar Rp58 miliar, mencakup pemeliharaan rutin body bendungan, pintu air, dan alat hidromekanikal lainnya. Presiden Prabowo dalam arahannya menginstruksikan agar teknologi early warning system banjir terintegrasi dengan sistem peringatan dini milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Jangan sampai kita bangun mahal-mahal, lalu tak terawat. Saya minta jajaran PUPR dan pemerintah daerah serius menjaga aset ini untuk anak cucu,” tegas Presiden menutup sambutannya.

Acara peresmian diakhiri dengan penandatanganan prasasti, penekanan sirine, dan peninjauan langsung ke ruang kontrol bendungan. Turut hadir Menteri PUPR Mochamad Basuki Hadimoeljono, Menteri Pertanian, Gubernur NTB, dan sejumlah kepala daerah se-NTB. Masyarakat di sekitar lokasi memeriahkan acara dengan kesenian tradisional Gendang Beleq, simbol kemeriahan khas suku Sasak.

[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo resmikan Bendungan Meninting, Lombok Barat. Bendungan ini siap layani irigasi 1.559 hektare, air baku 150 L/detik, dan redam banjir 60%. Wujud nyata infrastruktur pro rakyat. #BendunganMeninting #IndonesiaMaju #InfrastrukturAir [SOCIAL_FB]: Bendungan Meninting di Lombok Barat telah resmi beroperasi! Dengan tampungan 12,9 juta meter kubik, bendungan ini bukan sekadar megastruktur, tapi kunci ketahanan air dan pangan bagi ribuan petani dan warga NTB. Simak detailnya di sini. [SOCIAL_TG]: 🚧🇮🇩 Presiden Prabowo resmikan Bendungan Meninting! • Kapasitas 12,9 juta m³ • Irigasi 1.559 ha sawah • Air baku 150 L/detik • Reduksi banjir 60% Lombok makin siap hadapi musim kemarau! 💧🌾 [SOCIAL_THREADS]: Akhirnya Bendungan Meninting yang di Lombok Barat resmi beroperasi. Petani bisa panen dua kali setahun, air bersih makin lancar, banjir bakal berkurang. Pembangunan yang langsung berasa manfaatnya, buat yang tinggal di NTB pasti paham bedanya. [TAGS]: Prabowo Subianto, Bendungan Meninting, Lombok Barat, infrastruktur air, bendungan strategis nasional

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User