Tim redaksi Lurusin menyaksikan langsung sesi uji jalan SUV listrik Leapmotor B10 yang digelar di kawasan Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Uji jalan terbatas ini menandai langkah akhir sebelum model perdana Leapmotor itu resmi dipasarkan di Indonesia. Leapmotor, pabrikan asal Tiongkok, telah menetapkan B10 sebagai model pertama yang menyasar pasar Tanah Air.
Sesi test drive berlangsung dengan rute pendek, dari titik kumpul di Athetiqs Airdome menuju jalan arteri sekitar Tanah Abang. Total pengujian dilakukan tiga kali pulang-pergi oleh jurnalis yang terbagi dalam empat unit B10. Setiap unit diisi tiga orang media dan satu perwakilan Leapmotor. Waktu tempuh setiap run dibatasi sekitar 15 menit, cukup untuk mengukur akselerasi awal dan kenyamanan suspensi dalam lingkungan perkotaan.
Kronologi Kehadiran B10 di Indonesia
Jejak B10 di Indonesia dimulai dari perkenalan awal di Indomobil Expo 2026 pada kuartal pertama tahun ini. Pameran tersebut menjadi etalase pertama bagi konsumen lokal untuk melihat fisik SUV listrik itu. Leapmotor, yang bekerja sama dengan mitra lokal untuk distribusi, menjadikan GIIAS 2026 sebagai panggung peluncuran resmi.
| Tahap | Waktu | Keterangan |
| Perkenalan Publik | Indomobil Expo 2026 (Q1 2026) | Pajang unit pra-produksi tanpa detail harga |
| Test Drive Media | Juli 2026 | Rute pendek di Jakarta, evaluasi awal |
| Peluncuran Resmi | GIIAS 2026 (Agustus 2026) | Pengumuman spesifikasi final dan harga |
Informasi resmi tentang spesifikasi tenaga, kapasitas baterai, dan jarak tempuh belum diungkapkan. Leapmotor masih menutup rapat data teknis sebelum seremoni di GIIAS 2026. Satu-satunya petunjuk yang terkonfirmasi hanya bahwa model ini akan bersaing di segmen SUV listrik kompak melawan Geely EX5 dan BYD Atto 3.
Desain Eksterior: Lampu Terpisah dan Gagang Pintu Tersembunyi
Secara visual, B10 menampilkan pendekatan desain futuristik yang konsisten dengan tren kendaraan listrik global. Bagian depan didominasi oleh lampu depan full LED yang diposisikan terpisah dari Daytime Running Light (DRL). Konfigurasi dua lapis pencahayaan ini lazim ditemukan pada model listrik premium. Tidak ada gril besar seperti kendaraan konvensional; intake udara tipis hanya hadir di bagian bawah bumper.
Kejutan lain terdapat pada gagang pintu. Leapmotor merancangnya rata dengan bidang bodi—solusi aerodinamis yang juga diadopsi beberapa pabrikan mapan. Gagang pintu flush ini mengurangi turbulensi sisi samping dan memperkuat siluet bersih kendaraan. Pengamat desain independen yang hadir secara informal menilai fitur ini menjadi penciri yang membedakan B10 dari para pesaing langsungnya. “Detail flush handle jarang ditemukan di kelas harga segmen ini; biasanya hadir di crossover listrik yang lebih mahal,” ujar seorang insinyur independen yang meminta anonimitas.
Posisi Kompetitif di Pasar SUV Listrik
Leapmotor B10 masuk ke arena yang sudah dihuni Geely EX5 dan BYD Atto 3. Keduanya merupakan pemain kuat dengan basis produksi global dan jaringan purnajual yang lebih matang. BYD Atto 3, misalnya, telah membukukan pengiriman signifikan di Indonesia melalui distributor resmi. Geely EX5, meski lebih baru, menawarkan platform yang sudah teruji di pasar ekspor.
Namun Leapmotor berpotensi mengandalkan harga yang lebih agresif. Strategi pabrikan Tiongkok yang kerap memasang banderol di bawah kompetitor dengan spesifikasi setara bisa menjadi nilai jual B10. Hingga berita ini ditulis, belum ada indikasi harga. Pelaku industri memprediksi banderol di kisaran Rp400–500 juta agar tetap bersaing. Keyakinan itu disokong oleh riwayat Leapmotor di pasar Asia Tenggara yang mengedepankan efisiensi biaya produksi melalui integrasi vertikal komponen listrik.
Dengan peluncuran di GIIAS 2026, publik akan segera mengetahui apakah B10 hanya menjadi alternatif menarik atau benar-benar mampu menggerus pangsa pesaing.
Comments (0)