Kronologi Bareskrim Ungkap Peredaran Sabu 325 Kg di Jaringan Tailan-Aceh

Lurusin.com, Jakarta — Jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kepolisian Republik Indonesia, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri sukses membongkar sindikat pereda

Jul 08, 2026 - 05:25
0 0
Kronologi Bareskrim Ungkap Peredaran Sabu 325 Kg di Jaringan Tailan-Aceh

Lurusin.com, Jakarta — Jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kepolisian Republik Indonesia, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri sukses membongkar sindikat peredaran gelap narkotika berskala besar. Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Aceh, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 325 kilogram yang terhubung dengan jaringan internasional Tailan-Indonesia.

Menurut laporan yang dihimpun media kami, pengungkapan kasus strategis ini bermula dari informasi yang diterima pada awal Juni 2026. Tim 1 Satgas NIC bersama Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim mendapatkan data intelijen mengenai aktivitas mencurigakan dari jaringan narkotika lintas negara tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan bergerak cepat untuk memetakan alur distribusi dan mengidentifikasi para pelaku.

“Dalam operasi ini, kami berhasil mengamankan dua orang tersangka,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi.

Kedua tersangka yang kini telah ditahan berinisial Jufri (29) dan Zulfahmi (29). Dari hasil interogasi, mereka diduga berperan sebagai kurir dan penghubung lokal di wilayah Aceh yang bertugas menerima serta mendistribusikan sabu dari jaringan internasional. Jumlah barang bukti seberat 325 kilogram menjadi salah satu tangkapan signifikan yang menunjukkan betapa masifnya operasi sindikat ini.

Di balik aksi kedua tersangka, polisi mengidentifikasi adanya dua otak pengendali jaringan yang hingga kini belum tertangkap. Keduanya yaitu Muhammad Jabbar (MJ) dan Mahlu. Kedua buronan tersebut sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dan tengah dikejar oleh aparat. Dalam rilis resminya, Brigjen Eko Hadi menekankan komitmen Bareskrim untuk terus memburu para pengendali utama agar jaringan ini bisa dilumpuhkan hingga ke akarnya.

Operasi penindakan ini dipimpin langsung oleh tim gabungan berpengalaman, yakni Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC Bareskrim Polri di bawah komando Komisaris Besar (Kombes) Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury. Sinergi antara analisis informasi intelijen dan aksi lapangan yang terukur menjadi kunci sukses penyergapan puluhan kilogram narkotika tersebut.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi preseden baik dalam perang melawan narkoba di Tanah Air, tetapi juga semakin mengukuhkan kewaspadaan terhadap jaringan Tailan-Aceh yang terus berupaya memasok narkotika ke Indonesia. Penegakan hukum yang masif seperti ini diharapkan dapat memotong rantai distribusi sekaligus memberikan efek jera bagi jaringan internasional lainnya. Laporan terkini dari media kami menyebutkan, aparat masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya perluasan jaringan di provinsi lain.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User