Korban Tewas Peserta SPPI dalam Latihan Militer Bertambah, Total 4 Orang

JAKARTA — Kabar duka kembali menyelimuti program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjadi tulang punggung pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah

Jul 06, 2026 - 13:41
0 0
Korban Tewas Peserta SPPI dalam Latihan Militer Bertambah, Total 4 Orang

JAKARTA — Kabar duka kembali menyelimuti program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjadi tulang punggung pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Seorang peserta bernama Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dilaporkan meninggal dunia saat menjalani Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) di Satuan Pendidikan Yon Parako 465. Dengan insiden ini, jumlah total calon pengelola koperasi yang wafat selama masa pelatihan militer menjadi empat orang.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, selaku bagian dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) SPPI, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Kepala Biro Informasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigadir Jenderal Rico Sirait, mengonfirmasi bahwa almarhum merupakan peserta program tahun 2026 yang sedang menempuh pendidikan militer wajib sebelum diterjunkan ke desa-desa dan kawasan nelayan di seluruh Indonesia.

Duka Mendalam Kemhan dan Keluarga Besar SPPI

“Kemhan RI menyampaikan belasungkawa dan dukacita yang mendalam atas wafatnya Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, salah satu peserta program SPPI KDKMP tahun 2026 yang sedang mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465,” ujar Brigjen Rico Sirait dalam keterangan resmi yang diterima Lurusin.com, Jumat (26/6/2026).

Pernyataan resmi tersebut sekaligus menegaskan bahwa Kemhan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur latihan militer yang dijalani para peserta SPPI. Sebelumnya, tiga peserta lain telah meninggal dalam waktu yang hampir bersamaan, memicu keprihatinan publik dan mendorong Kantor Staf Presiden (KSP) untuk merespons dengan meminta audit pelaksanaan Latsarmil.

Program SPPI sendiri dirancang untuk mencetak kader pembangunan desa yang tangguh secara fisik dan mental melalui pelatihan semi-militer. Namun, serangkaian kejadian tragis ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai standar keselamatan dan kesehatan yang diterapkan selama latihan berlangsung. Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami dari beberapa sumber, mayoritas korban diduga mengalami kelelahan ekstrem dan kurangnya penanganan medis yang memadai.

Investigasi dan Langkah Antisipasi

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kemhan belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai penyebab pasti meninggalnya Rifki. Tim investigasi internal bersama TNI dikabarkan telah diterjunkan untuk mengusut insiden di lingkungan Yon Parako 465. Sementara itu, keluarga korban masih menunggu kepastian jadwal pemulangan jenazah ke kampung halaman.

Media kami juga mencatat bahwa publik melalui media sosial ramai menuntut penghentian sementara program Latsarmil hingga seluruh standar operasional prosedur diperbaiki. Desakan ini semakin menguat seiring bertambahnya korban jiwa dari kalangan pemuda yang seharusnya menjadi harapan baru pembangunan koperasi di daerah tertinggal.

Dengan bertambahnya Muhammad Rifki Renaldi Gunawan sebagai korban keempat, perhatian nasional kini tertuju pada transparansi Kemhan dalam mengungkap fakta di balik rangkaian kematian ini serta langkah konkret yang akan diambil agar tidak ada lagi peserta SPPI yang kehilangan nyawa dalam pelatihan militer mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User