Korban Perang Ukraina Tembus 2 Juta Orang, Paling Banyak Rusia

Jakarta - Perang antara Rusia dan Ukraina yang terus berkecamuk telah menciptakan angka korban militer yang sangat mengejutkan. Sebuah studi terbaru dari lembaga think tank Amerika Serikat mengungkap

Jul 08, 2026 - 05:04
0 0
Korban Perang Ukraina Tembus 2 Juta Orang, Paling Banyak Rusia

Jakarta - Perang antara Rusia dan Ukraina yang terus berkecamuk telah menciptakan angka korban militer yang sangat mengejutkan. Sebuah studi terbaru dari lembaga think tank Amerika Serikat mengungkap, total kerugian di pihak militer kedua negara kini sudah melampaui dua juta jiwa, meliputi korban tewas, luka berat, maupun personel yang dinyatakan hilang. Fakta paling mencolok dari laporan ini adalah bahwa Rusia menjadi pihak yang paling banyak menanggung korban selama konflik berkepanjangan tersebut.

Menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) yang dirilis pada Rabu (1/7) waktu setempat dan dikutip oleh Lurusin.com pada Kamis (2/7/2026), angka kematian dan kerugian personel ini merupakan salah satu yang tertinggi dalam sejarah konflik pasca-Perang Dunia II. Laporan ini menyajikan gambaran yang komprehensif tentang biaya manusiawi yang telah dibayar oleh kedua belah pihak sejak invasi besar-besaran dimulai.

"Gabungan korban Rusia dan Ukraina telah melebihi 2 juta," ungkap CSIS dalam pernyataannya.

Meski studi tersebut tidak memerinci secara spesifik jumlah korban untuk masing-masing negara, analisis CSIS menekankan bahwa lebih dari setengah dari total korban berasal dari pihak Rusia. Dominasi kerugian di kubu Moskow ini dikaitkan dengan strategi perang atrisi yang mengandalkan gelombang serangan frontal, yang kerap memakan biaya personel sangat tinggi. Sementara itu, pasukan Ukraina juga menderita kerugian signifikan akibat pengeboman artileri masif dan serangan jarak jauh yang terus dilancarkan Rusia.

Konflik ini bermula pada 24 Februari 2022 ketika Rusia melancarkan invasi penuh ke wilayah Ukraina. Semula diprediksi akan berlangsung singkat, pertempuran justru berubah menjadi perang parit brutal yang berlarut-larut, menyerupai medan tempur Perang Dunia I dalam beberapa sektor. Selama lebih dari empat tahun, garis depan yang membentang dari Kharkiv di timur laut hingga ke Kherson di selatan hampir tidak bergeser secara signifikan, namun nyawa terus berjatuhan setiap hari.

Laporan CSIS ini menjadi semakin krusial karena menggabungkan data dari berbagai sumber intelijen, citra satelit, laporan terbuka, dan konfirmasi melalui jaringan di lapangan. Sebelumnya, berbagai estimasi independen menyebutkan angka korban militer masih berkisar di ratusan ribu, namun studi terbaru ini menunjukkan bahwa jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi dan telah menembus tonggak psikologis dua juta jiwa.

Di luar angka kematian, laporan ini menyoroti dampak jangka panjang terhadap kedua negara. Rusia dengan populasi yang lebih besar mungkin masih mampu menanggung kerugian personel secara statistik, tetapi kehilangan lebih dari satu juta tentara (termasuk yang terluka parah sehingga tidak bisa kembali bertempur) akan memberikan tekanan berat pada regenerasi militer dan masyarakat. Sebaliknya, Ukraina yang memiliki jumlah penduduk jauh lebih kecil justru menghadapi proporsi korban yang lebih tinggi secara demografis, mengancam keberlanjutan angkatan bersenjata dan generasi mudanya.

Para pengamat dari CSIS memperingatkan bahwa tanpa adanya terobosan diplomasi yang berarti, tren korban ini akan terus melonjak. Seruan internasional untuk gencatan senjata masih belum membuahkan hasil, sementara pasokan senjata terus mengalir ke kedua belah pihak dari negara-negara sekutu masing-masing. Situasi ini membuat angka dua juta kemungkinan hanyalah puncak gunung es dari tragedi kemanusiaan yang lebih dalam.

Lurusin.com akan terus mengikuti perkembangan situasi di Ukraina dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan global, serta menyajikan analisis mendalam seputar dinamika perang yang belum usai ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User