LRT Jakarta Fase 1B Hampir Rampung, Progres Pembangunan Capai 93 Persen
Lurusin.com — Proyek pembangunan Lintas Rel Terpadu Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai terus menunjukkan kemajuan signifikan. Berdasarkan laporan terbaru yang dihimpun media kami, progres
Lurusin.com — Proyek pembangunan Lintas Rel Terpadu Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai terus menunjukkan kemajuan signifikan. Berdasarkan laporan terbaru yang dihimpun media kami, progres konstruksi saat ini telah mencapai 93,07 persen. Targetnya, moda transportasi modern ini akan mulai melayani penumpang pada Agustus 2026 mendatang.
Jalur Fase 1B ini merupakan kelanjutan dari trase utara-selatan LRT Jakarta yang sudah lebih dulu beroperasi dari Pegangsaan Dua hingga Velodrome. Dengan hadirnya segmen baru sepanjang sekitar 6,4 kilometer ini, konektivitas transportasi publik di ibu kota akan semakin terpadu, khususnya dalam menghubungkan kawasan permukiman padat di Jakarta Timur dengan simpul transit utama di Manggarai.
Direktur Utama PT LRT Jakarta, dalam keterangan resminya, menyampaikan optimisme tinggi terhadap penyelesaian proyek ini.
“Saat ini, pekerjaan sipil seperti pembangunan jalur layang dan pemasangan rel sudah hampir seluruhnya tuntas. Tim di lapangan kini lebih banyak fokus pada penyelesaian arsitektur stasiun, instalasi sistem persinyalan, serta persiapan operasional. Kami optimis bisa memenuhi target operasi pada Agustus tahun depan,” ujarnya, dikutip oleh Lurusin.com.
Rute Velodrome–Manggarai akan melintasi sejumlah titik strategis dengan beberapa stasiun baru yang disiapkan untuk menunjang mobilitas warga. Salah satu stasiun kunci, yaitu Stasiun Pramuka, ditempatkan di lokasi yang memudahkan akses warga Rawamangun dan sekitarnya. Sementara itu, Stasiun Manggarai sendiri akan menjadi titik integrasi penting karena terhubung langsung dengan layanan KRL Commuter Line, Kereta Bandara, dan ke depannya juga dengan MRT Jakarta. Integrasi ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Dari pantauan Lurusin.com di sekitar kawasan Pramuka, aktivitas konstruksi masih berlangsung intensif. Sejumlah pekerja terlihat menyelesaikan penutup atap stasiun dan melakukan uji coba teknis pada sistem kelistrikan. Meski sebagian besar jalur layang sudah berdiri kokoh, masih terdapat beberapa titik yang memerlukan penataan lingkungan dan penormalan jalan di kolong lintasan agar tidak mengganggu arus lalu lintas saat masa operasi dimulai.
LRT Jakarta Fase 1B dirancang dengan teknologi tanpa masinis (driverless) yang sama dengan fase sebelumnya, menjanjikan frekuensi perjalanan yang tinggi dan ketepatan waktu. Setelah beroperasi nanti, kereta ringan ini akan melaju dengan interval waktu singkat, sehingga mampu mengangkut ribuan penumpang setiap harinya dari Velodrome ke Manggarai dan sebaliknya.
Kehadiran LRT Fase 1B juga disambut antusias oleh warga yang setiap hari berkegiatan di sepanjang koridor tersebut. Mereka berharap moda ini dapat menjadi solusi atas kemacetan kronis yang sering terjadi di ruas Jalan Pemuda dan Jalan Pramuka, serta menjadi alternatif nyata menuju pusat bisnis di Sudirman-Thamrin melalui koneksi di Manggarai.
Dengan capaian progres yang sudah menembus angka 93 persen, publik tinggal menunggu beberapa bulan ke depan hingga seluruh tahap uji coba sistem perkeretaapian dan sertifikasi kelaikan rampung. Jika tidak ada kendala besar, warga Jakarta akan segera memiliki opsi transportasi massal baru yang lebih cepat, nyaman, dan terintegrasi penuh dengan jaringan rel eksisting pada pertengahan 2026.
Comments (0)