Kemensos Salurkan Bantuan Rp544 Miliar di Sulsel, Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat
Makassar, Lurusin.com – Kementerian Sosial (Kemensos) menggelontorkan bantuan sosial dengan nilai akumulatif mencapai Rp544 miliar untuk Provinsi Sulawesi Selatan. Bantuan tersebut diserahkan secar
Makassar, Lurusin.com – Kementerian Sosial (Kemensos) menggelontorkan bantuan sosial dengan nilai akumulatif mencapai Rp544 miliar untuk Provinsi Sulawesi Selatan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dalam rangkaian Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar. Seremoni penyerahan menjadi penanda komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat jaring pengaman sosial di wilayah Indonesia timur.
Bantuan yang disalurkan mencakup beberapa sektor strategis. Pertama, alokasi buffer stock logistik kebencanaan yang diberikan kepada Dinas Sosial Provinsi Sulsel. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam, mengingat Sulsel merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.
Kedua, Kemensos juga menyalurkan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi beserta tiga komponen turunannya, yaitu Kampung Siaga Bencana (KSB), Taman Makam Sosial (TMS), dan Lumbung Sosial (LUMSOS). Ketiga komponen tersebut dipusatkan di Kota Makassar sebagai lokasi percontohan yang diharapkan dapat direplikasi di daerah lain.
Kampung Siaga Bencana dirancang untuk meningkatkan kapasitas warga dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan tanggap darurat saat terjadi bencana. Melalui program ini, masyarakat akan mendapatkan pelatihan evakuasi, pengelolaan dapur umum, hingga pertolongan pertama. Sementara itu, Taman Makam Sosial menyediakan lahan pemakaman yang layak dan gratis bagi keluarga prasejahtera yang selama ini sering kesulitan mengakses tempat pemakaman karena keterbatasan biaya.
Adapun Lumbung Sosial (LUMSOS) diinisiasi sebagai cadangan pangan berbasis komunitas. Masyarakat setempat diajak untuk mengelola stok kebutuhan pokok yang dapat diakses oleh warga rentan pada masa paceklik atau darurat. Program ini sekaligus mendorong kemandirian pangan di tingkat akar rumput.
“Bantuan ini adalah ikhtiar kami untuk membangun kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat, terutama di daerah rawan bencana. Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang disalurkan benar-benar menyentuh kelompok paling rentan dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” ujar Menteri Sosial dalam sambutannya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Komisi VIII DPR RI bersama Kemensos juga berdialog langsung dengan Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengawal distribusi bantuan agar tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan. Sinergi antara pemerintah pusat, legislatif, dan daerah ini menjadi kunci percepatan pembangunan kesejahteraan sosial di wilayah timur.
Dengan alokasi dana sebesar itu, Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi prioritas penerima intervensi sosial terbesar tahun ini. Diharapkan, berbagai program yang digulirkan dapat meningkatkan ketahanan sosial, memperluas akses perlindungan sosial, serta menciptakan efek pengganda ekonomi bagi masyarakat, khususnya di kota Makassar dan sekitarnya. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi implementasi di lapangan agar bantuan benar-benar berfungsi sebagai solusi bagi permasalahan sosial di tengah masyarakat.
Comments (0)