Kejutan Presiden Prabowo untuk SDN Sukabumi: Dari Barang Bekas Kini Punya Alat Drumben Lengkap
Kreativitas dan semangat para siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tegalega di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berbuah manis. Sempat menjadi sorotan publik setelah video latihan drumben menggunakan peral
Kreativitas dan semangat para siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tegalega di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berbuah manis. Sempat menjadi sorotan publik setelah video latihan drumben menggunakan peralatan seadanya dari limbah barang bekas viral di media sosial, kini mereka mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata pemerintah, Presiden Prabowo mengirimkan seperangkat alat drumben lengkap dan layak pakai untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler di sekolah tersebut. Bantuan ini secara simbolis menjadi pengakuan negara atas inovasi yang lahir dari keterbatasan.
Semangat di Balik Keterbatasan
Fenomena ini bermula dari unggahan video amatir yang memperlihatkan puluhan siswa SDN Tegalega tengah berlatih drumben. Aksi mereka langsung mencuri perhatian warganet bukan karena kemewahan alat, melainkan karena properti unik yang mereka gunakan. Tongkat drum digantikan ranting kayu, ember bekas dan galon air mineral disulap menjadi bass drum, sementara kaleng biskuit menjadi snare drum pengganti.
Tanpa diduga, video yang direkam dengan kamera ponsel sederhana itu menyebar luas dan memantik gelombang empati. Publik menilai aksi para siswa ini adalah potret pembelajaran kontekstual yang jujur, mencerminkan dedikasi tinggi meski fasilitas minim.
Berdasarkan laporan yang diterima media kami dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Presiden Prabowo tergerak hatinya melihat kreativitas siswa. Beliau memerintahkan agar segera disiapkan alat drumben yang memadai sebagai pendorong semangat belajar dan berkesenian.
Inspirasi dari Acara Kelulusan
Kepala Sekolah SDN Tegalega, Usep Suwardi, mengungkapkan rasa syukur dan tak menyangka kegiatan sederhana murid-muridnya bisa menjadi viral dan sampai ke telinga Presiden. Ia menjelaskan, cikal bakal drumben 'barang bekas' ini lahir dari keinginan untuk memeriahkan acara perpisahan dan kenaikan kelas yang biasanya digelar secara sederhana di lingkungan sekolah.
"Awalnya kami hanya ingin anak-anak tetap bisa tampil beda saat acara kenaikan kelas. Karena sekolah tidak memiliki alat drumben, guru dan siswa berinisiatif merangkai barang-barang bekas yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Tidak disangka, video latihan itu justru menginspirasi banyak orang," ujar Usep Suwardi dalam keterangannya.
Kini, berkat viralnya video tersebut, lapangan sederhana SDN Tegalega tak lagi hanya diramaikan suara pukulan ember plastik. Alat-alat drumben yang layak dan profesional telah tiba untuk menyalurkan bakat seni para siswa. Lebih dari sekadar bantuan fisik, perhatian dari Presiden ini diyakini guru dan orang tua akan menjadi motivasi besar bagi anak-anak untuk terus berkarya dan bermimpi tinggi meski di tengah keterbatasan.
Comments (0)