Kebakaran Masuk Hari Kedelapan, Pemadaman Masih Berlangsung
Bencana kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Memasuki hari kedelapan pada Selasa (7/7/2026
Bencana kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Memasuki hari kedelapan pada Selasa (7/7/2026), petugas gabungan dari pemadam kebakaran, BPBD, serta dinas terkait masih berjibaku melakukan pemadaman di area tumpukan sampah yang terbakar. Berdasarkan pantauan di lapangan, kobaran api serta kepulan asap tebal masih menyelimuti kawasan TPA, memaksa sejumlah alat berat dan truk tangki air terus dikerahkan. Kondisi ini diperparah oleh tumpukan sampah yang menggunung serta hembusan angin yang turut memperluas titik api ke area yang sebelumnya belum terdampak.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran, Ruli Riatno, dalam keterangannya kepada Lurusin.com menyatakan bahwa situasi masih dalam penanganan intensif. Upaya penyekatan api dilakukan agar tidak merembet ke permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi TPA. Ruli juga menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah menuntaskan pemadaman sekaligus menjamin keselamatan warga yang bermukim di sekitar area terdampak.
158 Warga dari Dua Desa Dievakuasi ke Posko
Dampak kebakaran yang berkepanjangan ini memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka. Berdasarkan data yang dihimpun dari posko pengungsian per Selasa, 7 Juli 2026, total sebanyak 158 jiwa dari dua desa telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Para pengungsi berasal dari Desa Tanjakan Mekar dan Desa Rajeg Mulya, dua wilayah yang paling terpapar asap dan berisiko terdampak langsung oleh perluasan api.
Ruli Riatno merinci data pengungsian tersebut saat dihubungi oleh tim Lurusin.com:
"Data pengungsian per papan posko, Selasa, 7 Juli. Desa Tanjakan Mekar: 44 KK atau 144 jiwa. Desa Rajeg Mulya: 7 KK atau 14 jiwa. Total 51 KK atau 158 jiwa."
Dengan demikian, Desa Tanjakan Mekar mencatatkan jumlah pengungsi terbesar, yakni 44 kepala keluarga yang terdiri dari 144 jiwa. Sementara itu, dari Desa Rajeg Mulya tercatat 7 kepala keluarga dengan total 14 jiwa. Seluruh pengungsi saat ini ditampung di posko yang telah disediakan oleh pemerintah daerah, di mana mereka mendapatkan layanan kesehatan, konsumsi, serta kebutuhan dasar lainnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui dinas terkait terus memantau perkembangan kebakaran dan kondisi para pengungsi. Masyarakat di sekitar area TPA Jatiwaringin diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Hingga berita ini ditulis, proses pemadaman masih terus dilanjutkan dengan melibatkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Comments (0)