JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak lima bendungan yang tersebar

Peresmian dilakukan secara hibrida melalui sambungan video dari pusat kendali di Bendungan Meninting. Prabowo menekan tombol sirine bersama Menteri Pekerja

Jul 10, 2026 - 21:19
0 0
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak lima bendungan yang tersebar

Peresmian dilakukan secara hibrida melalui sambungan video dari pusat kendali di Bendungan Meninting. Prabowo menekan tombol sirine bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menteri Pertanian, serta para gubernur dari lima daerah terkait. Dalam sambutannya, Prabowo menyatakan bahwa kelima infrastruktur ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) tahap ketiga yang dikebut penyelesaiannya untuk memperkuat ketahanan pangan dan air nasional.

Lima bendungan yang diresmikan serentak meliputi: Bendungan Meninting di NTB, Bendungan Riam Kiwa di Kalimantan Selatan, Bendungan Cibeet di Jawa Barat, Bendungan Jragung di Jawa Tengah, dan Bendungan Tiro di Aceh. Total kapasitas tampung gabungan mencapai 1,07 miliar meter kubik dengan luas irigasi potensial mencapai 88.400 hektare lahan pertanian baru.

Proyek ini menelan total anggaran APBN sebesar Rp 14,9 triliun dengan masa konstruksi bervariasi antara 4 hingga 7 tahun. Data Kementerian PUPR menunjukkan bahwa kelima bendungan ini akan menyediakan air baku untuk 2,1 juta jiwa di wilayah sekitarnya serta mereduksi risiko banjir di kawasan hilir sungai hingga 60 persen.

Distribusi dan Spesifikasi Lima Bendungan

Masing-masing bendungan memiliki karakteristik teknis dan fungsi strategis yang berbeda sesuai kondisi geografis daerah. Bendungan Meninting di NTB memiliki kapasitas tampung 12,8 juta meter kubik dan dirancang untuk mengairi 1.579 hektare lahan di Kabupaten Lombok Barat. Bendungan ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir untuk kawasan wisata Senggigi dan Kota Mataram.

Bendungan Riam Kiwa di Kalimantan Selatan menjadi yang terbesar dalam klaster ini dengan kapasitas 597 juta meter kubik. Infrastruktur ini akan menyuplai air irigasi bagi 32.000 hektare lahan persawahan di Kabupaten Banjar dan Tapin. Bendungan Cibeet di Jawa Barat menampung 124 juta meter kubik air dan berperan ganda sebagai pemasok air baku untuk kawasan industri Karawang serta pengendali banjir Sungai Citarum.

Adapun Bendungan Jragung di Jawa Tengah menggenangi area seluas 2.187 hektare dengan kapasitas 90 juta meter kubik, sedangkan Bendungan Tiro di Aceh memiliki daya tampung 246 juta meter kubik yang akan menghidupi 18.000 hektare sawah di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

Perbandingan Spesifikasi Lima Bendungan Baru
Nama BendunganLokasiKapasitas (juta m³)Area Irigasi (Ha)Biaya (Rp Triliun)
MenintingNTB12,81.5791,4
Riam KiwaKalimantan Selatan59732.0005,2
CibeetJawa Barat12414.2003,8
JragungJawa Tengah9022.6002,7
TiroAceh24618.0001,8

Implikasi terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Menteri PUPR dalam laporan teknisnya menyebutkan bahwa operasional penuh lima bendungan ini akan menambah indeks pertanaman (IP) dari rata-rata IP 180 menjadi IP 250-300 di wilayah cakupannya. Artinya, petani dapat melakukan panen dua hingga tiga kali setahun dibandingkan sebelumnya yang hanya satu atau dua kali. Produksi beras nasional diproyeksikan meningkat 1,6 juta ton per tahun dari tambahan lahan irigasi baru ini.

"Integrasi bendungan dengan jaringan irigasi tersier menjadi penentu efektivitas. Tanpa itu, air hanya tertampung tanpa distribusi optimal ke petak sawah," ujar Dr. Hargo Wibisono, pakar sumber daya air dari Universitas Gadjah Mada, saat dihubungi terpisah. Ia menekankan bahwa pemerintah perlu memastikan pembangunan saluran irigasi tersier selesai paralel dengan pengoperasian bendungan.

Aspek Lingkungan dan Sosial

Pembangunan lima bendungan ini tidak sepi dari catatan. Proses pengadaan lahan untuk Bendungan Cibeet sempat memicu protes dari warga di tiga desa yang terdampak genangan. Kementerian PUPR mengkonfirmasi bahwa sebanyak 1.834 kepala keluarga telah direlokasi ke tempat pemukiman baru dengan skema ganti rugi senilai total Rp 672 miliar. Sementara itu, di lokasi Bendungan Tiro, kompensasi tambahan diberikan dalam bentuk sertifikasi lahan pengganti seluas 2.800 hektare untuk warga terdampak.

Dari sisi lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengeluarkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) untuk seluruh proyek. Empat dari lima bendungan dinyatakan laik operasi penuh, sementara Bendungan Riam Kiwa masih dalam tahap pemantauan dampak terhadap populasi ikan endemik Sungai Riam Kiwa selama masa pengisian awal waduk.

Peresmian ini menandai rampungnya 45 dari 61 bendungan yang ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024-2029. Presiden Prabowo menegaskan bahwa sisa 16 bendungan lainnya ditargetkan selesai paling lambat tahun 2028.

[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo resmikan 5 bendungan serentak hari ini. Total kapasitas 1,07 miliar m³ untuk irigasi 88.400 hektare lahan baru. Bendungan terbesar: Riam Kiwa (Kalsel) menampung 597 juta m³. Target produksi beras naik 1,6 juta ton/tahun. #BendunganBaru #KetahananPangan #Infrastruktur2026 [SOCIAL_FB]: Lima bendungan raksasa di NTB, Kalsel, Jabar, Jateng, dan Aceh resmi mengaliri sawah-sawah petani hari ini. Berapa besar dampaknya buat produksi beras nasional? Simak data selengkapnya. [SOCIAL_TG]: 🏗️ 5 bendungan diresmikan serentak oleh Presiden Prabowo 💧 Total tampung: 1,07 miliar m³ 🌾 Lahan irigasi baru: 88.400 Ha 💵 Anggaran total: Rp14,9 T [SOCIAL_THREADS]: Presiden Prabowo resmi mengalirkan air dari lima bendungan baru ke ratusan ribu hektare sawah hari ini. Ternyata yang paling gede kapasitasnya di Kalimantan Selatan, bukan di Jawa. Petani di Pidie, Banjar, dan Lombok Barat bisa panen tiga kali setahun sekarang. [TAGS]: Prabowo Subianto, Bendungan Meninting, Kementerian PUPR, ketahanan pangan, Proyek Strategis Nasional

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User