Pegawai Bea Cukai Pekanbaru Meninggal Saat Awasi Pemuatan Ekspor di Siak

PEKANBARU — Kabar duka menyelimuti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) setelah seorang pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe

Jul 11, 2026 - 22:13
0 0
Pegawai Bea Cukai Pekanbaru Meninggal Saat Awasi Pemuatan Ekspor di Siak

PEKANBARU — Kabar duka menyelimuti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) setelah seorang pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Pekanbaru, Aditya Waskita Jauhari, meninggal dunia dalam tugas pengawasan pemuatan barang ekspor di perairan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, pada Kamis (10/4/2025) sore.

Aditya, yang saat itu bertugas sebagai petugas pengawas ekspor, dilaporkan mengalami insiden saat berada di atas kapal yang akan memuat komoditas ekspor unggulan Riau. Berdasarkan kronologi yang dihimpun, kejadian bermula ketika tim pengawas Bea Cukai melakukan pemeriksaan dokumen dan fisik muatan untuk memastikan kesesuaian antara manifes kargo dengan barang yang akan dikirim.

Kronologi kejadian di perairan Tanjung Buton

  1. Tim pengawas yang terdiri dari Aditya Waskita Jauhari dan seorang rekan tiba di dermaga sekitar pukul 14.00 WIB.
  2. Keduanya menaiki kapal kayu milik eksportir untuk mendekati kapal tongkang yang bersandar di tengah alur sungai.
  3. Saat proses pengawasan berlangsung, cuaca dilaporkan sedikit berangin dan ombak cukup tinggi di area tersebut.
  4. Aditya tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan jatuh terpeleset dari pinggir kapal, lalu terbentur benda keras di dek kapal.
  5. Rekan sejawat segera memberikan pertolongan pertama dan menghubungi tim medis darurat.
  6. Aditya dievakuasi ke Puskesmas terdekat di Kecamatan Sungai Apit, namun nyawanya tidak tertolong. Dokter menyatakan korban meninggal akibat cedera kepala berat (trauma tumpul) sekitar pukul 16.20 WIB.

Respons resmi keluarga dan institusi

Kepala KPPBC Bea Cukai Pekanbaru, Nugroho Prasetyo, membenarkan peristiwa nahas itu. “Kami sangat kehilangan sosok Aditya. Beliau adalah petugas yang loyal dan penuh integritas. Seluruh jajaran berduka dan mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (11/4/2025).

“Tragedi ini menjadi pengingat bahwa risiko di lapangan tidak pernah kecil. Kami akan mengevaluasi prosedur keselamatan agar kejadian serupa tak terulang.” — Nugroho Prasetyo, Kepala KPPBC Pekanbaru

Sementara itu, pihak keluarga melalui sang istri, Arinda Putri Maharani, menyampaikan permohonan agar masyarakat tidak berspekulasi dan memberikan waktu bagi keluarga untuk berduka. “Suami saya meninggal karena takdir saat menjalankan tugas negara. Kami sangat bangga, walau kehilangan ini meninggalkan luka mendalam,” tuturnya dengan isak tangis.

Penghormatan dan investigasi internal

DJBC melalui akun resmi media sosialnya juga menyampaikan belasungkawa. Jenazah Aditya telah disemayamkan di rumah duka di Kompleks Perumahan Green Hill, Pekanbaru, dan dimakamkan secara kedinasan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa pada Sabtu (12/4/2025). Upacara penghormatan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Timur.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengatakan telah membentuk tim investigasi internal untuk mendalami insiden tersebut. “Kami ingin memastikan apakah ada kelalaian prosedur atau faktor lain yang berkontribusi. Hasilnya akan menjadi dasar perbaikan standar operasional pengawasan lapangan,” terang Direktur Kepatuhan Internal DJBC, Haryo Budi Wibowo.

Dampak terhadap aktivitas ekspor di Siak

Perairan Tanjung Buton merupakan salah satu jalur penting pengangkutan komoditas ekspor seperti kelapa sawit, karet, dan kayu olahan dari Kabupaten Siak menuju pelabuhan hub di Dumai dan Batam. Musibah ini sempat menyebabkan penghentian sementara aktivitas pemuatan barang ekspor di lokasi tersebut selama kurang lebih enam jam untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara oleh Polres Siak dan Basarnas.

Ketua Asosiasi Eksportir Riau, Muhammad Fadhli, menyampaikan simpati sekaligus mengapresiasi dedikasi petugas Bea Cukai. “Kawan-kawan di lapangan adalah ujung tombak kelancaran ekspor. Kami turut berduka dan berharap keselamatan kerja menjadi prioritas utama ke depan,” ujarnya saat dihubungi.

Profil singkat Aditya Waskita Jauhari

Aditya Waskita Jauhari lahir di Pekanbaru, 14 Maret 1990. Ia bergabung menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan DJBC sejak tahun 2015 setelah melalui seleksi ketat Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Sebelum bertugas di KPPBC Pekanbaru, ia pernah ditempatkan di KPPBC Dumai dan Pusat Intelijen DJBC. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak berusia 7 dan 4 tahun.

Rekan kerjanya mengenang Aditya sebagai pribadi yang selalu sigap membantu sesama. “Dia tak pernah mengeluh meski harus patroli hingga larut malam. Kehilangan ini sangat berat bagi kami,” ucap Dimas Ardiansyah, staf KPPBC Pekanbaru, dengan nada lirih.

Komitmen keselamatan dan jaminan bagi keluarga

Sebagai aparatur sipil negara yang gugur saat menjalankan tugas, keluarga Aditya akan memperoleh hak-hak sesuai ketentuan, termasuk uang duka, santunan meninggal dunia, serta beasiswa pendidikan bagi anak-anak almarhum hingga jenjang sarjana. DJBC juga menjanjikan percepatan pencairan klaim asuransi jiwa milik almarhum.

[SOCIAL_TWEET]: Duka mendalam menghinggapi Bea Cukai. Aditya Waskita Jauhari, petugas pengawas ekspor, gugur saat bertugas di perairan Siak. Dedikasinya tak akan terlupakan. RIP, pahlawan bea cukai. #BeaCukai #RIP #TugasNegara[SOCIAL_TG]: ⚠️🕊️ Kabar Duka: Pegawai Bea Cukai Pekanbaru, Aditya Waskita Jauhari, meninggal dunia saat bertugas mengawasi pemuatan ekspor di perairan Siak. Simak kronologi dan penghormatan terakhir untuk almarhum.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User