Jakarta, Lurusin.com – Kerajaan Bahrain secara resmi mengecam serangan rudal balistik dan drone yang baru-baru ini dil

"Serangan ini tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga merusak peluang untuk de-eskalasi dan stabilitas yang sedang diupayakan di kawasan," demikian bunyi pernyataan tersebut, mengutip

Jul 08, 2026 - 05:25
0 0
Jakarta, Lurusin.com – Kerajaan Bahrain secara resmi mengecam serangan rudal balistik dan drone yang baru-baru ini dil

"Serangan ini tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga merusak peluang untuk de-eskalasi dan stabilitas yang sedang diupayakan di kawasan," demikian bunyi pernyataan tersebut, mengutip laporan yang diterima media kami.

Kecaman keras ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan sejumlah negara tetangganya. Meskipun pernyataan resmi Bahrain tidak merinci target pasti dari serangan tersebut, aksi rudal balistik dan drone ini dinilai sebagai bentuk agresi langsung yang memperburuk dinamika keamanan regional yang sudah rapuh.

Kementerian Luar Negeri Bahrain menekankan bahwa serangan semacam itu tidak dapat dibenarkan dan menyerukan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengadakan pertemuan darurat. Bahrain berharap forum internasional itu dapat mengambil tindakan tegas untuk "mengakhiri agresi yang sedang berlangsung dan meminta pertanggungjawaban para pelakunya".

Lebih lanjut, Bahrain menegaskan haknya untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayahnya. Langkah ini menunjukkan posisi Manama yang tidak akan tinggal diam terhadap ancaman-ancaman keamanan dari negara mana pun, termasuk dari Iran yang kerap berselisih dengan negara-negara Arab di Teluk.

Hubungan Bahrain dan Iran sendiri telah lama diwarnai curiga dan friksi. Meskipun mayoritas penduduk Bahrain adalah Muslim Syiah, pemerintahannya dipimpin oleh keluarga kerajaan Sunni. Iran kerap dituduh melakukan campur tangan dalam urusan internal Bahrain, sebuah tuduhan yang selalu dibantah Teheran.

Seruan Bahrain agar DK PBB segera bersidang menunjukkan urgensi situasi. Pertemuan darurat itu diharapkan dapat merumuskan langkah konkret untuk meredam eskalasi dan menjamin akuntabilitas. Bahrain ingin memastikan bahwa aksi-aksi yang mengancam stabilitas regional tidak dibiarkan tanpa konsekuensi.

Pernyataan resmi Bahrain ini menjadi salah satu suara pertama dari negara Teluk yang secara terbuka mengecam serangan Iran. Langkah ini diprediksi akan mempengaruhi sikap negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) lainnya, yang selama ini juga memiliki kekhawatiran serupa terhadap ambisi dan aktivitas militer Iran di kawasan.

Dengan penegasan hak mempertahankan kedaulatan, Bahrain membuka kemungkinan untuk mengambil langkah-langkah pertahanan yang diperlukan sesuai dengan hukum internasional. Meningkatnya ketegangan ini menempatkan kawasan Timur Tengah kembali dalam pusaran ketidakpastian, di mana setiap tindakan militer berpotensi memicu konflik yang lebih luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User