JAKARTA, Lurusin — Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, tiba di Gedung Merah Putih
Etik Suryani tampak mengenakan atasan batik bermotif cokelat dan celana hitam, dikawal oleh satu orang ajudan dan penasihat hukumnya. Ia memilih berjalan m
Etik Suryani tampak mengenakan atasan batik bermotif cokelat dan celana hitam, dikawal oleh satu orang ajudan dan penasihat hukumnya. Ia memilih berjalan masuk melalui lobi utama tanpa memberikan keterangan ekstensif kepada awak media yang telah menunggu. Hanya satu kalimat pendek yang terlontar, “Saya siap menjalani pemeriksaan.”
Pemanggilan yang Ditunggu
Surat panggilan terhadap Bupati Etik sejatinya telah dilayangkan KPK sejak pekan lalu. Juru Bicara KPK, melalui keterangan tertulis kepada Lurusin, mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan dipanggil dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya. Meski tidak menyebut nama tersangka secara spesifik, sumber internal penyidik yang enggan dikutip mengisyaratkan bahwa pemeriksaan ini masih terkait dengan proyek infrastruktur dan pengadaan alat kesehatan di Kabupaten Sukoharjo.
“Saksi diagendakan hadir hari ini. Keterangannya sangat penting untuk membuat terang tindak pidana yang sedang diusut,” demikian bunyi keterangan resmi KPK.
Jejak Kasus yang Mengular
Sukoharjo bukan nama asing di meja penyidik KPK. Pada 2022, lembaga ini menangkap tangan mantan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, beserta sejumlah pihak swasta dalam perkara suap pengadaan barang dan jasa. Dalam dakwaan yang berproses hingga inkrah, Wardoyo diduga menerima miliaran rupiah dari rekanan proyek. Etik Suryani, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Bupati, naik menjadi Bupati definitif setelah Wardoyo dinonaktifkan dan kemudian divonis bersalah.
- Status perkara: Pengembangan dari kasus suap mantan Bupati Wardoyo Wijaya.
- Fokus penyidikan: Dugaan mark-up dan fee proyek infrastruktur serta pengadaan alkes.
- Pihak yang sudah diperiksa: Lebih dari 15 saksi dari unsur ASN, swasta, dan legislatif setempat.
- Potensi kerugian negara: Diduga mencapai puluhan miliar rupiah.
Momen Politik?
Pemanggilan seorang kepala daerah aktif selalu sarat tafsir. Akan tetapi, penelusuran Lurusin ke sejumlah dokumen penanganan perkara menunjukkan bahwa KPK bergerak murni berdasarkan bukti yang ditemukan, bukan karena momentum politik. Penyidik menemukan adanya aliran dana mencurigakan yang bersinggungan dengan sejumlah program kerja Pemkab Sukoharjo yang digulirkan pada periode anggaran 2021–2023. Dalam periode itu, Etik Suryani telah menjabat sebagai Bupati definitif.
Seorang analis hukum publik dari Universitas Sebelas Maret, yang dimintai pendapat secara terpisah, menjelaskan bahwa posisi seorang saksi belum tentu berubah menjadi tersangka. Namun, kehadiran Bupati Etik sangat menentukan arah pengembangan perkara. “Semua bergantung pada sejauh mana keterkaitannya dengan peran tersangka lain dan fakta-fakta yang terungkap di persidangan nantinya,” ujarnya.
Dampak terhadap Tata Kelola Daerah
Ketidakhadiran Bupati memenuhi panggilan KPK sebelumnya sempat menimbulkan spekulasi. Kini, ketaatannya pada proses hukum mendapat apresiasi terbatas dari kalangan pemerhati antikorupsi. Meski begitu, sorotan tetap tajam: sejauh mana kepala daerah bertanggung jawab atas proyek-proyek yang terindikasi dinodai korupsi di era pemerintahannya? Sebagai pemegang kendali, Bupati biasanya menandatangani dokumen perencanaan anggaran yang menjadi dasar lelang proyek.
Pemeriksaan hari ini melengkapi rangkaian klarifikasi yang dilakukan KPK terhadap para pengambil kebijakan di daerah. Sebelumnya, tim penyidik sudah menggeledah sejumlah kantor dinas dan meminta dokumen pengadaan dari 2021 hingga 2024. Hasil penggeledahan itu, menurut sumber internal, menjadi bahan konfirmasi dalam pemeriksaan Bupati Etik.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi ruang gelap dalam pengelolaan anggaran publik di Sukoharjo. Siapa pun yang terkait, akan kami panggil,” ujar juru bicara KPK menegaskan.
Menanti Hasil Pemeriksaan
Hingga berita ini ditayangkan, Bupati Etik Suryani masih berada di dalam ruang pemeriksaan. Durasi pemeriksaan bergantung pada banyaknya pertanyaan dan bagaimana yang bersangkutan merespons. Lazimnya, pemeriksaan saksi bisa berlangsung berjam-jam, terutama jika penyidik perlu mengonfirmasi banyak dokumen dan kesesuaian jawaban dengan saksi lain.
Lurusin akan terus memantau perkembangan dan menyajikan fakta-fakta terverifikasi tanpa mengorbankan integritas jurnalistik. Kami berkomitmen menyajikan pemberitaan yang dingin, analitis, dan bebas dari spekulasi politik.
[SOCIAL_TWEET]: Bupati Sukoharjo Etik Suryani tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus korupsi. Ia enggan banyak berkomentar. #KPK #Sukoharjo #Korupsi #PemberantasanKorupsi [SOCIAL_FB]: Bupati Sukoharjo Etik Suryani akhirnya melangkah masuk ke Gedung KPK pagi tadi. Pemeriksaan ini jadi sorotan karena diduga terkait proyek-proyek bermasalah di daerahnya. Akan terungkap apa di balik pintu itu? [SOCIAL_TG]: ⚖️ Etik Suryani, Bupati Sukoharjo, kini berada di dalam Gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa sebagai saksi. Kasus korupsi di Sukoharjo terus digali. Pantau terus infonya di sini. [SOCIAL_THREADS]: Bupati Etik Suryani ke KPK nih guys, katanya jadi saksi aja. Tapi kalau udah nyangkut proyek daerah, biasanya banyak kejutan. Kita liat aja nanti hasilnya gimana. [TAGS]: Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, KPK, korupsi Sukoharjo, pemeriksaan saksi
Comments (0)