Jakarta - Tim Laporan Lurusin.com – Polemik terkait pemilihan sejumlah komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai kurang tepat dari sisi pengalaman mulai menemui titik terang. Publik sebelumnya menyoroti sejumlah figur yang dianggap tidak memiliki kompetensi linear dengan inti bisnis perusahaan pelat merah yang mereka awasi.

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari angkat bicara. Dalam keterangannya yang dilansir media kami, Qodari mengungkapkan terdapat dua modal dasar ya

Jul 06, 2026 - 07:20
0 0
Jakarta - Tim Laporan Lurusin.com – Polemik terkait pemilihan sejumlah komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai kurang tepat dari sisi pengalaman mulai menemui titik terang. Publik sebelumnya menyoroti sejumlah figur yang dianggap tidak memiliki kompetensi linear dengan inti bisnis perusahaan pelat merah yang mereka awasi.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari angkat bicara. Dalam keterangannya yang dilansir media kami, Qodari mengungkapkan terdapat dua modal dasar yang menjadi paradigma baru dalam penunjukan komisaris BUMN. Pertama, keragaman latar belakang. Pemerintah secara sadar menempatkan individu dari berbagai disiplin ilmu dan pengalaman untuk duduk di jajaran komisaris. Tujuannya bukan untuk mengabaikan kebutuhan akan keahlian teknis, melainkan untuk membawa perspektif baru yang lebih segar dalam mengawal agenda strategis pemerintah. Kedua, kemampuan memberikan alternatif solusi. Seorang komisaris tidak melulu harus memahami seluk-beluk teknis operasional sehari-hari, melainkan harus mampu memandang permasalahan korporasi dari kacamata makro serta menyediakan opsi-opsi kebijakan yang belum terpikirkan oleh direksi. Qodari mencontohkan pengalaman pribadinya saat menjabat sebagai komisaris di salah satu BUMN. Ia mengakui tidak memiliki pengalaman yang persis dengan inti bisnis perusahaan tersebut.
Pada saat itu saya menjadi komisaris, saya tidak memiliki pengalaman yang persis dengan inti bisnis perusahaan tersebut. Tapi, yang paling penting dari komisaris adalah kemampuan memberikan alternatif solusi, dan itu tetap bisa saya jalankan meskipun bidang keilmuan saya tidak linear,
Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak terjebak pada cara pandang yang monoton. Perusahaan jadi memiliki perspektif yang lebih kaya dan beragam dalam memandang suatu permasalahan sekaligus merumuskan solusi. Kebijakan ini menegaskan bahwa fungsi pengawasan dan pemberian nasihat di BUMN kini lebih menitikberatkan pada kemampuan berpikir strategis dan tata kelola yang baik, bukan sekadar pengalaman di sektor industri yang identik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User