Jakarta - Penunjukan sejumlah komisaris di berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beberapa waktu terakhir menuai sorotan publik. Kritik bermunculan karena sejumlah nama yang diangkat dinilai tidak memiliki latar belakang yang selaras dengan inti bisnis perusahaan pelat merah yang bersangkutan. Merespons polemik ini, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, memberikan klarifikasi dan pandangannya.
Dalam keterangan resmi yang diterima media kami, Qodari menjelaskan bahwa keputusan menunjuk komisaris dengan latar belakang beragam bukanlah tanpa pertimbangan. Strategi tersebut, menurutnya, diranc
Dalam keterangan resmi yang diterima media kami, Qodari menjelaskan bahwa keputusan menunjuk komisaris dengan latar belakang beragam bukanlah tanpa pertimbangan. Strategi tersebut, menurutnya, dirancang untuk menyuntikkan perspektif baru yang lebih luas serta mengawal agenda-agenda strategis pemerintah di tubuh BUMN. Qodari menekankan bahwa perbedaan latar profesi justru menjadi aset berharga dalam dinamika pengawasan perusahaan.
Peran Strategis di Balik Perbedaan Latar
Untuk memperkuat argumennya, Qodari tak segan mencontohkan pengalaman pribadinya. Ia mengaku pernah didapuk menjadi komisaris di salah satu BUMN, meskipun saat itu ia sama sekali tidak memiliki pengalaman teknis yang relevan dengan bisnis utama perusahaan tersebut. Kendati demikian, ia menolak anggapan bahwa kondisi itu mengurangi efektivitas perannya sebagai pengawas.
"Saya sendiri pernah menjadi komisaris di sebuah BUMN yang bidang usahanya benar-benar baru bagi saya. Tapi justru di situlah intinya. Perusahaan tidak hanya butuh pengawas yang paham detail teknis, tapi juga sosok yang bisa melihat masalah dari kacamata yang berbeda. Dengan beragam perspektif, kita jadi punya banyak alternatif solusi dan tidak terjebak dalam pola pikir yang monoton," ujar Qodari membela kebijakan tersebut.
Ia menambahkan, kehadiran dewan komisaris yang heterogen diyakini mampu menciptakan tata kelola perusahaan yang lebih adaptif. Hal ini sejalan dengan kebutuhan BUMN saat ini yang dituntut bergerak lincah menghadapi disrupsi industri dan persaingan global. Bakom memandang sinergi antara pengalaman sektoral dan sudut pandang strategis lintas profesi sebagai formula ideal untuk memperkokoh fondasi perusahaan-perusahaan milik negara dalam jangka panjang.
Comments (0)