Panas Menyengat, Pelayat Disiram Air Saat Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei

Teheran, Lurusin.com – Suasana duka sekaligus haru menyelimuti Masjid Imam Khomeini di ibu kota Iran, Teheran, pada Kamis (12/6/2025). Ribuan pelayat dari berbagai penjuru negeri memadati kompleks

Jul 06, 2026 - 07:23
0 0
Panas Menyengat, Pelayat Disiram Air Saat Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei

Teheran, Lurusin.com – Suasana duka sekaligus haru menyelimuti Masjid Imam Khomeini di ibu kota Iran, Teheran, pada Kamis (12/6/2025). Ribuan pelayat dari berbagai penjuru negeri memadati kompleks masjid raksasa itu untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat di usia 86 tahun.

Di tengah cuaca ekstrem yang melanda kawasan Timur Tengah, suhu udara di Teheran dilaporkan menembus angka 42 derajat Celsius. Sinar matahari yang menyengat tak menyurutkan tekad para pelayat untuk hadir dan mengantarkan kepergian sang pemimpin spiritual yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.

Semprotan Air dan Kipas Angin Dikerahkan

Demi menjamin kenyamanan dan keselamatan para pelayat, panitia penyelenggara mengerahkan sejumlah langkah antisipatif. Sejumlah mobil tangki air disiagakan di sekitar area masjid. Petugas secara berkala menyemprotkan butiran air halus ke arah kerumunan massa menggunakan selang bertekanan tinggi. Selain itu, kipas angin raksasa juga dipasang di beberapa titik strategis untuk mensirkulasikan udara panas yang menyelimuti halaman masjid.

Laporan media kami di lapangan menyebutkan, tim medis darurat juga bersiaga penuh. Puluhan ambulans dan tenda kesehatan darurat didirikan untuk mengantisipasi para pelayat yang mengalami dehidrasi atau kelelahan akibat panas. "Kami sudah menangani puluhan kasus pingsan sejak pagi tadi. Sebagian besar akibat heat stroke ringan," ujar seorang petugas medis yang enggan disebutkan namanya.

Prosesi Berjalan Khidmat

Prosesi penghormatan berlangsung sejak pagi hari. Jenazah Ayatollah Khamenei disemayamkan di dalam masjid, sementara para pelayat mengantre dengan tertib untuk memberikan penghormatan terakhir. Pembacaan doa dan ayat suci Al-Quran menggema dari pengeras suara, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam di tengah teriknya cuaca.

"Saya datang dari kota Isfahan bersama keluarga. Meskipun panas, ini adalah kewajiban kami untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin kami. Beliau adalah ayah bagi seluruh rakyat Iran," ungkap Mohammad Reza, seorang guru berusia 52 tahun yang hadir bersama istri dan dua anaknya.

Pemerintah Iran telah menetapkan tiga hari berkabung nasional. Sejumlah kepala negara dan delegasi asing dijadwalkan hadir dalam upacara pemakaman kenegaraan yang akan digelar pada Jumat besok. Diperkirakan, jutaan pelayat akan memadati jalanan Teheran dalam prosesi iring-iringan jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir.

Pengamanan Ketat dan Imbauan Pemerintah

Pihak kepolisian dan Garda Revolusi Iran menerjunkan ribuan personel untuk mengamankan jalannya prosesi. Pos-pos pemeriksaan didirikan di setiap titik masuk menuju kawasan masjid. Pemerintah mengimbau warga, terutama lansia dan anak-anak, untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan mereka sebelum hadir langsung. Saluran televisi nasional menyiarkan prosesi secara langsung, sehingga masyarakat yang tak bisa hadir tetap dapat mengikuti jalannya upacara dari rumah.

Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei meninggalkan duka mendalam bagi jutaan pengikutnya di Iran dan berbagai belahan dunia. Proses transisi kepemimpinan di Republik Islam Iran kini menjadi perhatian dunia internasional, menyusul wafatnya sosok yang telah begitu lama memegang kendali tertinggi negara tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User