IHSG Ditutup Menguat 2%, Melesat ke Level 5.875
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa cemerlang pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (3/7/2026). Indeks berhasil mempertahankan posisinya di teritori posi
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa cemerlang pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (3/7/2026). Indeks berhasil mempertahankan posisinya di teritori positif sepanjang sesi dan menutup hari dengan lonjakan yang cukup signifikan.
Berdasarkan data yang dihimpun Lurusin.com, IHSG mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 131,22 poin atau setara dengan 2,28% ke posisi 5.875,78. Capaian ini menandai penguatan harian tertinggi dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus membawa indeks kembali ke level 5.800-an yang sebelumnya sempat tertekan.
“Volume transaksi yang mencapai 18,14 miliar saham dengan nilai perputaran uang Rp10,54 triliun menunjukkan tingginya minat investor terhadap pasar saham domestik,” tulis tim riset Lurusin.com dalam laporan hariannya.
Perjalanan IHSG sepanjang hari tergolong mulus. Indeks dibuka langsung di atas level psikologis 5.800, tepatnya di 5.806,16. Sempat menyentuh level terendah harian di 5.805,92, namun tekanan jual tidak bertahan lama. Gelombang beli mendorong indeks hingga menyentuh puncaknya di 5.899,30 sebelum akhirnya sedikit terkoreksi di pengujung sesi. Pergerakan ini menandakan dominasi optimisme pelaku pasar terhadap sejumlah sentimen positif, baik dari dalam maupun luar negeri.
Frekuensi transaksi yang menembus angka 1,38 juta kali semakin mengonfirmasi partisipasi aktif investor di seluruh segmen. Hampir seluruh sektor menghijau, dengan saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak utama lonjakan IHSG. Kondisi ini menepis keraguan yang sempat muncul pada sesi-sesi perdagangan sebelumnya, di mana indeks cenderung bergerak mendatar tanpa arah yang jelas.
Pencapaian ini menjadi angin segar bagi pasar modal Tanah Air yang beberapa hari terakhir dihantui volatilitas global. Meski sempat mendekati level 5.900, resistensi di zona tersebut masih cukup kuat. Namun demikian, melihat momentum dan tingginya likuiditas yang masuk, pelaku pasar cukup optimis bahwa IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya pada awal pekan depan, dengan catatan tidak ada gejolak negatif yang muncul dari sentimen eksternal.
Dengan penguatan ini, IHSG telah membukukan performa mingguan yang cukup apik dan semakin mempertebal harapan pemulihan jangka pendek. Investor asing yang kembali masuk dan nilai transaksi yang masif memberi sinyal bahwa pasar masih memegang kepercayaan tinggi terhadap fundamental ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah.
Comments (0)