Ibu Hamil di Intan Jaya Tewas Kena Peluru Nyasar, TNI Ungkap Tembakan dari OPM
Sebuah insiden memilukan kembali terjadi di wilayah konflik Papua. Seorang ibu hamil dilaporkan tewas setelah terkena peluru nyasar di kawasan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Peristiwa tr
Sebuah insiden memilukan kembali terjadi di wilayah konflik Papua. Seorang ibu hamil dilaporkan tewas setelah terkena peluru nyasar di kawasan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Peristiwa tragis ini langsung mendapat tanggapan dari aparat keamanan setempat. Komando Operasi TNI Habema mengonfirmasi kejadian tersebut dan memberikan keterangan resmi mengenai sumber tembakan yang menewaskan korban sipil.
Menurut laporan yang diterima media kami, aksi penembakan terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, pada Kamis (2/6). Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, peluru yang merenggut nyawa ibu hamil tersebut berasal dari tembakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata yang terafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Serangan Tiga Titik dalam Waktu Singkat
Pihak TNI melalui Koops Habema mengungkap detail kronologis yang cukup mengkhawatirkan. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa serangan tidak hanya berasal dari satu arah. Fakta lapangan menunjukkan adanya gangguan keamanan berupa tembakan yang dilancarkan dari tiga titik berbeda secara hampir bersamaan.
"Gangguan tembakan kelompok bersenjata di Sugapa yang menyebabkan warga sipil terkena peluru nyasar. Fakta lapangan menunjukkan tembakan berasal dari tiga titik yang berbeda," ujar Letkol Inf M Wirya Arthadiguna dalam pernyataan resminya yang dikutip Lurusin.com.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa aksi penembakan yang menewaskan korban tersebut terjadi dalam rentang waktu yang sangat singkat, yakni sekitar 15 menit. Pola serangan multi-titik ini semakin menguatkan dugaan bahwa aksi tersebut telah direncanakan oleh kelompok pengganggu keamanan. Letkol Wirya secara spesifik menyebutkan bahwa pelaku penyerangan berasal dari kelompok OPM yang berada di bawah pimpinan Peles Tigau.
Kejadian ini menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik di wilayah pegunungan Papua. Gugurnya seorang ibu hamil yang tidak berdosa memicu keprihatinan mendalam, mengingat dua nyawa melayang sekaligus dalam insiden berdarah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas serangan mematikan ini.
Comments (0)