Perkuat Pertahanan RI, Bamsoet Dukung Investasi Industri Amunisi

Jakarta – Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (PERIKHSA) Bambang Soesatyo (Bamsoet) memberikan dukungan penuh terhadap rencana kerja

Jul 07, 2026 - 23:04
0 0
Perkuat Pertahanan RI, Bamsoet Dukung Investasi Industri Amunisi

Jakarta – Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (PERIKHSA) Bambang Soesatyo (Bamsoet) memberikan dukungan penuh terhadap rencana kerja sama strategis antara perusahaan asal Malaysia, Maruss SDN BHD, dengan Jangkar Sinergi Group dan PERIKHSA. Kolaborasi ini difokuskan pada pasokan amunisi sesuai ketentuan yang berlaku untuk kebutuhan senjata latihan, senjata api bela diri, serta keperluan militer di Indonesia.

Dukungan tersebut disampaikan Bamsoet saat menerima langsung CEO Maruss SDN BHD, Syafiq bin Mohd Razi, di Black Stone Lounge Jakarta, Sabtu (4/7/26). Menurutnya, kerja sama ini bukan sekadar transaksi pengadaan, melainkan langkah taktis untuk memperkuat logistik pertahanan nasional sekaligus membuka jalan bagi investasi dan transfer teknologi dari negeri jiran.

Transfer Teknologi Jadi Prioritas

Dalam pertemuan itu, Bamsoet menekankan bahwa pasokan amunisi yang terjamin merupakan elemen vital dalam mendukung program latihan aparat, pemenuhan hak bela diri warga negara yang diatur undang-undang, hingga kesiapan sistem pertahanan negara. Namun, ia menegaskan bahwa aspek terpenting dari kolaborasi ini adalah alih pengetahuan dan peningkatan kapasitas industri dalam negeri.

"Pasokan amunisi yang terjamin sangat penting untuk mendukung latihan aparat, kebutuhan bela diri yang diatur sesuai ketentuan hukum, maupun kesiapan pertahanan negara. Yang jauh lebih penting, kolaborasi ini harus diarahkan pada transfer teknologi, peningkatan kemampuan industri dalam negeri, serta pengembangan sumber daya manusia nasional," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis yang diterima media kami.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi komitmen untuk tidak sekadar menjadi pasar bagi produk pertahanan asing, tetapi juga memanfaatkan kerja sama ini guna membangun kemandirian industri strategis. Dengan transfer teknologi, diharapkan muncul produsen amunisi lokal yang mumpuni dan mampu memenuhi kebutuhan domestik secara berkelanjutan.

Profil dan Peluang dari Maruss SDN BHD

Maruss SDN BHD merupakan produsen amunisi berlisensi yang didirikan pada 2018. Kendati tergolong muda, perusahaan ini telah mengembangkan tiga lini usaha utama yaitu manufaktur amunisi, modernisasi senjata, serta pengadaan alat pertahanan. Kehadiran mereka dalam rantai pasok regional dinilai strategis karena Malaysia memiliki ekosistem industri pertahanan yang cukup matang, terutama dalam hal standar produksi dan kontrol kualitas.

Kerja sama dengan Jangkar Sinergi Group—entitas bisnis lokal yang bergerak di sektor pertahanan—dan PERIKHSA sebagai wadah pemilik izin senjata api bela diri, diharapkan menciptakan sinergi yang saling menguntungkan. Selain menjamin ketersediaan amunisi bagi anggota PERIKHSA yang tersebar di seluruh Indonesia, kolaborasi ini juga membuka peluang investasi di bidang manufaktur komponen amunisi di dalam negeri.

Laporan media kami mengonfirmasi bahwa rencana kerja sama ini masih dalam tahap penjajakan dan akan disesuaikan dengan kerangka regulasi yang berlaku, termasuk aturan dari Kementerian Pertahanan dan Kepolisian RI mengenai pengadaan amunisi untuk sipil maupun militer.

Memperluas Kolaborasi Pertahanan di Asia Tenggara

Bamsoet menilai kerja sama ini juga merupakan angin segar bagi upaya memperluas kolaborasi industri pertahanan di kawasan Asia Tenggara. Di tengah dinamika geopolitik yang menuntut kemandirian alutsista, negara-negara ASEAN perlu saling melengkapi rantai pasok. Investasi dari Maruss di Indonesia tidak hanya akan menghemat devisa, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mempercepat alih teknologi yang selama ini menjadi kendala utama industri pertahanan nasional.

Dengan dukungan dari tokoh legislatif sekaligus pemangku kepentingan di bidang senjata api bela diri, kolaborasi ini diharapkan segera memasuki tahap implementasi konkret. Langkah ini menjadi bukti bahwa penguatan pertahanan tidak selalu harus bergantung pada pembelian langsung dari luar negeri, melainkan dapat dilakukan melalui kemitraan strategis yang memprioritaskan kepentingan nasional jangka panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User