Harga Telur di Temanggung Anjlok ke Rp17.000–Rp18.000 per Kg
Temanggung – Harga telur ayam ras di tingkat peternak di Kabupaten Temanggung merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan pantauan Lurusin.com di sejumlah sentra peternakan, harga jual
Temanggung – Harga telur ayam ras di tingkat peternak di Kabupaten Temanggung merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan pantauan Lurusin.com di sejumlah sentra peternakan, harga jual telur kini hanya berkisar Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram, jauh di bawah harga normal yang biasanya bertengger di level Rp22.000–Rp24.000 per kilogram.
Lemahnya Daya Beli dan Produksi Melimpah
Penurunan drastis ini dipicu oleh kombinasi dua faktor utama. Pertama, daya beli masyarakat yang melemah secara musiman, terutama setelah periode libur panjang dan menjelang musim paceklik. Kedua, produksi telur yang melampaui permintaan pasar. Data yang dihimpun Lurusin.com dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Temanggung menunjukkan bahwa produksi telur dalam tiga bulan terakhir naik sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan penyerapan pasar justru turun 8 persen. Kelebihan pasokan ini menekan harga di tingkat peternak hingga di bawah titik impas.
"Kami terpaksa menjual telur di bawah harga pokok produksi yang saat ini sekitar Rp19.500 per kilogram. Setiap hari kami merugi, karena biaya pakan dan operasional tetap tinggi," ujar Sudarman, peternak di Kecamatan Kandangan, saat ditemui Lurusin.com awal pekan ini.
Dampak pada Peternak dan Rantai Pasok
Kondisi ini berdampak serius bagi peternak mandiri. Banyak peternak kecil yang mulai mengurangi populasi ayam atau bahkan menghentikan produksi untuk sementara. Di sisi hilir, pedagang di pasar tradisional mengeluhkan penurunan omzet karena sebagian konsumen beralih ke sumber protein lain yang lebih murah. Beberapa koperasi peternak mencoba menyerap kelebihan produksi dengan mengolah telur menjadi produk bernilai tambah seperti telur asin, telur pindang, dan tepung telur, namun kapasitas pengolahan yang terbatas membuat upaya ini belum mampu mengangkat harga.
Pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Temanggung mengaku tengah memantau situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi, termasuk pelaksanaan operasi pasar dan potensi penyerapan telur untuk program bantuan pangan. "Kami berharap ada intervensi pasar agar harga kembali stabil dan peternak tidak terus merugi," kata Kepala Dinas, Drs. H. Budi Santoso, dalam keterangan kepada Lurusin.com.
Upaya Stabilisasi Harga
Sejumlah asosiasi peternak mengusulkan percepatan kebijakan pengendalian produksi melalui pengaturan distribusi bibit day old chick (DOC) serta mendorong ekspansi distribusi telur ke luar daerah. Kampanye peningkatan konsumsi telur juga dinilai mendesak untuk mendongkrak permintaan domestik.
Menariknya, hingga laporan ini disusun, harga telur di tingkat konsumen di Temanggung masih bertahan di kisaran Rp22.000–Rp24.000 per kilogram. Artinya, penurunan di tingkat peternak belum sepenuhnya dinikmati masyarakat. Situasi ini justru membuat pedagang eceran menikmati margin keuntungan yang lebih besar di tengah penderitaan peternak. Harga telur yang anjlok ini menjadi gambaran klasik tentang persoalan rantai pasok perunggasan yang perlu segera dibenahi.
Comments (0)