Ginekolog Ungkap Pentingnya Cek Vitamin D Saat Menopause

Menopause adalah fase alami yang pasti dilalui setiap perempuan, umumnya pada rentang usia 45 hingga 55 tahun. Meski bukan penyakit, masa transisi ini kera

Ginekolog Ungkap Pentingnya Cek Vitamin D Saat Menopause

Menopause adalah fase alami yang pasti dilalui setiap perempuan, umumnya pada rentang usia 45 hingga 55 tahun. Meski bukan penyakit, masa transisi ini kerap disertai perubahan fisik dan emosional yang dapat mengganggu kualitas hidup, mulai dari gangguan tidur, kelelahan kronis, hingga penurunan kepadatan tulang. Karena itu, mengenali sinyal awal menopause menjadi langkah penting agar perempuan dapat menghadapi fase ini dengan lebih siap, tenang, dan tetap sehat.

Pandangan tersebut disampaikan Raffaela Di Pace, ginekolog yang juga doktor riset di bidang Fisiopatologi Menopause sekaligus konsultan seksologi. Menurutnya, banyak perempuan baru mencari pertolongan medis ketika gejala sudah sangat mengganggu, padahal deteksi dini bisa mengubah pengalaman menopause secara signifikan.

"Mengenali sinyal pertama menopause adalah langkah fundamental. Semakin dini seorang perempuan memahami perubahan yang terjadi pada tubuhnya, semakin besar peluangnya menjalani fase ini dalam kondisi sehat, baik secara fisik maupun psikologis," kata Di Pace.

Mengenali Sinyal Awal Menopause

Sebelum menopause tiba, perempuan melewati masa perimenopause yang dapat berlangsung dua hingga delapan tahun. Pada periode ini, produksi hormon estrogen dan progesteron berfluktuasi sebelum akhirnya menurun drastis. Sejumlah gejala khas yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Siklus menstruasi tidak teratur, bisa lebih pendek, lebih panjang, atau lebih deras dari biasanya.
  • Hot flashes, sensasi panas mendadak di wajah, leher, dan dada yang sering disertai keringat berlebih.
  • Keringat malam yang mengganggu kualitas tidur dan memicu kelelahan.
  • Perubahan suasana hati, mudah tersinggung, cemas, hingga gejala depresi ringan.
  • Kekeringan vagina dan penurunan gairah seksual.
  • Penambahan berat badan, terutama di area perut.

"Gejala-gejala ini sering dianggap sepele atau disalahartikan sebagai stres semata. Padahal, tubuh sedang mengirimkan pesan bahwa transisi hormonal telah dimulai," ujar Di Pace.

Mengapa Vitamin D Penting Saat Menopause?

Salah satu konsekuensi paling serius dari penurunan estrogen adalah penurunan kepadatan tulang. Estrogen berperan melindungi tulang; ketika kadarnya jatuh, risiko osteoporosis dan patah tulang meningkat tajam. Di sinilah vitamin D berperan krusial, karena vitamin ini mengatur penyerapan kalsium di usus.

"Tanpa vitamin D yang cukup, kalsium yang dikonsumsi tidak akan terserap secara optimal. Saya selalu menyarankan pasien menopause memeriksa kadar 25-OH vitamin D secara berkala, karena defisiensi sangat umum ditemukan dan sering muncul tanpa gejala," jelas Di Pace.

Selain untuk tulang, vitamin D juga berkontribusi pada sistem imun, kesehatan otot, dan stabilitas suasana hati. Kadar ideal dalam darah umumnya berada di atas 30 ng/mL. Bila berada di bawah angka itu, dokter dapat menganjurkan suplementasi dengan dosis yang disesuaikan kondisi masing-masing pasien.

Pemeriksaan yang Disarankan

Selain tes vitamin D, ada sejumlah pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan perempuan saat memasuki masa menopause:

Jenis PemeriksaanTujuanFrekuensi
Tes darah 25-OH Vitamin DMengukur kadar vitamin DSetahun sekali
Densitometri tulang (MOC/DEXA)Menilai kepadatan tulang dan risiko osteoporosisSesuai anjuran dokter
MamografiDeteksi dini kanker payudara1–2 tahun sekali
Pap smear/tes HPVSkrining kanker serviks3–5 tahun sekali
Profil lipid dan gula darahMemantau risiko jantung dan diabetesSetahun sekali

Gaya Hidup Pendukung

Pemeriksaan medis perlu diimbangi gaya hidup sehat. Paparan sinar matahari 15–20 menit sehari membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Konsumsi ikan berlemak, telur, susu, dan sayuran hijau juga dianjurkan. Aktivitas fisik menahan beban seperti jalan cepat, senam aerobik, atau latihan beban ringan efektif menjaga kepadatan tulang, sementara rokok dan alkohol sebaiknya dihindari karena mempercepat pengeroposan.

"Menopause bukan akhir dari apa pun. Dengan pemantauan yang tepat dan gaya hidup seimbang, fase ini justru bisa menjadi awal dari babak hidup yang lebih sadar dan sehat," tutup Di Pace.
[SOCIAL_TWEET]: Menopause bukan akhir segalanya. Ginekolog Raffaela Di Pace jelaskan pentingnya cek vitamin D dan pemeriksaan rutin agar tetap sehat. #KesehatanWanita #Menopause[SOCIAL_TG]: Hot flashes, siklus tak teratur, susah tidur? Bisa jadi itu sinyal awal menopause. Ginekolog menyarankan cek vitamin D dan sejumlah pemeriksaan penting. Simak selengkapnya di Lurusin.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User