Oct 07, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

NEW JERSEY — 219 Kura-kura Kotak Dibuang Ilegal, Pusat Konservasi Turun Tangan

Aksi pembuangan ratusan reptil secara massal di bantaran sungai kawasan Cranford, New Jersey, memicu kecaman keras sekaligus investigasi lingkungan yang me

NEW JERSEY — 219 Kura-kura Kotak Dibuang Ilegal, Pusat Konservasi Turun Tangan

Aksi pembuangan ratusan reptil secara massal di bantaran sungai kawasan Cranford, New Jersey, memicu kecaman keras sekaligus investigasi lingkungan yang mendalam. Sebanyak 219 ekor kura-kura kotak (box turtles) yang berhasil diselamatkan kini menjalani perawatan intensif di Mercer County Wildlife Center. Penemuan mengejutkan yang bermula sejak Juli lalu ini memperlihatkan sisi kelam dugaan rantai perdagangan satwa liar ilegal yang gagal diselundupkan.

Kura-kura kotak merupakan hewan soliter yang memiliki wilayah jelajah spesifik. Fakta bahwa ratusan ekor ditemukan menumpuk di satu titik bantaran sungai memperkuat dugaan para penyelidik bahwa satwa-satwa malang ini sengaja dicampakkan oleh oknum yang panik menghindari jerat hukum atau distributor pasar gelap yang kehilangan pembeli.

Dugaan Jejak Perdagangan Gelap Satwa Eksotis

Operasi penyelamatan berskala besar langsung digelar tak lama setelah laporan warga pertama kali masuk. Dari ratusan spesimen yang terlantar, tim medis Mercer County Wildlife Center berhasil mengamankan 219 ekor yang masih bertahan hidup, meski banyak di antaranya mengalami dehidrasi berat, malnutrisi, dan luka pada tempurung.

"Menemukan kura-kura kotak dalam konsentrasi sebesar ini di satu lokasi bukanlah fenomena alamiah. Ini jelas merupakan intervensi manusia, kemungkinan besar terkait aktivitas penangkaran ilegal atau sindikat perdagangan satwa yang kolaps," ungkap pengamat konservasi satwa setempat.

Investigasi terhadap asal-usul ratusan kura-kura ini terus bergulir. Pasar gelap reptil di Amerika Utara kerap mengincar kura-kura kotak karena corak tempurungnya yang unik dan bernilai tinggi di kalangan kolektor luar negeri, terutama Asia dan Eropa.

Pacuan Waktu Melawan Musim Dingin: Fase Brumasi

Tantangan terbesar kini beralih ke meja perawatan. Menjelang datangnya musim dingin, tim rehabilitasi di Mercer County Wildlife Center berpacu dengan waktu. Sebagai reptil berdarah dingin, kura-kura kotak di kawasan subtropis memerlukan mekanisme pertahanan hidup yang disebut brumasi—kondisi dormansi fisiologis mirip hibernasi.

Untuk memastikan keselamatan ratusan kura-kura tersebut, pengelola pusat suaka satwa kini tengah membangun kandang luar ruang khusus (outdoor enclosures). Fasilitas ini dirancang agar kura-kura dapat:

  • Menggali lapisan tanah alami dan daun kering secara mandiri guna mencari suhu stabil di bawah batas beku (frost line).
  • Menurunkan laju metabolisme secara perlahan tanpa ancaman predator atau fluktuasi cuaca ekstrem.
  • Menjalani isolasi medis untuk meminimalisasi transmisi patogen sebelum rencana pelepasliaran jangka panjang.

Komplikasi Ekologis dalam Upaya Pelepasliaran

Meski ratusan kura-kura ini selamat dari kematian di tepi sungai, jalan menuju alam bebas masih terjal. Spesies kura-kura kotak memiliki insting homing yang sangat kuat. Jika dilepaskan di sembarang habitat baru, mereka akan terus berjalan mencari lokasi asalnya hingga mati karena kelelahan atau terlindas kendaraan.

Selain faktor perilaku, ancaman transmisi penyakit menjadi perhatian utama tim biosekuriti. Kura-kura yang sempat berada di penampungan padat berisiko membawa virus seperti Ranavirus, yang dapat memusnahkan populasi liar lokal jika dilepasliarkan tanpa protokol karantina yang ketat.

Mercer County Wildlife Center menegaskan komitmennya untuk mengawal proses pemulihan ini hingga tuntas, sembari otoritas berwenang New Jersey terus memburu pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan satwa ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User