Erning Kumala Dewi Pimpin Seksi Pelatihan Kerja di Jakarta Selatan

Sejak dilantik, Erning Kumala Dewi resmi memegang kendali sebagai Kepala Seksi Pelatihan, Penempatan, Produktivitas, dan Transmigrasi (P3T) pada Suku Dinas

Jul 09, 2026 - 18:46
0 0
Erning Kumala Dewi Pimpin Seksi Pelatihan Kerja di Jakarta Selatan

Sejak dilantik, Erning Kumala Dewi resmi memegang kendali sebagai Kepala Seksi Pelatihan, Penempatan, Produktivitas, dan Transmigrasi (P3T) pada Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Kota Administrasi Jakarta Selatan. Posisi ini menempatkannya di garis depan upaya penurunan angka pengangguran di wilayah dengan karakteristik ekonomi terbesar di Provinsi DKI Jakarta. Dalam konteks data terkini, langkahnya dinilai krusial karena Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) DKI Jakarta mencapai 6,06 persen pada Agustus 2024—naik dari posisi 5,93 persen di periode yang sama tahun sebelumnya (BPS Provinsi DKI Jakarta, 2024). Belum ada angka spesifik per wilayah administrasi, namun Jakarta Selatan selama ini mencatat komposisi pencari kerja yang tinggi akibat dominasi sektor jasa, keuangan, dan perdagangan modern.

Tugas dan Fungsi yang Melekat pada Seksi P3T

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 57 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah, Seksi P3T memiliki enam tugas teknis inti: menyusun program pelatihan vokasi, mengeksekusi penempatan tenaga kerja di perusahaan, membina produktivitas tenaga kerja, melaksanakan transmigrasi, memfasilitasi hubungan industrial di tingkat pencari kerja dan pemberi kerja, serta mengelola informasi pasar tenaga kerja. Erning Kumala Dewi tak hanya bertanggung jawab pada aspek administratif, tetapi juga memastikan bahwa setiap program yang digulirkan berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran terbuka.

“Dalam struktur kami, fungsi pelatihan dan penempatan harus berjalan simultan. Pelatihan tanpa penempatan hanya akan menambah beban pengangguran terdidik,” demikian kutipan dari dokumen Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta 2023–2026 yang menjadi pijakan kebijakan di tingkat suku dinas.

Program Andalan 2025: Dari BLK hingga Job Fair

Di bawah koordinasinya, Sudin Nakertrans Jaksel telah menyiapkan serangkaian program unggulan untuk tahun berjalan. Salah satunya adalah pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah yang difokuskan pada keterampilan padat karya dan digital, seperti tata busana, pengelasan, desain grafis, hingga digital marketing. Data dari laporan kinerja 2023 menunjukkan bahwa tingkat serapan lulusan BLK di Jakarta Selatan mencapai 73 persen setelah tiga bulan pelatihan, sebuah capaian yang ingin dinaikkan menjadi 80 persen pada tahun 2025.

Program penempatan diperkuat melalui Job Fair rutin yang pada kuartal pertama 2025 telah mempertemukan 3.200 pencari kerja dengan 85 perusahaan yang membuka lebih dari 4.500 lowongan. Tidak hanya berskala kota, Erning juga mendorong kolaborasi dengan platform digital seperti Karirhub Kemnaker untuk memperluas jangkauan pencari kerja ke perusahaan di luar wilayah.

Tantangan di Era Disrupsi dan Mau Tidak Mau Harus Diatasi

Menghadapi era otomatisasi dan dominasi ekonomi gig, seksi ini juga memetakan kesenjangan keterampilan (skill gap) yang melebar. Survei internal yang dilakukan bersama Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) pada akhir 2024 mengidentifikasi bahwa 58 persen pencari kerja usia 18—35 tahun belum memiliki sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan permintaan industri. Erning merespons dengan merancang percepatan program “Inkubasi Kewirausahaan Digital” yang menargetkan 500 wirausaha muda baru pada tahun 2025, lengkap dengan pendampingan legalitas, akses permodalan digital, dan pemasaran daring.

Sementara itu, dari sisi transmigrasi, meskipun minat urban ke luar Jawa sempat menurun pascapandemi, data menunjukkan terdapat 120 Kepala Keluarga dari Jakarta Selatan yang mendaftar program transmigrasi dalam gelombang pertama 2025, meningkat 40 persen dari periode yang sama di 2024. Angka ini menjadi indikator bahwa fungsi transmigrasi tetap relevan sebagai alternatif pemerataan pembangunan.

Dengan perpaduan data, regulasi, dan program konkret ini, peran Erning Kumala Dewi tidak sekadar seremonial, melainkan menyentuh langsung denyut nadi pasar kerja di ibukota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User