ERIA Tunjuk Venkatachalam Anbumozhi sebagai Senior Research Fellow untuk Inovasi

Jakarta — Lembaga riset ekonomi terkemuka di kawasan, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), resmi menunjuk Dr. Venkatachalam Anbumozhi sebagai Senior Research Fellow untuk bida...

Jul 12, 2026 - 18:44
0 0
ERIA Tunjuk Venkatachalam Anbumozhi sebagai Senior Research Fellow untuk Inovasi

Jakarta — Lembaga riset ekonomi terkemuka di kawasan, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), resmi menunjuk Dr. Venkatachalam Anbumozhi sebagai Senior Research Fellow untuk bidang Inovasi. Penunjukan ini memperkuat fokus ERIA dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis teknologi dan keberlanjutan di seluruh negara anggota ASEAN dan Asia Timur.

Dalam peran barunya, Anbumozhi akan memimpin berbagai program penelitian strategis yang menjembatani kebijakan inovasi, investasi teknologi bersih, dan integrasi rantai pasok regional. Pengangkatannya sejalan dengan mandat ERIA untuk menjadi think tank yang menyediakan rekomendasi kebijakan berbasis bukti bagi para pemimpin ASEAN dan mitra dialog.

Latar Belakang dan Rekam Jejak

Dr. Venkatachalam Anbumozhi dikenal sebagai ekonom dan peneliti senior dengan spesialisasi pada inovasi berkelanjutan dan ekonomi rendah karbon. Sebelum bergabung dengan ERIA, ia telah malang melintang di berbagai lembaga riset internasional dan organisasi multilateral. Rekam jejaknya mencakup riset mendalam mengenai mekanisme transfer teknologi, pembiayaan hijau, dan model integrasi pasar energi di Asia.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Anbumozhi telah menerbitkan banyak publikasi di jurnal bereputasi global dan menyunting sejumlah buku tentang transisi energi dan kebijakan industri. Keahliannya dalam mengawinkan pendekatan ekonomi dengan inovasi teknologi menjadikannya figur sentral dalam diskusi tentang masa depan industri padat karya dan padat emisi di kawasan.

Fokus Riset Inovasi dalam Agenda ERIA

Sebagai Senior Research Fellow untuk Inovasi, Anbumozhi akan mengarahkan proyek-proyek yang berfokus pada percepatan adopsi teknologi digital, pengembangan ekosistem startup, dan transformasi sektor manufaktur melalui Industri 4.0. Agendanya mencakup tiga pilar utama: (1) mempercepat komersialisasi hasil riset di universitas dan lembaga riset; (2) menyusun kerangka kebijakan untuk investasi asing langsung yang mendorong alih teknologi; serta (3) memperkuat kapasitas UMKM dalam memanfaatkan inovasi digital.

ERIA menilai bahwa inovasi bukan sekadar soal teknologi, melainkan integrasi antara kebijakan, insentif fiskal, dan kesiapan sumber daya manusia. Dalam konteks inilah Anbumozhi diharapkan mampu merumuskan peta jalan yang selaras dengan Cetak Biru Komunitas Ekonomi ASEAN 2025 dan visi pasca-2025.

Dorongan bagi Kolaborasi Regional

Pengangkatan ini juga menegaskan komitmen ERIA untuk memperkuat kolaborasi antara negara maju dan berkembang di Asia Timur. Anbumozhi memiliki jaringan luas dengan lembaga riset di Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, serta negara-negara ASEAN. Hal ini membuka peluang bagi pertukaran pengetahuan dan transfer praktik terbaik dalam pengembangan klaster inovasi.

“Inovasi terletak pada titik temu antara ambisi nasional dan kerja sama regional,” demikian pandangan Anbumozhi yang sering ia suarakan di forum internasional. Dengan pendekatan multidisipliner, ia akan menginisiasi dialog kebijakan tingkat tinggi, lokakarya teknis, serta studi komparatif yang menjawab tantangan bersama, seperti ketimpangan digital dan standar interoperabilitas.

Konteks Ekonomi dan Urgensi Inovasi

Penunjukan ini datang di saat yang krusial. Negara-negara ASEAN tengah menghadapi tekanan untuk mendiversifikasi ekonomi, mengurangi ketergantungan pada komoditas primer, dan merespons disrupsi rantai pasok global pasca-pandemi. Inovasi menjadi katalis utama untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Data dari laporan terbaru ERIA menunjukkan bahwa investasi dalam riset dan pengembangan di ASEAN masih di bawah 1 persen dari PDB—jauh dari target yang diamanatkan. Di sinilah peran Senior Research Fellow seperti Anbumozhi menjadi vital: menerjemahkan data dan tren global menjadi rekomendasi yang dapat dieksekusi oleh para pengambil kebijakan.

Harapan ke Depan

ERIA optimistis bahwa pengalaman dan kepemimpinan intelektual Anbumozhi akan memberikan kontribusi signifikan tidak hanya bagi lembaga, tetapi juga bagi seluruh ekosistem inovasi di ASEAN. Publikasi mendatang, laporan strategis, dan forum kebijakan yang dipimpinnya akan menjadi acuan penting dalam merancang lanskap ekonomi yang lebih resilien dan inklusif.

Dengan masa jabatan yang segera berlaku efektif, para pemangku kepentingan menanti hasil konkret dari agenda inovasi ERIA di bawah arahan barunya. Langkah ini menandai babak baru dalam upaya kolektif mewujudkan Asia yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User