Dua Raksasa Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Cabut dari RI, Pindah ke Vietnam!

Lurusin.com — Sinyal gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghantui sektor manufaktur Tanah Air. Kali ini, dua pabrik komponen otomotif berskala besar di Jawa Timur disebut-sebut aka

Jul 08, 2026 - 00:42
0 0
Dua Raksasa Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Cabut dari RI, Pindah ke Vietnam!

Lurusin.com — Sinyal gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghantui sektor manufaktur Tanah Air. Kali ini, dua pabrik komponen otomotif berskala besar di Jawa Timur disebut-sebut akan menjadi episentrum PHK massal. Informasi mengejutkan ini diungkap langsung oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, dalam konferensi pers virtual pada Minggu (21/6/2026).

Keduanya berlokasi di kawasan industri strategis, masing-masing di Pasuruan dan Mojokerto. Bukan sembarang pabrik, keduanya merupakan pemasok komponen vital bagi rantai pasok otomotif nasional dengan kepemilikan induk perusahaan yang bermarkas di Jepang. Berdasarkan laporan yang diterima media kami, perusahaan induk itu kini tengah bersiap mengalihkan seluruh produksinya ke Vietnam dan meninggalkan Indonesia. Ancaman ini bukan isapan jempol; ribuan karyawan terancam kehilangan mata pencaharian.

Mobil Listrik Jadi Titik Balik

Langkah eksodus ini dipercaya sebagai konsekuensi dari transformasi besar-besaran yang dilakukan perusahaan induk. Mereka berencana mengubah haluan bisnis dari komponen kendaraan berbasis mesin konvensional menuju produksi suku cadang pendukung kendaraan listrik (EV). Sayangnya, dalam perhitungan korporasi, Indonesia dinilai belum sekompetitif Vietnam yang agresif menggelontorkan insentif fiskal dan pembangunan ekosistem EV terintegrasi. Said Iqbal tidak menampik kekhawatiran tersebut saat memberikan keterangan. Berikut pernyataannya yang dikutip oleh Lurusin.com:

"Di daerah Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dua perusahaan raksasa komponen otomotif. Itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK."

Meski belum merilis identitas korporasi, penekanan pada kata “raksasa” dan “ribuan” memberi gambaran nyata tentang skala badai PHK yang mungkin terjadi. Media kami masih terus menggali dan mengonfirmasi nama resmi kedua entitas tersebut kepada asosiasi industri dan serikat pekerja setempat.

Pemerintah Siapkan Mitigasi

Said Iqbal menekankan pemerintah tidak tinggal diam. Koordinasi darurat kini dijalin dengan kementerian teknis serta manajemen perusahaan. “Kami sedang berkoordinasi dengan kementerian terkait dan manajemen perusahaan agar hak-hak pekerja terpenuhi dan ada program alih keterampilan,” ujarnya, tanpa membeberkan detail teknis program yang dimaksud. Fokus utama saat ini, kata dia, adalah memastikan pesangon dibayarkan sesuai aturan yang berlaku serta menyiapkan jaring pengaman sosial bagi korban PHK.

Fenomena relokasi ini bukan yang pertama. Beberapa tahun terakhir, raksasa otomotif global memang aktif merestrukturisasi jejak produksi mereka di Asia Tenggara. Vietnam dan Thailand muncul sebagai magnet investasi baru lantaran menawarkan infrastruktur logistik dan insentif pajak yang lebih agresif untuk menarik pemain di industri mobil listrik. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi daya saing industri komponen otomotif dalam negeri.

Hingga berita ini diturunkan, Lurusin.com masih menunggu klarifikasi resmi dari kedua perusahaan. Perkembangan situasi ini akan terus dipantau dan disajikan secara utuh demi kepentingan ribuan pekerja yang kini berada dalam ketidakpastian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User