FAO Wanti-wanti Harga Daging Sapi & Ayam Melonjak Tahun Ini

Laporan terbaru dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memberikan sinyal waspada bagi konsumen global. Media kami merangkum proyeksi bahwa tren harga daging, khususnya daging sapi dan dagin

Jul 08, 2026 - 00:42
0 0
FAO Wanti-wanti Harga Daging Sapi & Ayam Melonjak Tahun Ini

Laporan terbaru dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memberikan sinyal waspada bagi konsumen global. Media kami merangkum proyeksi bahwa tren harga daging, khususnya daging sapi dan daging ayam, diperkirakan tetap bertengger di level tinggi sepanjang tahun 2026. Gejolak harga ini bukan sekadar fluktuasi musiman, melainkan didorong oleh kombinasi kompleks dari permintaan impor yang tak kunjung surut dan ketatnya pasokan dari negara-negara pengekspor utama. Berdasarkan data yang dihimpun tim redaksi, kondisi ini berpotensi menekan daya beli masyarakat di berbagai belahan dunia.

Indeks Harga Daging Global Meroket

Secara statistik, kenaikan harga sudah terkonfirmasi melalui Indeks Harga Daging FAO. Dalam Laporan Food Outlook edisi Juni 2026 yang dikutip media kami, indeks harga daging global rata-rata berhasil menembus angka 130,5 poin pada Mei 2026. Angka ini menunjukkan akselerasi yang signifikan, yakni melesat 4,5% sejak awal Januari 2026. Lebih mengejutkan lagi, jika ditarik perbandingan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, harga daging global sudah tercatat lebih tinggi 6,3%. Grafik ini memperlihatkan bahwa tekanan inflasi pada sektor pangan hewani belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat.

Produksi Lesu di Tengah Gejolak Pasar

Kekhawatiran FAO semakin bertambah seiring dengan proyeksi pertumbuhan produksi daging dunia yang cenderung lesu. Sepanjang tahun 2026, produksi daging global diramal hanya mampu tumbuh tipis sebesar 1,0% secara tahunan (year on year), menuju volume sekitar 391 juta ton. Pertumbuhan yang lambat ini tidak akan mampu mengimbangi laju permintaan yang tetap agresif. Di sisi lain, kendala pasokan semakin kompleks karena sejumlah negara produsen utama masih bergelut dengan dampak lanjutan dari wabah penyakit hewan serta gangguan rantai logistik yang dipicu oleh ketegangan geopolitik. Situasi ini menciptakan kesenjangan antara suplai dan permintaan yang pada akhirnya mendorong harga eceran semakin menjulang.

Faktor kebijakan perdagangan internasional yang kerap berubah-ubah turut menjadi katalis utama dalam menciptakan ketidakpastian di pasar global. Proteksionisme dan restruksi ekspor dari negara-negara kunci membuat mekanisme pasar tidak berjalan normal. Volatilitas yang tinggi ini membuat para importir kesulitan mengamankan stok dengan harga yang wajar, sehingga beban biaya akhirnya bergeser ke konsumen akhir.

"Kebijakan perdagangan yang terus berubah ikut memicu tingginya volatilitas pasar, yang pada akhirnya memperkuat tren kenaikan harga daging di tingkat global," tulis FAO dalam laporan yang kami rilis hari ini (21/6/2026).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User