Dispar Kukar Hidupkan Ulang Jam Bentong sebagai Pusat Informasi Pariwisata
Deru mesin kendaraan dan langkah para pelancong perlahan kembali mengisi trotoar di sekitar Jam Bentong, monumen ikonik Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Ka
Deru mesin kendaraan dan langkah para pelancong perlahan kembali mengisi trotoar di sekitar Jam Bentong, monumen ikonik Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Monumen yang berdiri tegak di Simpang Tiga Jalan Jelawat–Patin itu kini tampak berbeda: papan informasi digital, konter layanan wisata, dan aktivitas komunitas seni mewarnai ulang lanskap kawasan yang sempat kehilangan denyut informasinya. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar resmi mengambil langkah konkret: memfungsikan kembali Jam Bentong sebagai pusat informasi pariwisata terpadu, menggandeng komunitas lokal sebagai motor penggeraknya.
Redupnya Fungsi Informasi di Simbol Ikonik
Selama lebih dari dua dekade, Jam Bentong lebih dikenal sebagai penanda waktu dan titik kumpul warga. Fungsi informatif yang sempat melekat sejak era 1990-an perlahan luntur, tergantikan oleh fungsi estetik semata. Data internal Dispar Kukar yang dihimpun sepanjang 2023–2024 menunjukkan bahwa hanya 12 persen wisatawan yang singgah di sekitar Simpang Tiga Tenggarong mendapatkan informasi pariwisata yang memadai—sebagian besar mengandalkan pencarian daring yang belum tentu akurat. Kios-kios suvenir yang semula berfungsi sebagai meja informasi tak lagi beroperasi, menyisakan monumen tanpa narasi.
“Kami melihat ironi. Jam Bentong adalah landmark, tapi wisatawan hanya berfoto lalu pergi tanpa tahu apa yang bisa dieksplorasi di Kukar. Ini yang harus kita ubah,” ujar Joko Susilo, Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, saat ditemui di sela-sela pembukaan kembali layanan informasi, Kamis (13/3/2025).
Kondisi itu diperparah oleh pandemi yang memangkas kunjungan wisata ke Kalimantan Timur. Layanan informasi fisik nyaris terhenti total, sementara kebutuhan wisatawan akan panduan kunjungan justru meningkat pascapelonggaran mobilitas.
Kolaborasi Strategis dengan Komunitas Lokal
Dispar Kukar tak bekerja sendirian. Dalam skema baru ini, komunitas Genta Aksara—kelompok pegiat literasi dan seni pertunjukan di Tenggarong—ditunjuk sebagai mitra utama pengelola pusat informasi. Mereka tidak hanya menyediakan petugas informasi, tetapi juga mengintegrasikan aktivitas budaya sebagai daya tarik tambahan. Pada Jumat malam (14/3/2025), peresmian fungsi baru Jam Bentong ditandai dengan gelaran “Genta Aksara Panggung Ekspresi”, sebuah pertunjukan musik akustik dan pembacaan puisi yang menarik ratusan warga dan wisatawan.
“Ini bukan sekadar job desk, tapi panggung bagi kami untuk menunjukkan bahwa informasi pariwisata bisa dikemas dengan atraksi budaya. Wisatawan dapat informasi, kami dapat ruang ekspresi,” jelas Andi Rahman, Ketua Komunitas Genta Aksara.
Tidak hanya Genta Aksara, Dispar Kukar juga membuka pintu bagi komunitas seni rupa, fotografi, dan sejarah untuk berkontribusi dalam penyajian konten informasi, mulai dari peta wisata ilustratif hingga cerita rakyat Kutai yang divisualisasikan di sudut-sudut monumen.
Layanan Baru yang Berorientasi Data
Pusat informasi pariwisata di Jam Bentong kini dilengkapi dengan layar sentuh interaktif yang menampilkan basis data destinasi, hotel, restoran, dan agenda wisata Kukar yang diperbarui secara real time. Data tersebut terintegrasi dengan sistem Dispar Kukar, sehingga setiap perubahan jadwal event atau penambahan destinasi langsung tercermin di layar. Tersedia pula QR code yang terhubung dengan aplikasi Visit Kukar dan kanal resmi Dinas Pariwisata, memudahkan wisatawan menyimpan rute perjalanan dan rekomendasi sesuai minat.
Keberadaan petugas komunitas menjadi pembeda. Mereka bertindak sebagai duta wisata yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga menggali minat wisatawan dan memberikan rekomendasi personal. Bagi wisatawan asing, ini adalah interaksi pertama yang hangat dan informatif, sebuah aspek yang sering hilang dalam otomatisasi digital.
Dispar Kukar juga mencatat metrik kunjungan harian: jumlah interaksi di layanan, asal wisatawan, dan tujuan yang paling banyak dicari. Data ini akan menjadi basis evaluasi bulanan untuk mengukur efektivitas program.
Harapan dan Rencana Jangka Panjang
Langkah ini sejalan dengan Roadmap Pariwisata Kukar 2025-2030 yang menekankan pengembangan simpul informasi berbasis komunitas di lima distrik strategis. Jam Bentong menjadi percontohan sebelum replikasi ke Kecamatan Muara Jawa, Sanga-Sanga, Loa Kulu, dan Muara Badak.
Meski optimisme tinggi, tantangan tetap ada: konsistensi operasional, pendanaan jangka panjang, dan adaptasi terhadap ekspektasi wisatawan digital. Namun, dengan keterlibatan komunitas yang telah terbukti memiliki ketahanan organik, Dispar Kukar percaya bahwa pusat informasi ini akan lebih dari sekadar meja bantuan, melainkan jantung detak pariwisata kota.
Fakta kunci: Jam Bentong resmi beroperasi kembali sebagai pusat informasi pariwisata pada 14 Maret 2025. Jam layanan: pukul 10.00–21.00 WITA setiap hari. Layanan: informasi destinasi, pemanduan wisata, peta digital, dan agenda budaya. Mitra: Komunitas Genta Aksara dan Dinas Pariwisata Kukar.
[TAGS]: Dispar Kukar, Jam Bentong, Tenggarong, Pariwisata Kukar, Komunitas Genta Aksara [SOCIAL_TWEET]: Dispar Kukar resmi hidupkan kembali Jam Bentong sebagai pusat informasi pariwisata terpadu. Kini dilengkapi layar sentuh interaktif, duta wisata dari komunitas, dan panggung ekspresi rutin. Kolaborasi strategis yang menyatukan landmark dan literasi wisata. #PariwisataKukar #JamBentong #WisataTenggarong [SOCIAL_FB]: Siapa sangka monumen ikonik Tenggarong ini kini menjadi simpul informasi wisata canggih? Dispar Kukar menggandeng komunitas lokal untuk menghidupkan kembali Jam Bentong. Baca selengkapnya tentang layanan baru, teknologi yang digunakan, dan siapa yang akan menyambut Anda di sana. [SOCIAL_TG]: 📍 Jam Bentong kini resmi jadi pusat informasi wisata Kukar. 🎭 Dikelola bareng komunitas Genta Aksara, lengkap dengan layar sentuh dan panggung ekspresi. Mampir kalau ke Tenggarong! 🗺️🕰️
Comments (0)