Daya Saing RI Melorot ke Peringkat 48, Pemerintah Mau Bentuk Satgas
Peringkat daya saing Indonesia kembali mengalami penurunan yang cukup tajam. Berdasarkan laporan terbaru dari IMD World Competitiveness Ranking (WCR) tahun 2026, Indonesia kini menempati posisi ke-48
Peringkat daya saing Indonesia kembali mengalami penurunan yang cukup tajam. Berdasarkan laporan terbaru dari IMD World Competitiveness Ranking (WCR) tahun 2026, Indonesia kini menempati posisi ke-48. Angka ini merupakan kemunduran dari posisi terbaik yang pernah diraih pada tahun 2024, yaitu peringkat 27 dunia.
Pemerintah mengakui telah mengantongi sejumlah penyebab di balik merosotnya posisi Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto meminta agar dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking untuk mengurai hambatan-hambatan yang memengaruhi daya saing nasional.
"Sebetulnya kita pernah menurunkan itu ke angka sampai ke 27, dan kenapa naik pun pemerintah kira-kira paham gitu. Jadi ini makanya Pak Bapak Presiden minta dibentuk Satgas untuk di bottleneck," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai acara Festival Kemudahan dan Perlindungan UMKM di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).
Pembentukan satgas ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai kendala struktural dan birokrasi yang selama ini dinilai menghambat peningkatan daya saing. Airlangga menekankan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Langkah konkret segera dirumuskan agar posisi Indonesia bisa kembali membaik, setidaknya mendekati capaian tertinggi tiga tahun lalu.
IMD WCR menilai daya saing suatu negara berdasarkan empat faktor utama, yakni kinerja ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, dan infrastruktur. Secara konsisten, Indonesia masih menghadapi tantangan di sektor efisiensi birokrasi dan kepastian regulasi. Dengan hadirnya Satgas Debottlenecking, pemerintah berharap dapat memangkas prosedur yang berbelit dan menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.
Dari sisi kinerja ekonomi, meski pertumbuhan masih relatif stabil, persaingan global yang kian ketat menuntut percepatan transformasi digital dan hilirisasi industri. Pemerintah meyakini bahwa kombinasi reformasi struktural dan pembenahan ekosistem bisnis akan menjadi kunci pemulihan peringkat di masa mendatang. Satgas ini rencananya akan langsung berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mengidentifikasi titik-titik kemacetan yang paling krusial.
Lurusin.com akan terus memantau perkembangan implementasi satgas tersebut. Langkah ini sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dalam mewujudkan janji peningkatan daya saing nasional di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Comments (0)