Ipuk Fiestiandani: Profil dan Kinerja Bupati Banyuwangi

<h2>Ipuk Fiestiandani: Profil dan Kinerja Bupati Banyuwangi</h2> <p>Ipuk Fiestiandani Azwar Anas resmi dilantik sebagai Bupati Banyuwangi pada 26 Februari 2021, mencatatkan sejarah sebagai bupati per

Jul 11, 2026 - 07:44
0 0
Ipuk Fiestiandani: Profil dan Kinerja Bupati Banyuwangi

Ipuk Fiestiandani: Profil dan Kinerja Bupati Banyuwangi

Ipuk Fiestiandani Azwar Anas resmi dilantik sebagai Bupati Banyuwangi pada 26 Februari 2021, mencatatkan sejarah sebagai bupati perempuan pertama di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu. Kader PDI Perjuangan ini melanjutkan estafet kepemimpinan dari suaminya, Abdullah Azwar Anas, yang menjabat dua periode sebelumnya dan kini menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Profil Singkat

Ipuk lahir di Banyuwangi pada 10 Oktober 1974. Ia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Jember, meraih gelar Sarjana Hukum pada 1998. Sebelum terjun ke politik praktis, Ipuk aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan organisasi perempuan di Banyuwangi.

Perjalanan politik Ipuk dimulai dari akar rumput partai. Ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPC PDI Perjuangan Banyuwangi pada 2015, kemudian naik menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi pada 2019. Posisi ini menjadi batu loncatan strategis yang mengantarkannya ke bursa pencalonan bupati 2020.

Karier dan Riwayat Jabatan

Sebelum menjadi bupati, Ipuk menjabat Komisaris Utama PT Banyuwangi Hijau Lestari (BHL) periode 2016-2020, sebuah BUMD yang mengelola kawasan wisata di Banyuwangi. Pengalaman ini memberinya pemahaman langsung tentang manajemen pariwisata dan pengembangan ekonomi daerah yang kelak menjadi andalan program kerjanya.

Ia juga tercatat sebagai anggota Dewan Penasihat KONI Banyuwangi (2016-2020) dan Ketua Yayasan Jantung Sehat Banyuwangi, menunjukkan keterlibatannya yang luas di sektor publik dan sosial kemasyarakatan. Pada Pilkada Banyuwangi 9 Desember 2020, Ipuk berpasangan dengan Sugirah, kader senior partai, dan memenangkan kontestasi dengan perolehan suara mencapai 50,06 persen, mengalahkan tiga pasangan calon lainnya.

Kinerja dan Program Unggulan

Di bawah kepemimpinan Ipuk, Banyuwangi melanjutkan reputasinya sebagai destinasi wisata unggulan. Pada 2022, jumlah kunjungan wisatawan domestik mencapai 2,8 juta orang, naik dari 1,1 juta di tahun 2021 saat pandemi. Program Banyuwangi Rebound 2023 dengan 99 agenda festival berhasil mendongkrak kunjungan wisatawan asing yang sebelumnya anjlok.

Di sektor pertanian, Ipuk meluncurkan program Banyuwangi Agro Digital pada 2022, mengintegrasikan teknologi informasi ke rantai pasok pertanian. Program ini melibatkan 12.000 petani dan berhasil meningkatkan produktivitas padi rata-rata dari 5,2 ton per hektare pada 2020 menjadi 6,7 ton per hektare pada 2024. Sistem ini juga memangkas rantai distribusi hingga 30 persen sehingga petani menikmati harga jual lebih tinggi.

Program Desa Inklusif dan Mandiri yang dijalankan sejak 2023 fokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem di 27 desa prioritas. Data BPS menunjukkan angka kemiskinan Banyuwangi turun dari 9,05 persen pada Maret 2021 menjadi 7,88 persen pada Maret 2024, meskipun pandemi sempat memukul ekonomi lokal yang bergantung pada pariwisata.

Tantangan dan Harapan

Salah satu kritik terhadap kepemimpinan Ipuk adalah ketergantungan berlebihan pada sektor pariwisata dan event festival yang rentan terhadap guncangan eksternal, sebagaimana terjadi saat pandemi COVID-19. Industrialisasi dan pengembangan sektor manufaktur masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas untuk menciptakan lapangan kerja yang stabil bagi angkatan kerja muda.

Masalah sampah perkotaan dan pengelolaan limbah di kawasan wisata pantai juga menuai sorotan dari kelompok lingkungan. Harapan masyarakat dan pengamat menitikberatkan pada diversifikasi ekonomi serta penguatan sektor usaha mikro dan kecil pasca-pandemi. Ipuk terpilih kembali untuk periode 2025-2030 berpasangan dengan Mujiono, dan publik menanti transformasi Banyuwangi dari sekadar destinasi wisata menjadi pusat pertumbuhan ekonomi inklusif di ujung timur Jawa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User