PP ISNU Gelar Seminar Nasional Perkuat Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jakarta — Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Memperkokoh Literasi Digital dan Keamanan Siber di K

Jul 11, 2026 - 07:47
0 0
PP ISNU Gelar Seminar Nasional Perkuat Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jakarta — Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Memperkokoh Literasi Digital dan Keamanan Siber di Kalangan Nahdliyin” pada Senin (3/6/2024) di Aula Utama Gedung PBNU, Jakarta Pusat. Acara ini menghadirkan dua tokoh utama organisasi, yakni Ketua PP ISNU Zainal Habib yang juga dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta Bendahara Umum PP ISNU Mubasyier Fatah yang merupakan praktisi keamanan siber. Keduanya memaparkan strategi peningkatan kapasitas digital warga NU di tengah pesatnya transformasi teknologi.

Pembukaan Seminar dan Sambutan Ketua PP ISNU

Seminar dibuka secara resmi oleh Zainal Habib. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan gawai, melainkan juga kecakapan memahami etika dan keamanan di ruang digital. “Warga NU harus menjadi pengguna internet yang cerdas, bukan sekadar konsumen pasif. Kita ingin mencetak sarjana-sarjana yang mampu mengintegrasikan nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan kemajuan teknologi,” ujarnya di hadapan sekitar 300 peserta yang memadati aula. Zainal Habib juga menyoroti maraknya konten radikalisme dan hoaks yang sering menyasar komunitas keagamaan. Ia mengajak seluruh kader ISNU untuk menjadi garda terdepan dalam menangkal informasi palsu.

Kronologi Acara

  1. Pukul 08.30–09.00 WIB: Registrasi peserta dan pembukaan oleh panitia lokal.
  2. Pukul 09.00–09.30 WIB: Sambutan Ketua PP ISNU Zainal Habib dan doa bersama.
  3. Pukul 09.30–11.00 WIB: Materi utama oleh Mubasyier Fatah bertema “Ancaman Siber dan Strategi Perlindungan Data Pribadi untuk Organisasi Keagamaan”.
  4. Pukul 11.00–12.00 WIB: Sesi tanya jawab interaktif dan diskusi panel bersama kedua narasumber.
  5. Pukul 12.00–12.30 WIB: Penutupan, peluncuran program “ISNU Digital Safe”, dan foto bersama.

Paparan Mubasyier Fatah: Ancaman Nyata di Dunia Maya

Mubasyier Fatah, yang sehari-hari berkecimpung di dunia keamanan siber, membuka sesi dengan data mengejutkan. Mengutip laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang tahun 2023 tercatat lebih dari 1,6 miliar serangan siber di Indonesia, dengan 42% di antaranya menyasar sektor pendidikan dan keagamaan. “Ironisnya, banyak lembaga pendidikan Islam termasuk pesantren yang belum memiliki sistem keamanan memadai. Mereka menjadi sasaran empuk ransomware dan pencurian data,” tegasnya. Mubasyier lalu memaparkan modus serangan yang kerap terjadi, seperti phishing melalui WhatsApp, pembobolan akun media sosial tokoh agama, hingga penyebaran malware lewat tautan undangan palsu.

“Serangan siber bukan lagi sekadar isu teknis, tapi sudah menyentuh ranah sosial dan keagamaan. Akun Facebook kiai yang diretas bisa digunakan untuk menyebarkan fatwa palsu yang meresahkan. Inilah urgensi literasi keamanan digital bagi kita semua,” ujar Mubasyier Fatah.

Ia juga menyoroti faktor human error sebagai penyebab utama kebocoran data. Menurutnya, 75% insiden keamanan siber terjadi karena kelalaian pengguna, seperti menggunakan kata sandi yang lemah atau sembarangan mengklik tautan. Untuk itu, ia membagikan sejumlah tips praktis yang disambut antusias peserta.

Tips Keamanan Siber dari Mubasyier Fatah

  • Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) di seluruh akun penting, terutama media sosial dan email.
  • Gunakan kata sandi unik minimal 12 karakter dengan kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol.
  • Waspada terhadap tautan dan lampiran mencurigakan, meskipun dikirim oleh kontak yang dikenal.
  • Lakukan pencadangan data rutin ke media penyimpanan offline atau cloud terenkripsi.
  • Perbarui perangkat lunak dan sistem operasi secara berkala untuk menambal celah keamanan.

Dialog Interaktif dan Aspirasi Peserta

Sesi tanya jawab berlangsung hangat. Salah satu peserta, Nyai Siti Aisyah dari Pesantren Al-Falah Bogor, menanyakan tentang cara mengedukasi santri yang masih awam terhadap bahaya dunia maya. Zainal Habib menjawab, “Kami akan menyusun modul pelatihan berbasis nilai pesantren, sehingga para kiai dan ustaz bisa mengajarkannya langsung dalam pengajian kitab kuning maupun kegiatan ekstrakurikuler.” Sementara itu, Mubasyier menambahkan bahwa PP ISNU tengah mengembangkan aplikasi sederhana berbasis Android untuk simulasi serangan siber yang bisa dimanfaatkan oleh pesantren.

Peserta lain, Ahmad Syafi’i dari ISNU Depok, mengusulkan agar PP ISNU membentuk posko pengaduan insiden siber di setiap cabang. Usulan ini langsung direspons positif. Zainal Habib mengumumkan bahwa program “ISNU Digital Safe” akan menjadi wadah pelaporan dan konsultasi gratis bagi seluruh warga NU. Program ini didukung oleh 30 relawan IT yang siap ditugaskan ke berbagai daerah.

Peluncuran Program ISNU Digital Safe dan Rencana Ke Depan

Puncak acara ditandai dengan peluncuran simbolis program ISNU Digital Safe oleh Zainal Habib dan Mubasyier Fatah. Zainal Habib menjelaskan, “Lewat program ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi masjid, mushala, atau pesantren yang kebingungan saat akunnya diretas. Tim kami siap membantu 24 jam dalam 7 hari melalui hotline khusus.” Ia juga mengungkapkan rencana PP ISNU menggelar seminar serupa di 5 kota besar lainnya sepanjang tahun 2024, yaitu Surabaya, Medan, Makassar, Banjarmasin, dan Yogyakarta.

Para peserta menyambut baik inisiatif ini. Mereka berharap kegiatan semacam ini bisa berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak kalangan. “Semoga ini menjadi langkah awal transformasi digital yang inklusif bagi nahdliyin,” pungkas Zainal Habib menutup acara.

[SOCIAL_TWEET]: PP ISNU gelar seminar nasional literasi digital. Ketua Zainal Habib dan pakar siber Mubasyier Fatah beri tips lindungi data pribadi warga NU. #PPISNU #KeamananSiber #LiterasiDigital[SOCIAL_TG]: 🔐 PP ISNU Luncurkan Program Keamanan Siber untuk Warga NU! Zainal Habib & Mubasyier Fatah bagikan strategi cegah peretasan dan tip 2FA.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User