BPBD Tangerang Minta Helikopter BNPB untuk Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus mengupayakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penanganan ke

Jul 06, 2026 - 13:21
0 0
BPBD Tangerang Minta Helikopter BNPB untuk Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus mengupayakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Bantuan yang diajukan berupa pengerahan helikopter untuk melakukan water bombing karena titik-titik api dinilai semakin sulit dijangkau oleh tim pemadam darat. Langkah ini diambil menyusul keterbatasan akses di area gunungan sampah yang membuat upaya pemadaman konvensional menjadi tidak efektif dan berisiko bagi petugas.

Kebakaran yang melanda TPA utama di Kabupaten Tangerang ini telah mengeluarkan asap tebal yang berpotensi mengganggu aktivitas warga di permukiman sekitar. Dengan ketinggian timbunan sampah yang mencapai puluhan meter, titik api biasanya terletak di bagian dalam atau puncak gunungan sehingga selang pemadam kesulitan menembus material sampah yang padat. Kondisi tersebut memaksa BPBD untuk segera mencari solusi alternatif, salah satunya dengan mengajukan permintaan resmi kepada BNPB agar helikopter pemadam dikirimkan guna membombardir api dari udara.

Kendala Medan dan Upaya Koordinasi

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan BNPB sembari memantau perkembangan terkini dari lapangan. Ia menekankan bahwa kendala teknis, terutama aksesibilitas menuju pusat api, menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi. “Petugas pemadam sudah berupaya maksimal dengan peralatan yang ada, tapi struktur sampah yang labil dan lokasi titik api di ketinggian membuat risiko longsor berbahaya bagi mereka,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026).

“Saya sudah mencoba terus-menerus komunikasi dengan BNPB, sambil minta laporan lapangan untuk penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin,” kata Achmad Taufik.

Menurut dia, pengerahan helikopter merupakan langkah paling mendesak untuk mencegah perluasan area kebakaran yang bisa menimbulkan dampak lebih luas. Sebelumnya, sejumlah unit pemadam darat dari wilayah Kabupaten Tangerang dan sekitarnya telah dikerahkan, namun hasilnya belum signifikan karena setelah pendinginan awal, titik api kerap muncul kembali akibat gas metana yang terus terbentuk di tumpukan sampah. Bantuan dari BNPB diharapkan mampu menyasar langsung bagian pusat kebakaran yang tidak dapat dijangkau armada darat, sekaligus mengurangi durasi pemadaman yang biasanya berlangsung berhari-hari.

TPA Jatiwaringin sendiri menjadi tempat pembuangan akhir yang menampung ribuan ton sampah setiap harinya dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang. Akumulasi material organik di lokasi ini menghasilkan gas metana dalam jumlah besar, terutama pada musim kemarau, sehingga memicu risiko kebakaran yang rutin terjadi setiap tahun. Pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan sejumlah langkah preventif, termasuk pemasangan pipa pengurai gas, namun kebakaran skala besar seperti ini masih menjadi ancaman berulang.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kabupaten Tangerang masih menunggu respons resmi dari BNPB mengenai pengerahan helikopter. Sambil menunggu, tim di lapangan terus melakukan penyekatan agar api tidak merambat ke area yang lebih luas. Masyarakat di sekitar TPA diimbau untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan segera melaporkan jika terjadi gangguan pernapasan akibat paparan asap. Lurusin.com akan terus memantau perkembangan penanganan kebakaran ini dan memberikan informasi terbaru kepada pembaca.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User