Mensos Gus Ipul Ungkap Warisan Abadi Sutan Takdir Alisjahbana untuk Bahasa Indonesia

Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa Sutan Takdir Alisjahbana (STA) telah mewariskan sumbangsih tak ternilai bagi bangsa ini, terutama melalui perj

Jul 06, 2026 - 13:21
0 0
Mensos Gus Ipul Ungkap Warisan Abadi Sutan Takdir Alisjahbana untuk Bahasa Indonesia

Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa Sutan Takdir Alisjahbana (STA) telah mewariskan sumbangsih tak ternilai bagi bangsa ini, terutama melalui perjuangannya memodernkan bahasa Indonesia. Hal itu disampaikan Gus Ipul dalam Seminar Pengusulan STA sebagai Pahlawan Nasional yang digelar di Auditorium Universitas Nasional, Jakarta Selatan. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian proses pengajuan gelar kehormatan tertinggi dari negara kepada tokoh yang dinilai berjasa besar di bidang kebudayaan dan pendidikan.

Warisan Utama STA

Gus Ipul menyebut, salah satu peninggalan paling penting dari STA adalah bahasa Indonesia modern yang saat ini digunakan secara luas di berbagai sektor kehidupan. Menurutnya, bahasa nasional yang kita gunakan sehari-hari tidak terbentuk begitu saja, melainkan melalui proses panjang dan pemikiran mendalam, termasuk kontribusi krusial dari STA. Tokoh kelahiran Natal, Sumatra Utara itu dikenal sebagai sastrawan, budayawan, dan salah satu pendiri majalah sastra legendaris Poedjangga Baroe yang membawa angin segar bagi perkembangan sastra Indonesia di era 1930-an.

Keikutsertaan STA dalam Kongres Bahasa Indonesia tahun 1938 di Solo menjadi salah satu tonggak sejarah penting. Di forum itu ia gigih memperjuangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan sekadar alat komunikasi sehari-hari. Gagasannya mendorong lahirnya berbagai istilah baru yang memperkaya kosakata teknis bangsa, sekaligus menjembatani kesenjangan antara bahasa daerah dengan kebutuhan modernisasi.

“Ada yang berjuang merebut kemerdekaan, ada pula yang mengisi kemerdekaan dengan bahasa pendidikan dan kebudayaan. Keduanya sama-sama penting, sebab setelah sebuah bangsa merdeka, masih ada pertanyaan besar. Bangsa seperti apa yang ingin kita bangun, dan bagaimana rakyat dari berbagai daerah dapat hidup sebagai satu bangsa,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis yang diterima Lurusin.com, Selasa (30/6/2026).

Dukungan dan Harapan

Gus Ipul menekankan bahwa pengakuan sebagai Pahlawan Nasional bukan hanya tentang perjuangan fisik melawan penjajah. Para pengisi kemerdekaan seperti STA, yang membangun fondasi kebudayaan dan pendidikan bangsa, layak mendapat tempat setara dalam sejarah Indonesia. Semangatnya dalam mempersatukan Nusantara melalui bahasa menjadi inspirasi bahwa identitas nasional tak hanya dibangun dengan senjata, tetapi juga dengan kata dan ilmu.

Seminar pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi STA ini diharapkan mampu menguatkan dokumentasi dan pengakuan publik terhadap jejak intelektualnya. Lurusin.com mencatat, selain STA, beberapa tokoh pendidikan lain juga tengah diusulkan untuk menerima gelar serupa, menandai tumbuhnya kesadaran akan pentingnya peran pahlawan non-militer dalam membangun peradaban Indonesia yang berdaulat dan bermartabat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User