Bom Meledak Dekat Hotel Tempat Emmanuel Macron Dijadwalkan Menginap di Damaskus

Damaskus — Ledakan dahsyat mengguncang kawasan elit di pusat ibu kota Suriah, tepatnya di sekitar Hotel Damaraya, tempat Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan menginap dalam kunjungan kenega

Jul 07, 2026 - 22:50
0 0
Bom Meledak Dekat Hotel Tempat Emmanuel Macron Dijadwalkan Menginap di Damaskus

Damaskus — Ledakan dahsyat mengguncang kawasan elit di pusat ibu kota Suriah, tepatnya di sekitar Hotel Damaraya, tempat Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan menginap dalam kunjungan kenegaraan yang diumumkan secara mendadak. Insiden ini terjadi pada Selasa pagi waktu setempat, memicu kepanikan massal dan mengirimkan kepulan asap tebal ke udara. Tim tanggap darurat segera dikerahkan ke lokasi, sementara sejumlah ambulans dan mobil pemadam kebakaran terlihat berlalu-lalang menuju pusat ledakan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klaim tanggung jawab atas serangan tersebut.

Detik-Detik Ledakan dan Dampak Awal

Menurut saksi mata yang diwawancarai Lurusin.com, ledakan terdengar seperti gemuruh keras yang merobek udara sekitar pukul 09.15 pagi. “Saya sedang berjalan menuju kantor, tiba-tiba suara menggelegar meruntuhkan kaca-kaca gedung di sekitar,” ujar Ahmad Naser, seorang warga yang bekerja di dekat lokasi. “Asap tebal langsung membubung, dan orang-orang berlarian ke segala arah. Suasana sangat kacau.” Hotel Damaraya, sebuah properti mewah yang kerap menjadi tempat menginap para diplomat dan pejabat asing, berada persis di seberang alun-alun tempat ledakan dipusatkan. Berdasarkan laporan awal dari sumber keamanan setempat, ledakan diduga berasal dari sebuah mobil yang diparkir di dekat hotel. Meski identitas pemilik kendaraan belum dapat dipastikan, beberapa sumber menyebutkan bahwa nomor polisi mobil tersebut tidak terdaftar secara lokal, mengarah pada dugaan mobil tersebut sengaja ditinggalkan sebagai bom mobil.

Belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah korban, tetapi tim media kami di lapangan melaporkan setidaknya lima orang mengalami luka ringan akibat pecahan kaca dan reruntuhan kecil. Kementerian Dalam Negeri Suriah mengeluarkan pernyataan singkat melalui siaran pers, meminta warga menjauhi area tersebut dan menegaskan bahwa pihak berwenang sedang melakukan penyisiran menyeluruh untuk memastikan tidak ada bahan peledak lain di sekitar lokasi.

Kunjungan Macron dan Kekhawatiran Keamanan

Presiden Macron dijadwalkan tiba di Damaskus sore ini untuk serangkaian pertemuan dengan Presiden Bashar al-Assad dan perwakilan kelompok oposisi non-ekstremis, dalam rangka mendorong proses pemulihan politik pasca-konflik yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. Rencananya, ia akan menginap di Hotel Damaraya selama dua malam. Namun, menurut sumber dari kepresidenan Prancis yang enggan disebutkan namanya, jadwal tersebut kini tengah dievaluasi ulang pascaledakan. “Kami tidak akan mengambil risiko. Keputusan akan diambil dalam beberapa jam ke depan berdasarkan rekomendasi dari tim pengamanan presiden,” ujar sumber tersebut kepada Lurusin.com.

“Ini jelas merupakan upaya untuk mengirim pesan kepada Prancis dan siapa pun yang mencoba campur tangan di Suriah,” kata Dr. Nabil al-Hassan, pengamat politik dari Universitas Damaskus. “Baik sisa-sisa kelompok ekstremis maupun aktor yang tidak ingin melihat normalisasi hubungan internasional dengan Damaskus bisa berada di balik ini.”

Kedutaan Besar Prancis di Beirut, yang juga membawahi urusan konsuler untuk Suriah karena penutupan kedutaan di Damaskus, belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, sebuah pemberitahuan darurat telah dikirim melalui saluran komunikasi internal kepada seluruh warga negara Prancis yang berada di Suriah untuk segera menghindari area pusat kota dan tetap berada di tempat aman. Peningkatan pengamanan drastis terlihat di sekitar Bandara Internasional Damaskus, di mana sejumlah kendaraan taktis dan personel elite bersiaga penuh. Media kami mencatat adanya konvoi kendaraan diplomatik yang tidak seperti biasanya melintas dengan pengawalan ketat, diduga terkait dengan upaya antisipasi serangan susulan.

Kejadian ini menambah daftar panjang insiden keamanan di Damaskus meskipun situasi keamanan secara keseluruhan telah membaik sejak pemerintah berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah dari kelompok pemberontak. Namun, sel-sel tidur militan masih diyakini aktif, dan serangan sporadis masih terjadi, terutama di daerah-daerah yang dianggap strategis secara politik. Investigasi awal masih terus berlangsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User