Bima Arya Buka Program Kepala Desa Masuk Kampus di UI Depok

Laporan kami, Depok – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto membuka secara resmi program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan I yang bertajuk “Pemerintahan Desa Berdampak” di

Jul 07, 2026 - 23:23
0 0
Bima Arya Buka Program Kepala Desa Masuk Kampus di UI Depok

Laporan kami, Depok – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto membuka secara resmi program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan I yang bertajuk “Pemerintahan Desa Berdampak” di Balai Purnomo, Universitas Indonesia, Depok. Bima Arya menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas para pemimpin desa dalam menghadapi kompleksitas pembangunan yang terus berubah.

Dalam sambutannya, Wamendagri menyoroti tantangan pembangunan desa yang kian multidimensi—mulai dari pelayanan publik berbasis teknologi, pengelolaan dana desa yang akuntabel, hingga pengentasan kemiskinan. Ia menilai, pengalaman empiris kepala desa di lapangan harus dikawinkan dengan kerangka keilmuan, riset, dan analisis akademik agar tata kelola pemerintahan desa lebih adaptif serta mampu melahirkan kebijakan yang sungguh-sungguh berdampak bagi warga. Menurut Bima, universitas bukan sekadar menara gading, melainkan mitra kunci yang dapat menyuntikkan perspektif inovatif ke dalam birokrasi paling dekat dengan rakyat.

Wujud Kolaborasi Pemerintahan dan Kampus

Program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri ini dirancang sebagai ruang belajar intensif bagi puluhan kepala desa terpilih. Mereka mengikuti serangkaian lokakarya, diskusi kasus, dan pendalaman kebijakan yang difasilitasi langsung oleh para akademisi serta praktisi pembangunan dari UI. Materi pelatihan mencakup kepemimpinan transformasional, tata kelola keuangan desa, pemanfaatan data untuk perencanaan, serta strategi membangun partisipasi masyarakat. Kampus, dalam hal ini, bertindak sebagai laboratorium pembaharuan desa.

Bima Arya menambahkan bahwa inisiatif ini tidak hanya membekali kepala desa dengan teori; lebih dari itu, para peserta diajak merefleksikan kembali praktik di daerahnya masing-masing. Dengan demikian, setiap modul ditargetkan menghasilkan rencana aksi perbaikan yang aplikatif. Sejumlah desa yang selama ini mengandalkan pendekatan konvensional diharapkan beralih ke pengelolaan berbasis bukti serta lincah merespons dinamika sosial-ekonomi pasca-pandemi.

“Pengalaman kepala desa di lapangan adalah aset luar biasa, tetapi harus dipadukan dengan ilmu pengetahuan dan riset akademik agar kebijakan yang diambil tidak sekadar normatif, melainkan solutif dan berdampak nyata,” ujar Bima Arya di hadapan peserta dan civitas akademika.

Lebih jauh, Wamendagri berharap program ini menjadi pemantik lahirnya “gerakan kampus membangun desa” yang berkelanjutan. Ia mendorong perguruan tinggi lain untuk turut menyediakan ekosistem kolaborasi serupa, baik melalui riset terapan, pendampingan teknis, maupun magang bagi mahasiswa di pemerintahan desa. Dengan cara itu, desa tidak hanya menjadi objek program pemerintah, melainkan subjek pembangunan yang cerdas dan berdaya.

UI sendiri menyambut baik kepercayaan menjadi tuan rumah angkatan perdana. Pihak universitas menegaskan komitmennya untuk terus menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata desa-desa di Indonesia. Program Kepala Desa Masuk Kampus rencananya akan dilaksanakan secara periodik dengan cakupan wilayah yang diperluas, sehingga semakin banyak desa yang mampu memperkuat fondasi birokrasinya melalui intervensi keilmuan. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa demokrasi dan pembangunan akar rumput memerlukan simbiosis antara pengalaman dan pemikiran kritis yang teruji.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User