Bellingham Pahlawan, Inggris Kalahkan Norwegia di Perempat Final
Inggris berhasil mengamankan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia dalam laga perempat final yang berlangsung sengit dengan skor 2-1. Kemenangan ini tidak lepas dari kontrib...
Inggris berhasil mengamankan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia dalam laga perempat final yang berlangsung sengit dengan skor 2-1. Kemenangan ini tidak lepas dari kontribusi luar biasa Jude Bellingham, yang meraih penilaian tertinggi di antara seluruh pemain yang diturunkan. Sementara itu, Marc Guehi tampil bak tembok yang sukar ditembus di lini pertahanan, dan di sisi lain, penampilan kurang meyakinkan diperlihatkan oleh kiper Jordan Pickford.
Bellingham: Penggerak Utama Kemenangan
Jude Bellingham menjadi pusat perhatian berkat performa gemilangnya. Pemain yang kini membela Real Madrid itu berhasil meraih rating tertinggi, menunjukkan betapa dominannya ia sepanjang 90 menit. Dalam posisinya sebagai gelandang serang, Bellingham tidak hanya bertugas membangun serangan, tetapi juga menjadi eksekutor dan kreator dua gol krusial bagi The Three Lions. Gol pertamanya terjadi di babak pertama setelah ia melakukan penetrasi cerdas dari lini kedua dan melewati dua bek Norwegia, kemudian melepaskan penyelesaian klinis ke pojok bawah gawang. Pada gol kedua, Bellingham mengirim umpan terobosan presisi yang mengoyak pertahanan lawan, memungkinkan rekan setimnya mencetak gol kemenangan.
Bellingham juga menunjukkan etos kerja tinggi tanpa bola. Ia aktif melakukan pressing tinggi yang membuat gelandang Norwegia kehilangan ritme permainan. Statistik menunjukkan ia merebut bola di area ofensif sebanyak lima kali, angka yang sangat tinggi untuk pemain dengan peran seperti dirinya. Keseimbangan antara tugas bertahan dan menyerang yang ia perlihatkan menjadikannya pemain yang paling berpengaruh di lapangan. Kepemimpinan mudanya di lini tengah menjadi fondasi kemenangan ini.
Guehi: Tembok Tak Tertembus di Jantung Pertahanan
Di lini belakang, Marc Guehi menjadi sosok yang tidak kalah heroik. Menghadapi striker tajam seperti Erling Haaland, Guehi tampil dengan ketenangan dan ketangguhan luar biasa. Ia membaca permainan dengan sangat baik, melakukan sejumlah blok penting dan intersepsi yang memotong alur serangan Norwegia. Meski Haaland sempat mencatatkan namanya di papan skor melalui sebuah kemelut di kotak penalti, Guehi secara keseluruhan berhasil meredam ancaman sang predator. Setiap kali bola diarahkan ke area pertahanan Inggris, Guehi menjadi orang pertama yang siap menghalau.
Dalam salah satu momen krusial di babak kedua, Guehi menyelamatkan timnya dari kebobolan kedua dengan sebuah sapuan di garis gawang setelah Pickford gagal meninju bola dengan sempurna. Aksi heroiknya itu memastikan keunggulan Inggris tetap terjaga. Rating yang diraih Guehi hampir setara dengan Bellingham, menunjukkan betapa vitalnya perannya. Kecepatan, kekuatan fisik, dan kecerdasan posisi yang ditunjukkannya membuat lini ofensif Norwegia frustrasi. Banyak pengamat menyebut penampilannya sebagai salah satu yang terbaik sepanjang turnamen.
Pickford: Titik Lemah yang Mengkhawatirkan
Sayangnya, tidak semua pemain Inggris tampil maksimal. Jordan Pickford, kiper senior yang biasanya menjadi andalan, justru tampil di bawah standar. Rating yang rendah yang ia terima menjadi cerminan performanya yang kurang meyakinkan. Beberapa kali ia membuat keputusan yang membahayakan timnya sendiri, yang paling fatal adalah kegagalannya mengantisipasi bola lambung yang berujung pada gol Norwegia. Pickford terlihat ragu-ragu saat keluar dari sarangnya dan beberapa kali gagal menangkap bola dengan bersih.
Distribusi bola yang selama ini menjadi kelebihannya juga tidak berjalan baik. Beberapa umpan pendeknya justru mengarah ke kaki pemain lawan, memicu serangan balik cepat yang nyaris menjadi gol. Untungnya, lini pertahanan yang dikomandoi Guehi mampu menutupi sejumlah kesalahan tersebut. Meski demikian, sorotan tajam akan terus mengarah kepada Pickford. Penampilan ini menjadi peringatan bagi Gareth Southgate untuk mempertimbangkan opsi lain di posisi penjaga gawang menjelang semifinal, di mana lawan yang lebih kuat siap mengintai.
Jalan Terjal Menuju Final
Kemenangan ini adalah buah dari kinerja kolektif yang solid, meski dengan beberapa catatan individu. Pemain seperti Declan Rice, Bukayo Saka, dan Harry Kane juga memberikan kontribusi penting meski tidak secemerlang Bellingham. Rice bertugas menjaga keseimbangan lini tengah dengan disiplin, sementara Saka beberapa kali memberikan ancaman lewat akselerasi di sisi sayap. Kane, meskipun tidak mencetak gol, membuka ruang bagi gelandang serang dengan pergerakan cerdasnya.
Di babak semifinal, Inggris dipastikan akan menghadapi lawan yang lebih tangguh. Untuk bisa melangkah ke partai puncak, konsistensi dari para pemain kunci menjadi wajib. Bellingham dan Guehi perlu menjaga level performa mereka, sementara Pickford wajib segera bangkit dari inkonsistensinya. Dengan potensi yang dimiliki, skuad ini memiliki peluang besar untuk mengakhiri penantian panjang gelar juara dunia. Laga ini menjadi bukti bahwa Inggris memiliki kedalaman dan talenta, namun juga sekaligus menjadi pengingat bahwa tidak ada ruang untuk kesalahan di pentas sebesar ini.
Baca juga:
Comments (0)