Muhammad Senanatha Nahkodai Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan SEMMI
Jakarta – Kepengurusan baru Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) tingkat pusat menempatkan Muhammad Senanatha pada posisi strategis. Ia dipercaya memimpin Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan...
Jakarta – Kepengurusan baru Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) tingkat pusat menempatkan Muhammad Senanatha pada posisi strategis. Ia dipercaya memimpin Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan, yang menjadi salah satu ujung tombak organisasi dalam mengawal isu-isu mahasiswa dan pemuda Muslim di tanah air.
Profil Singkat dan Amanah Baru
Muhammad Senanatha bukanlah nama asing di lingkungan aktivisme mahasiswa Islam. Keterlibatannya di berbagai forum dan organisasi telah membentuk kapasitasnya dalam memahami dinamika gerakan mahasiswa. Penunjukannya sebagai Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan Pengurus Besar SEMMI menandakan babak baru bagi organisasi yang telah berdiri sejak 1955 ini. Sosoknya dinilai mampu merespons tantangan zaman, terutama dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa Muslim di tengah arus globalisasi dan digitalisasi.
SEMMI sebagai organisasi kader memiliki sejarah panjang dalam membina intelektual Muslim. Dengan posisi barunya, Senanatha diharapkan dapat memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas jangkauan eksternal, khususnya di kalangan mahasiswa dan pemuda. Bidang yang dipimpinnya akan bersentuhan langsung dengan isu-isu seperti kebijakan pendidikan tinggi, kesejahteraan mahasiswa, hingga pengembangan wirausaha muda.
Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan: Lebih dari Sekadar Advokasi
Bidang ini memiliki cakupan kerja yang luas. Secara struktural, ia menjadi koordinator bagi seluruh program yang menyasar segmen mahasiswa dan pemuda di bawah naungan SEMMI. Tugas pokoknya meliputi advokasi kebijakan pendidikan, pengembangan kapasitas kepemimpinan, serta penguatan jaringan dengan organisasi ekstra kampus dan gerakan kepemudaan lainnya.
Di bawah komando Senanatha, bidang ini diproyeksikan tidak hanya menjadi corong kritik, tetapi juga mitra konstruktif pemerintah. Terutama dalam mengawal implementasi kebijakan Merdeka Belajar, pemberian beasiswa, dan pencegahan komersialisasi pendidikan yang kerap merugikan mahasiswa dari kalangan ekonomi lemah. Selain itu, isu kekinian seperti kesehatan mental mahasiswa, akses teknologi, dan kesetaraan dalam pendidikan tinggi akan menjadi perhatian utama.
Di sisi kepemudaan, SEMMI melalui bidang ini akan mendorong program pelatihan vokasi, inkubasi bisnis, dan literasi digital. Senanatha menekankan bahwa pemuda Muslim harus disiapkan menjadi aktor perubahan, bukan sekadar objek kebijakan. "Kami ingin membentuk ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan program seremonial yang hanya setahun sekali," ungkapnya dalam pernyataan tertulis.
Tantangan dan Strategi Kolaboratif
Menjabat di organisasi berbasis ideologi Islam, Senanatha juga dihadapkan pada tantangan menjaga marwah organisasi di tengah polarisasi politik dan penetrasi paham radikal. SEMMI dikenal moderat dan berpegang pada prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah. Karena itu, bidang kemahasiswaan akan mengedepankan program-program yang memperkuat wawasan kebangsaan dan Islam rahmatan lil ‘alamin.
Strategi kolaborasi juga menjadi kunci. Senanatha menyadari bahwa tidak ada organisasi yang bisa bergerak sendirian. Ia berencana memperkuat aliansi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa di berbagai kampus, organisasi pemuda sayap partai, serta komunitas-komunitas berbasis minat dan bakat. "Kampus adalah miniatur masyarakat. Jika kita bisa membangun budaya diskusi, toleransi, dan etos kerja di kampus, maka kita bisa berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik," ujarnya.
SEMMI sendiri memiliki jaringan luas di lebih dari 30 provinsi. Dengan modal ini, bidang kemahasiswaan di bawah arahan Senanatha akan menginisiasi riset kecil-kecilan tentang problematika mahasiswa Muslim di setiap daerah, untuk kemudian disuarakan di tingkat nasional.
Harapan ke Depan
Muhammad Senanatha dan jajaran pengurus lainnya kini memiliki waktu dua tahun ke depan untuk merealisasikan visi mereka. Harapan besar tertuju pada kemampuannya mentransformasi retorika menjadi aksi nyata. Masyarakat, terutama kalangan kampus, menanti gebrakan segar yang tidak hanya berhenti pada rilis media, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan mahasiswa.
Kepengurusan baru PB SEMMI diharapkan mampu membawa organisasi ini lebih relevan dengan perkembangan zaman. Dengan pengalaman dan jejaring yang dimiliki Senanatha, optimisme itu tampaknya bukan sekadar angan-angan. Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan akan menjadi garda terdepan yang menerjemahkan nilai-nilai keislaman dalam konteks kekinian, membela kepentingan mahasiswa, dan menyiapkan pemimpin masa depan.
Baca juga:
Comments (0)