BEI Resmi Buka Fitur Repo SBSN di SPPA, Likuiditas Pasar Syariah Dikebut

Laporan Lurusin.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengaktifkan fitur transaksi Repurchase Agreement (Repo) berbasis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Sistem Penyelenggara

Jul 08, 2026 - 00:21
0 0
BEI Resmi Buka Fitur Repo SBSN di SPPA, Likuiditas Pasar Syariah Dikebut

Laporan Lurusin.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengaktifkan fitur transaksi Repurchase Agreement (Repo) berbasis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) per hari ini, Senin (6/7/2026). Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperdalam pasar keuangan syariah serta memperkuat infrastruktur perdagangan elektronik di pasar sekunder SBSN.

Repo sendiri merupakan mekanisme jual beli efek dengan janji untuk membeli kembali efek yang sama pada waktu dan harga yang telah disepakati di awal. Instrumen ini lazim digunakan pelaku pasar untuk mengelola likuiditas jangka pendek. Dengan hadirnya fitur Repo SBSN di SPPA, transaksi antardealer dapat berlangsung lebih efisien, transparan, dan terstandarisasi, sejalan dengan misi BEI menggenjot volume perdagangan di pasar surat berharga syariah.

Data yang dihimpun media kami menunjukkan kesenjangan signifikan antara aktivitas Repo SBSN dan Repo Surat Utang Negara (SUN) konvensional.

“Saat ini, nilai transaksi Repo SBSN interdealer masih tertahan di bawah Rp1 triliun. Kondisi itu sangat kontras dengan total transaksi Repo SUN interdealer yang sudah melampaui Rp2.500 triliun. Adanya infrastruktur elektronik yang mumpuni diharapkan menjadi katalisator yang mempersempit jurang likuiditas ini,” ungkap salah satu sumber di lingkungan bursa.

Minimnya volume Repo SBSN selama ini dipandang sebagai cerminan terbatasnya instrumen likuiditas di pasar syariah, sekaligus potensi besar yang belum tergarap maksimal. Dengan integrasi Repo SBSN ke SPPA, pelaku pasar kini memiliki akses langsung untuk mengeksekusi transaksi secara lebih mudah, mulai dari kesepakatan harga hingga penyelesaian transaksi.

Kehadiran fitur anyar ini merupakan bagian dari peta jalan pengembangan pasar obligasi syariah yang disusun BEI bersama otoritas terkait. BEI menargetkan peningkatan frekuensi dan nilai transaksi Repo SBSN secara bertahap, seiring dengan meningkatnya kesadaran pelaku pasar terhadap manfaat instrumen likuiditas tersebut. Selain itu, diversifikasi produk di SPPA juga mempertegas komitmen BEI dalam mendukung ekosistem keuangan syariah yang lebih likuid dan kompetitif.

Langkah ini sekaligus melengkapi inisiatif sebelumnya yang telah lebih dulu mengakomodasi Repo SUN. Pelaku pasar menyambut positif ekspansi ini dan menilai bahwa likuiditas yang lebih dalam di pasar sekunder SBSN akan menekan biaya transaksi, memperbaiki penemuan harga (price discovery), serta menarik lebih banyak investor domestik maupun asing. BEI optimistis, dengan fondasi infrastruktur yang semakin kokoh, pasar SBSN akan memasuki babak baru pertumbuhan yang lebih dinamis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User