Bandung — Viking Persib Club Sambut Positif Rencana PSSI Cabut Larangan Suporter Tamu
Rencana PSSI untuk menghapus larangan kehadiran suporter tim tamu secara bertahap menuai dukungan dari salah satu kelompok suporter terbesar di Indonesia.
Rencana PSSI untuk menghapus larangan kehadiran suporter tim tamu secara bertahap menuai dukungan dari salah satu kelompok suporter terbesar di Indonesia. Viking Persib Club (VPC) menilai kebijakan yang berlaku saat ini tidak efektif dan cenderung merugikan klub secara finansial.
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan pada Rabu (8/7/2026), Ketua Umum VPC Tobias Ginanjar memberikan pernyataan sikap yang tegas dan terukur. Data dan fakta lapangan menunjukkan bahwa larangan tersebut kerap dilanggar, sementara sanksi denda justru membebani klub.
Kronologi Kebijakan dan Rencana Pencabutan
- Regulasi larangan suporter tamu diberlakukan pasca insiden keamanan di stadion beberapa musim lalu, dengan tujuan menekan konflik antar pendukung.
- 2025–2026: Sejumlah evaluasi internal PSSI menunjukkan bahwa aturan ini tidak menurunkan angka pelanggaran suporter tandang secara signifikan.
- 7 Juli 2026: PSSI mengumumkan wacana pencabutan larangan secara bertahap melalui koordinasi dengan operator liga, klub, suporter, dan aparat keamanan.
- 8 Juli 2026: Viking Persib Club menyampaikan dukungan resmi atas rencana tersebut melalui pernyataan Ketua Umum, Tobias Ginanjar.
Fakta Ketidakefektifan Larangan
Menurut Tobias Ginanjar, larangan suporter tandang tidak berjalan efektif karena banyak Bobotoh maupun pendukung klub lain tetap melakukan perjalanan tandang. Akibatnya, klub harus menanggung sanksi denda akibat pelanggaran regulasi yang tidak bisa dikontrol sepenuhnya.
- Data kumulatif pelanggaran suporter tandang musim 2025–2026 menunjukkan kenaikan 12% dibanding musim sebelumnya, meskipun larangan tetap berlaku.
- Denda yang dijatuhkan kepada klub mencapai ratusan juta rupiah per musim, merugikan keuangan klub yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pembinaan.
“Karena sekarang juga larangan away ada, tapi kenyataannya di lapangan orang away-away saja. Jadi buat apa bikin aturan tersebut kalau memang tidak efektif,” tegas Tobias Ginanjar.
Dukungan dan Mekanisme Baru
Viking Persib Club menyarankan agar pencabutan larangan diikuti dengan penyusunan mekanisme keberangkatan suporter tandang yang aman dan terkoordinasi oleh PSSI, operator liga, klub, suporter, dan kepolisian. Keputusan kehadiran suporter sebaiknya dikembalikan pada hubungan antarkelompok suporter dan pertimbangan aparat keamanan, bukan dipukul rata seluruhnya dilarang.
- Penilaian risiko dan rekomendasi kepolisian akan menjadi dasar izin kehadiran suporter pada setiap laga tandang.
- Sistem kuota dan identifikasi suporter akan diterapkan untuk memudahkan koordinasi.
- Budaya “away” dinilai sebagai ajang silaturahmi yang dapat mempererat hubungan antarpendukung.
Comments (0)