Bahlil 'Ajari' Purbaya Cara Tutup Beban APBN Saat Harga Minyak Tinggi

Jakarta — Laporan Lurusin.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan, meskipun harg

Jul 08, 2026 - 00:36
0 0
Bahlil 'Ajari' Purbaya Cara Tutup Beban APBN Saat Harga Minyak Tinggi

Jakarta — Laporan Lurusin.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan, meskipun harga minyak dunia sempat melonjak tajam menembus level di atas US$100 per barel. Lonjakan tersebut dipicu oleh gejolak geopolitik global yang memicu volatilitas pasar energi. Dalam kondisi normal, kenaikan harga minyak mentah akan langsung membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena subsidi BBM harus ditingkatkan untuk menjaga harga jual tetap stabil. Namun, Bahlil memastikan pemerintah memiliki strategi khusus untuk menutup beban tambahan tersebut tanpa harus menaikkan harga di tingkat konsumen.

Bahlil mengungkapkan, dirinya telah bertukar pendapat secara intens dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk merumuskan langkah antisipatif. "Kami sudah komunikasi intens dengan Pak Menkeu. Ada beberapa mekanisme yang kami siapkan agar beban APBN tidak jebol meski harga minyak tinggi," ujar Bahlil dalam keterangan pers yang dikutip media kami, Selasa (15/4/2026).

"Yang pasti, rakyat tidak perlu khawatir. Harga BBM subsidi tidak akan naik. Pemerintah sudah menghitung risiko dan menyiapkan bantalan fiskal yang cukup," tegasnya.

Dalam APBN 2026, alokasi subsidi BBM ditetapkan sebesar Rp200 triliun. Angka tersebut dihitung berdasarkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sebesar US$70 per barel. Dengan asumsi yang sama, negara memperkirakan akan menerima pemasukan sebesar US$10,8 miliar dari sektor minyak dan gas bumi. Namun, ketika harga minyak dunia melambung, selisih antara harga keekonomian dan harga jual bersubsidi otomatis melebar, yang berpotensi menambah defisit subsidi hingga puluhan triliun rupiah.

Untuk menutup beban itu, Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah akan mengoptimalkan instrumen fiskal berupa windfall profit dari sektor hulu migas, penyesuaian belanja kementerian/lembaga yang tidak prioritas, serta memanfaatkan dana cadangan yang tersedia. "Kami tidak akan mengandalkan utang baru. Lebih pada optimalisasi penerimaan negara yang ikut terdongkrak saat harga minyak tinggi," tambahnya.

Lindungi Daya Beli Masyarakat

Media kami mencatat, keputusan menahan harga BBM subsidi ini diambil semata untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi global. Pemerintah menilai, menaikkan harga BBM saat ini justru akan memicu efek domino yang merugikan perekonomian nasional, terutama bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah. Dengan strategi yang telah dikoordinasikan bersama Kementerian Keuangan, Bahlil optimistis APBN 2026 tetap dapat dijaga kesehatannya tanpa mengorbankan stabilitas harga energi di dalam negeri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Investigasi. Reporter menelusuri klaim publik secara mendalam.

Comments (0)

User