Alyssa Daguise Kasih Paham ke Netizen Julid Soal Berat Badan

Jakarta - Selebritas Alyssa Daguise akhirnya buka suara menanggapi komentar pedas warganet yang terus mempertanyakan perubahan berat badannya. Istri dari musisi Al Ghazali ini tampak geram lantaran p

Jul 06, 2026 - 07:32
0 0
Alyssa Daguise Kasih Paham ke Netizen Julid Soal Berat Badan

Jakarta - Selebritas Alyssa Daguise akhirnya buka suara menanggapi komentar pedas warganet yang terus mempertanyakan perubahan berat badannya. Istri dari musisi Al Ghazali ini tampak geram lantaran pertanyaan serupa terus berulang dilontarkan kepadanya, terutama sejak ia melahirkan. Alyssa tidak tinggal diam dan memilih memberikan jawaban tegas yang sekaligus menyindir standar kecantikan tidak realistis yang kerap dibebankan kepada perempuan.

Melalui unggahan di platform Threads, Alyssa menyampaikan keresahannya secara lugas. Bukan sekadar curhat, perempuan berdarah Prancis-Indonesia ini seolah ingin membuka mata publik tentang realitas yang dihadapi seorang ibu pascamelahirkan atau dalam fase postpartum. Dalam unggahan tersebut, Alyssa membalas komentar khas warganet yang kerap melontarkan kalimat usil soal bentuk tubuhnya.

"'Kamu gendutan ya sekarang' - iya kak, soalnya baru selesai bikin manusia, sekarang lanjut bikin makanannya," tulis Alyssa Daguise dikutip dari laporan media kami pada Minggu (5/7/2026).

Balasan cerdas nan bernada satire itu sontak menuai beragam reaksi dari pengikutnya. Banyak yang memuji sikap Alyssa karena dianggap berhasil menyuarakan perjuangan para ibu yang jarang disorot. Di balik senyum dan penampilan para figur publik, tersimpan kisah pemulihan fisik dan mental yang tidak ringan, termasuk perubahan berat badan yang alami terjadi setelah mengandung dan menyusui.

Standar Kecantikan yang Tidak Adil

Alyssa tampaknya ingin menekankan betapa tidak adilnya ekspektasi sosial yang menuntut perempuan segera kembali ke bentuk tubuh ideal segera setelah melahirkan. Faktanya, fase postpartum adalah masa krusial di mana tubuh seorang ibu bekerja keras memproduksi ASI dan memulihkan diri dari proses persalinan yang panjang. Alih-alih mendapat dukungan, banyak perempuan justru dihadapkan pada komentar negatif yang berpotensi memicu tekanan psikologis.

Laporan dari berbagai lembaga kesehatan menyebutkan bahwa tekanan terhadap citra tubuh pada ibu baru dapat berkontribusi terhadap risiko depresi postpartum. Pernyataan Alyssa di media sosial, kendati tampak santai dan jenaka, sesungguhnya merepresentasikan suara ribuan perempuan yang kerap merasa dihakimi tanpa empati. Dengan melontarkan pertanyaan seperti "kok gendutan?", warganet secara tidak langsung telah melanggengkan body shaming yang menyakiti, alih-alih memberikan afirmasi positif.

Menurut pengamatan media kami, Alyssa bukanlah figur publik pertama yang menyoroti fenomena ini. Namun, caranya yang lugas dan apa adanya berhasil mencuri perhatian karena dianggap mewakili keresahan banyak ibu muda di Indonesia. Ia memilih untuk tidak merespons dengan kemarahan, melainkan dengan edukasi ringan yang dibalut guyonan, membuat pesannya lebih mudah diterima.

Di sisi lain, reaksi Alyssa ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai perlunya mengubah cara pandang masyarakat terhadap tubuh perempuan pascamelahirkan. Alih-alih berfokus pada berat badan atau bentuk fisik, dukungan terhadap kesehatan mental dan pemulihan ibu seharusnya menjadi prioritas. Unggahan Alyssa setidaknya mengingatkan bahwa di balik pertanyaan "kamu gendutan ya", ada proses luar biasa yang tengah dijalani seorang ibu: menciptakan dan membesarkan kehidupan baru.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan Alyssa Daguise di Threads terus mendapat perhatian luas dan dibanjiri komentar positif dari sesama perempuan yang merasa aspirasi mereka akhirnya tersuarakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User