3 Jam Berjibaku, Damkar Evakuasi Bocah Jatuh ke Lubang 3,7 Meter di Jaksel
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan (Sudin Gulkarmat Jaksel) berhasil mengevakuasi seorang anak laki-laki berusia tiga tahun yang terperosok ke dalam lubang s
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan (Sudin Gulkarmat Jaksel) berhasil mengevakuasi seorang anak laki-laki berusia tiga tahun yang terperosok ke dalam lubang sedalam 3,7 meter di kawasan Tebet. Proses penyelamatan yang menegangkan itu berlangsung selama tiga jam dan melibatkan pengerahan alat berat.
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (27/6) menjelang tengah malam. Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sejumlah petugas pemadam kebakaran tengah berjibaku di lokasi kejadian. Upaya evakuasi berlangsung dramatis, dengan petugas bekerja ekstra hati-hati mengingat kondisi lubang yang sempit dan gelap.
"Awal kejadian korban main dan tanpa disadari masuk ke bawah pembatas seng dan berlari di area pengerjaan taman, ketika sedang berlari korban terperosok ke dalam lubang," demikian keterangan resmi dari Command Center Damkar, Minggu (28/6/2026).
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, korban awalnya tengah bermain di sekitar lokasi. Tanpa disadari, ia menyelinap melewati pembatas seng yang memagari area pengerjaan taman. Saat berlari di area proyek yang minim pencahayaan itu, bocah malang tersebut tak melihat adanya lubang galian dan langsung terperosok ke dalamnya.
Begitu menerima laporan, tim rescue dari Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mereka dihadapkan pada medan yang cukup sulit. Lubang berdiameter kecil dengan kedalaman mencapai 3,7 meter itu menyulitkan petugas untuk menjangkau korban secara langsung. Belum lagi kondisi psikologis anak berusia tiga tahun yang diperkirakan mengalami syok dan ketakutan di dasar lubang.
Sejumlah strategi evakuasi dikerahkan. Selain menggunakan peralatan penyelamatan standar, tim damkar juga mendatangkan alat berat untuk melakukan penggalian di sekitar lubang guna menciptakan akses yang lebih memungkinkan bagi petugas untuk turun dan mengangkat korban. Proses ini memakan waktu hingga tiga jam, menuntut ketelitian dan koordinasi yang solid antaranggota tim di lapangan.
Selama evakuasi berlangsung, petugas terus berkomunikasi dengan korban untuk menjaga agar anak tersebut tetap tenang. Upaya ini membuahkan hasil, dan bocah tersebut akhirnya berhasil diangkat dalam kondisi selamat. Ia segera mendapatkan penanganan medis untuk memastikan tidak ada cedera serius akibat insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengamanan ketat di area proyek konstruksi, terutama di wilayah yang berdekatan dengan permukiman warga. Keberadaan lubang galian tanpa penutup yang memadai dan pembatas seng yang mudah ditembus anak-anak merupakan kombinasi risiko tinggi yang dapat mengancam keselamatan, khususnya bagi anak-anak.
Pihak berwenang diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap proyek-proyek yang berlangsung di lingkungan padat penduduk, termasuk memastikan area kerja memiliki pengamanan ganda, penerangan cukup, serta rambu peringatan yang jelas. Keteledoran sekecil apa pun, seperti celah di bawah pembatas seng, bisa berujung petaka seperti yang nyaris terjadi pada bocah tiga tahun di Tebet ini.
Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban belum memberikan keterangan lebih lanjut. Sementara itu, jajaran Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan diapresiasi atas respons cepat dan kerja profesional mereka yang berhasil menyelamatkan nyawa sang bocah setelah tiga jam berjibaku di lokasi. Laporan selengkapnya dapat diikuti melalui Lurusin.com.
Comments (0)