Zainal Habib Dorong Penguatan Riset di Lingkungan NU

Peran akademisi berlatar belakang organisasi Islam terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Kali ini, seorang dosen sekaligus pemimpin di tubuh Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama menyampaikan gagasa...

Jul 12, 2026 - 04:21
0 0
Zainal Habib Dorong Penguatan Riset di Lingkungan NU

Peran akademisi berlatar belakang organisasi Islam terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Kali ini, seorang dosen sekaligus pemimpin di tubuh Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama menyampaikan gagasannya tentang pentingnya penguatan budaya riset dan inovasi di kalangan nahdliyin. Sosok tersebut adalah Zainal Habib, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) dan merupakan pengajar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Sinergi Kampus dan Organisasi Kemasyarakatan

Dalam berbagai kesempatan, Zainal Habib kerap menekankan bahwa perguruan tinggi Islam negeri di bawah Kementerian Agama memiliki tanggung jawab besar untuk mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga tangguh secara intelektual. Ia mencontohkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang secara konsisten memadukan tradisi keilmuan Islam dengan sains dan teknologi. Menurutnya, model integrasi semacam ini harus ditularkan ke berbagai simpul organisasi NU, agar lompatan kemajuan tidak hanya terjadi di kota-kota besar.

Sebagai Ketua PP ISNU, Zainal Habib memiliki posisi strategis untuk menjembatani dunia kampus dengan jaringan sarjana NU yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara. Ia menyebut bahwa saat ini terdapat ribuan kader ISNU yang menempuh studi S2 dan S3, baik di dalam maupun luar negeri. Potensi ini, tegasnya, belum dimaksimalkan untuk menjadi motor penggerak riset terapan yang berdampak langsung pada kemaslahatan umat.

Transformasi Ekonomi Umat Berbasis Data

Salah satu fokus yang diangkat Zainal Habib adalah perlunya transformasi ekonomi umat dengan pendekatan berbasis data dan riset. Baginya, sudah bukan zamannya lagi program pemberdayaan ekonomi dijalankan dengan cara-cara lama yang minim evaluasi. Ia mengusulkan agar setiap program ekonomi bentukan badan otonom dan lembaga di bawah NU wajib memiliki baseline data yang kuat serta diukur dampaknya secara berkala.

Di UIN Malang, Zainal Habib dikenal aktif mendorong mahasiswa untuk melakukan penelitian lapangan yang berkaitan langsung dengan problem masyarakat, khususnya di sektor pertanian, industri halal, dan keuangan mikro syariah. Beberapa hasil riset mahasiswa bimbingannya bahkan telah diadopsi oleh koperasi pesantren di Jawa Timur. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara kampus dan komunitas bisa menghasilkan solusi konkret, bukan sekadar publikasi jurnal.

Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin di ISNU, ia kini tengah merancang platform digital yang mempertemukan peneliti profesional di kalangan nahdliyin dengan kebutuhan data dan analisis dari pemerintah daerah maupun sektor swasta. Platform tersebut diharapkan menjadi etalase kompetensi sarjana NU dan sekaligus sumber pendanaan alternatif bagi proyek-proyek riset sosial keagamaan.

Menjawab Disrupsi Teknologi dengan Kearifan Lokal

Zainal Habib juga menyoroti gelombang disrupsi teknologi yang kini merambah ke dunia pendidikan dan dakwah. Ia menegaskan bahwa kecerdasan buatan dan otomatisasi tidak bisa dihadapi dengan sikap defensif atau penolakan, melainkan harus direspons dengan adaptasi yang tetap berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Baginya, justru di sinilah letak urgensi peran sarjana NU: memastikan bahwa adopsi teknologi tidak mencabut generasi muda dari akar tradisi dan moralitas Islam.

Di UIN Malang, Zainal Habib mengampu mata kuliah yang membahas filsafat sains dan etika teknologi. Ia sering mengajak mahasiswanya untuk mengkritisi secara mendalam dampak media sosial, fintech, dan bioteknologi terhadap konstruksi sosial masyarakat Muslim. Pendekatan kritis ini ia bawa pula ke diskusi-diskusi ISNU, yang belakangan gencar mengadakan webinar tentang literasi digital dan keamanan data pribadi.

Zainal Habib percaya bahwa masa depan Indonesia akan sangat bergantung pada kemampuan lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat dalam membentuk ekosistem pengetahuan yang inklusif dan berintegritas. Oleh karena itu, ia mendorong agar kader-kader muda NU tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga belajar membangun jejaring, mengelola data, dan menulis secara produktif.

Kini, kolaborasi antara UIN Malang dan PP ISNU di bawah arahan Zainal Habib tengah memasuki fase baru dengan disepakatinya program pertukaran peneliti muda ke sejumlah kampus di Timur Tengah dan Eropa. Program tersebut diharapkan dapat membuka wawasan global bagi sarjana NU sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diskursus Islam dan sains di level internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User